Peringati Hari Kesehatan dengan Gaya Hidup Sehat

SEMARANG – Pada hari Jumat tanggal 8 November 2019, Basilia Group bekerjasama dengan Yuhu Agency telah melaksanakan “Mini Seminar & Diskusi: Tren dan Promosi Gaya Hidup Sehat 2020”. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November 2019.

Acara ini dilaksanakan di Basilia Café and Dine yang berlokasi di Jalan Menteri Supeno 13A, Semarang, Jawa Tengah. Mini Seminar dan Diskusi ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam dimulai dari pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Acara ini bersifat umum dan dihadiri oleh kurang lebih 35 peserta yang berasal dari member Pasar Sehat Basilia, Bank Sampah, mahasiswa, dan masyarakat umum, serta turut menghadirkan dua pembicara yang ahli dalam bidangnya, yaitu Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, MS yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dan Augusty Satrio Wicaksono selaku perwakilan dari Bank Sampah Lestari.

Acara dibuka dengan doa dan sambutan dari Mas Rizal selaku perwakilan dari Basilia lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh kedua pembicara dan taklupa tanya jawab. Para peserta sangat antusias saat diberikan materi dan penjelasan oleh pembicara mengenai hidup sehat dan cara mengolah sampah. Bahkan saat sesi tanya jawab sangat banyak pertanyaan yang diajukan dan membuat diskusi semakin menarik.

Setelah kedua sesi tersebut selesai, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada kedua pembicara yang diserahkan oleh Mas Rizal selaku perwakilan dari Basilia dan Putri Fitriyani selaku project leader dari Yuhu Agency.

“Harapannya setelah diedukasi oleh dua pembicara yang memang menggeluti bidangnya sudah lama,  peserta mampu menerapkan apa yang telah disampaikan. Mau untuk memulai hidup sehat dan mempersiapkannya untuk tahun 2020 yang lebih baik” jelas Putri Fitriyani selaku  project leader.

Acara ditutup dengan ucapan terimakasih oleh MC dan dilanjutkan dengan foto bersama. Tak lupa para peserta disuguhkan buffet dari Basilia yang mana mereka dapat membuat sandwich sendiri sesuai selera. “Luar biasa mini seminar dan diskusi yang diadakan, pengetahuan tentang gaya hidup sehat tak hanya sebatas olahraga dan makan sehat tapi lebih dari itu.” papar Fithri,  salah satu peserta mini seminar dan diskusi.

Gelaran Seni HIATUS 2019 Kembali dengan Tema Baru


Setelah sukses menyelenggarakan rangkaian acara seni di tahun pertamanya, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada kembali menggelar HI Art and Music Festival (HIATUS) tahun ini. Berbeda dari tahun sebelumnya yang mengangkat tema “Konflik”, HIATUS 2019 memilih tema “Perspective: Uncovering Stigma”. Namun, masih sama seperti tahun sebelumnya, rangkaian acara yang diusung masih mencakup pameran seni, pemutaran film, dan pertunjukkan musik. HIATUS 2019 akan diselenggarakan pada 7-9 November 2019 dan berlokasi di FISIPOL UGM.

Pemilihan tema ini berdasarkan kepada situasi sosial yang sangat dekat dengan kita saat ini. Hampir semua orang merasakan dikenai stigma sesuai dengan latar belakangnya masing-masing. “Tentunya, seseorang yang dikenai stigma mengalami dampak seperti pandangan orang yang sebelah mata, keterbatasan ruang ekspresi, hingga yang paling parah adalah diskriminasi. Menurut saya, stigma dapat berdampak pada pengikisan rasa kemanusiaan seseorang terhadap orang lain. Alhasil, masyarakat yang ada saat ini adalah masyarakat yang intoleran, kasar, bringas, dan penuh dengan kekerasan.” ujar Adinda Putri selaku konseptor acara HIATUS 2019 ketika ditanya mengenai pemilihan tema.

“Melalui medium musik, seni pameran, serta film, HIATUS 2019 mengajak pengunjung untuk berfikir lebih jauh mengenai berbagai identitas-identitas sosial dan menerima perbedaan varian yang ada dalam identitas tersebut,” ujar Nirwansyah selaku ketua pelaksana HIATUS 2019 ketika ditanyakan mengenai tujuan acara tersebut. Berangkat dengan tujuan demikian, HIATUS 2019 menghadirkan berbagai karya seni yang mampu membongkar kembali perspektif yang dimiliki oleh pengunjung. Selain itu, HIATUS 2019 juga akan menayangkan film-film terbaik Indonesia yang mampu menggambarkan berbagai stigma yang melekat di masyarakat seperti film 27 Steps of May dan The Song of Grassroot. Untuk semakin mendalami pesan dari film yang ditayangkan, HIATUS 2019 pun juga mengadakan sharing bersama seluruh partisipan pasca pemutaran film.

Rangkaian acara HIATUS akan diawali oleh pameran seni yang menampilkan 26 karya dari perupa terbaik dan diikuti dengan pemutaran 9 film dengan sub-tema berbeda di setiap harinya. Acara puncak yang diselenggarakan pada 9 November 2019 akan menghadirkan pertunjukkan musik dari Gamaband, HI Tunes, Angklung Evolution, Fis Duo, DIRA, dan bintang tamu utama yaitu Kurosuke serta Oscar Lolang.

Berbagai informasi terbaru mengenai HIATUS 2019 dapat diakses melalui akun resmi LINE: @duk0003j dan Instagram: @hiatusugm. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung: Thifani Tiara (WA: 085956319751), LINE: thifanitr)

Synchronize Festival 2019, Selebrasi Musisi Indonesia Puaskan Penikmat Musik Lintas Generasi

Penampilan Glen Fredly di Synchronize Fest 2019 (Dynamic Stage) // Doc : @synchronizefest

Jakarta – Longlife Magazine – Synchronize Festival 2019 sejak hari pertama menghadirkan spirit musiklintas generasi untuk khalayak dari berbagai kalangan (4/10/2019). Mulai dari Angsa & Serigala, Raisa, Barasuara,Jamrud hingga Didi Kempot ‘The Godfather of Broken Heart’. Penikmat musik lintas generasi sejak sianghari mulai memadati area Gambir Expo, Kemayoran. “Synchronize sebagai wadah bagi musisi Indonesialintas generasi bersatu dan sebagai perayaan keberagaman musik dan kebersamaa bagi pengunjung”ujar David Karto selaku Festival Director Synchronize Festival 2019.

BACA : SYNCHRONIZE FEST ANGKAT TEMA “MEMANUSIAKAN ALAM, MENGALAMIKAN MANUSIA”

Lake Stage di hari pertama dimeriahkan oleh senandung dari Endah N Resha. Sisitipsi juga menjadi hiburan yang memukau bagi para fansnya dengan atraksi panggung yang berenergi dan membuat semua orang turut berjoget bersama. Jamrud sukses memadati area di District Stage membuat penonton bernyanyi lewat lagu-lagu hitsnya. Prontaxan dari Jogjakarta dengan set musik edit funkotnya dan Club Dangdut Racun dari Bandung dengan set edit dangdutnya mampu menjadi magnet utama di XYZ Stage.

Hingga penampil yang paling ditunggu-tunggu ialah ‘The Godfather of Broken Heart’ Lord Didi Kempot sebagai line up penutup berhasil menarik pengunjung yang hadir untuk memenuhi Dynamic Stage, sontak seluruh penonton begitu lepas menyanyikan lirik-lirik hits khas dengan Bahasa Jawa.

Rangkaian Aksi Green Movement Aksi Crowdsourcing Project juga nampak di District Stage dari pakaian (berwarna) bekas pakai yang masih layak untuk digunakan. Pakaian ini akan dijadikan sebuah instalasi karya yang menarik dan akan didonasikan kepada yang membutuhkan. Upcycling Project juga menarik perhatian pengujung di selasar Gambir Expo yang mengolah bahan bekas promosi yaitu umbul-umbul dan baliho bekas untuk dijadikan sebuah produk yang memiliki nilai. Aksi Green Power Electricity nampak terlihat di seluruh area Synchronize Festival 2019 dengan total 2,7 juta Volt Ampere (VA) sebagai sumber listrik yang ramah lingkungan dari PLN, dan tidak lagi mengotori udara di sekitar.

BACA : STERIL 2019,YANG TAK PERNAH USAI!

Bike to Synchronize Festival juga terealisasi dengan titik mulai di Plaza Blok M pada pukul 16:00 WIB menuju Gambir Expo Kemayoran. Green Movement di Synchronize Fest bukan hanya sekadar kampanye semata. Pihak penyelenggara juga menyediakan sarana dan fasilitas yang memadai untuk menunjang para pengunjung hingga dapat menjalankan aksinya. Seperti kampanye Bring Your Own Tumbler, difasilitasi Water Station di area festival agar tetap dapat mengisi botol dengan air minum. Tersedia juga fasilitas wastafel untuk pencucian alat makan dan minum di food area. Area parkir sepeda pun tersedia khusus bagi para pesepeda yang hendak hadir ke Synchronize Festival. Tak hanya itu, terdapat wadah sampah terpilah di berbagai titik agar sampah yang terkumpul dapat dipilah dan diolah dengan bijak . Pihak penyelenggara memiliki keyakinan bahwa, aksi kecil dapat membawa dampak perubahan yang besar bila dilakukan bersama-sama. Sehingga terapan ini dapat dilakukan dikehidupan sehari-hari.

Synchronize Festival 2019 sebagai festival musik tahunan yang banyak dinanti penikmat musik Indonesia dari berbagai genre dan lintas usia. Festival musik ini merupakan kolaborasi dari demajors dan Dyandra yang telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat. “Peningkatan penonton dari tahun ke tahun yang signifikan, menjadi input kami untuk menyediakan perluasan area demi kenyamanan penonton, yaitu District Stage yang awalnya berada di area canopy Gambir Expo, kami lakukan perluasan ke area parkir depan Hall D, JIExpo.”, jelas Hendra Noor Saleh selaku Supervisor Synchronize Festival 2019. Sampai jumpa di hari ke dua Synchronize Festival 2019.

It’s Not Just A Festival, It’s A Movement!

STERIL 2019,Yang Tak Pernah Usai!

Glen Fredlly dalam penampilannya di Steril 2019 // Doc : @Longlifemagz

Longlifemagz — Emang gapernah salah kalau ngisi malam minggu dengan nonton konser. Termasuk ke STERIL 2019 yang diadakan sabtu (21/09/2019) di UTC Convention Hotel, Semarang. STERIL 2019 kali ini mengusung tema “Expose The Heritage” yang menghadirkan sejumlah penampil yang keren – keren banget.

“jadi steril itu singkatan Style Deformation in Civil. Ya itu pentas seni tahunan yang diadain sama temen – temen teknik sipil undip mas” Ujar salah satu panitia

Nah, dengan mengangkat tema “Expose The Heritage”, teman – teman Universitas Diponogoro jurusan Teknik Sipil ini ingin menyampaikan bahwa masih banyak terdapat kebudayaan – kebudayaan yang belum di Ekspose di Indonesia.

Sing a Long yang tak tehindari, euforia yang campur aduk, dan penampilan – penampilan artis yang memukai juga menjadi gambaran dalam acara pada malam itu.

Acara dibuka dengan penampilan unik nan atraktif dari sebagian panita pada sore hari dan disusul dengan penampilan yang ga kalah serunya dari Perkusi yang hadir. Setelah habis maghrib, penonton mulai datang berdatangan.

Penampilan Ardhito Pramono yang membuka line-up Guest Start malam ini keliatan manis banget. Teriakan histeris penonton ketika ia menaiki stage pun menjadi awal bahwa pesta akan dimulai. Ardhito memulai dengan lagu “Disenayan”dan disusul deretan hitz lainnya seperti….. Ardhito menutup aksi dengan lagu “Superstar” setelah sebelumnya menyanyikan lagu “Bitterlove”.

Ardhito Pramono dalam penampilannya di Steril 2019 // Doc : @Longlifemagz

“ya seperti biasa, setelah ada hello pasti ada goodbye” Ungkap ardhito di sela – sela aksinya.

Pemanpilan yang ga kalah gokilnya dateng dari mahasiswa Teknik Sipil Sendiri, dengan menyajikan penampilan Modern Dance yang diisi sama cowo – cowo maskulin nih. Ya seperti biasa antusias penonton juga ga kalah meriah, kayaknya banyak temen – temen yang nungguin penampilan mereka ini deh?

Endah n Resha dalam penampilannya di Steril 2019 // Doc : @Longlifemagz

Setelah ketawa geli sekaligus salut dengan modern dance, kali ini penonton dibawa enjoy lagi dengan penampilan Endah n Resha. Kompak menggunakan setelan putih – putih, musisi suami istri ini memperdengarkan lagu – lagu baru dari album kelima yang mereka. Penampilan romantis mereka berdua menjadi hal yang paling ditunggu dari ribuan penonton yang memadati lokasi pada saat itu. Aksi panggung yang jenaka juga menjadi hal yang unik diatas panggung.

Glen Fredly menjadi penampil pamungkas pada malam itu. Dibuka dengan lagu “My Everything” sontak membawa penonton dalam euforia yang luar biasa. Membawakan lagu “Sedih Tak Berujung” dan di medley lagu “Akhir Cerita Cinta” dan sing a long tak terhindari.

Dalam penampilan malam ini, Glen juga menyanyikan lagu yang mengingatkan kita tentang Isu Permasalahan yang sedang terjadi di Papua. Selain itu, ia juga banyak berbicara tentang anak muda yang harus menjadi semangat zaman pada era ini.

“begitu banyak permasalahan sosial yang terjadi hari ini, masalah lingkungan hingga masalah rasisme di Indonesia,” ujar Glen dalam aksi panggungnya.

Acara yang dihadiri 4000 pasang mata ini, menjadi tanda bahwa STERIL 2019 sukses diselenggarakan.

“Harapannya sih kedepannya lebih sukses lagi, kalau bisa mengundang band dari luar negeri juga sekalian,” Ungkap Fathia salah satu pengunjung STERIL 2019.

M Bloc: Ruang Urban Terjadinya Berbagai Gagasan dan Aktivitas Kreatif Generasi Milenial

Suasana M Bloc Space // Doc : @mblocspace


Longlifemagz – Setelah mengalami proses renovasi fisik selama lebih kurang empat bulan lamanya, M Bloc yang berlokasi di Jl Panglima Polim Raya No.37, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akhirnya mulai resmi dibuka untuk umum pada hari ini (26/9). Acara pembukaan resmi M Bloc akan dilakukan pada petang hari oleh Menteri Negara BUMN Rini Soemarno dan malam harinya akan dilakukan Grand Opening Party yang akan menampilkan Krontjong Toegoe, White Shoes and the Couples Company dan Glenn Fredly.

Proyek M Bloc ini mengalih-fungsikan lahan seluas 6.500 meter persegi milik Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Peruri), yang awalnya berfungsi sebagai komplek perumahan karyawan dan gudang tempat produksi uang yang sudah tidak beroperasi menjadi sebuah creative hub multi-fungsi bagi komunitas milenial. Proyek kreatif yang digarap oleh PT Ruang Riang Milenial ini berlokasi di sebagian area kantor Peruri yang terletak di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebanyak 16 unit bekas rumah karyawan bergaya post-colonial berlantai dua yang telah eksis sejak dekade 1950-an ini akan dimanfaatkan sebagai shophouse oleh berbagai brand lokal ternama seperti Tokyo Skip Jack, Demajors, Beyoutiful, Kedai Tjikini, Mata Lokal, UnionWell, Titik Temu Coffee, Kebun Ide Gelato, Mr. Roastman, Rumah Lestari, Chickro, Suwe Ora Jamu, Mbok Ndoro, hingga Connectoon.

Sedangkan dua unit gudang bekas produksi uang berukuran sekitar 900 meter persegi yang berada di bagian dalam telah disulap menjadi restoran dan roastery bernama _Oeang serta M Bloc Live House, sebuah venue musik berkapasitas maksimal 350 orang yang digunakan untuk konser musik serta berbagai pertunjukan seni lainnya.

“Program reguler kami di M Bloc nanti nyaris setiap harinya menyuguhkan konser musik lintas genre dari artis-artis ternama dalam negeri atau band-band pendatang baru berpotensi yang terkurasi dengan baik. Jakarta di masa depan harus memiliki sirkuit musik lokal yang walaupun kecil namun mampu melahirkan nama-nama besar yang di kemudian hari bakal memenuhi stadion, salah satunya dimulai dari M Bloc. Kota ini juga berpotensi menjadi destinasi utama wisata malam musik di Asia Tenggara. Artis-artis dalam negeri maupun manca negara yang sedang menggelar tur konser kini memiliki rumah singgah untuk bermain di depan public Jakarta. Selain itu, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholder industri kreatif di tanah air,” ujar Wendi Putranto selaku Direktur Program M Bloc. 

Lokasi M Bloc sangat strategis dan mudah dijangkau oleh beragam jenis transportasi public. Berdekatan dengan kawasan niaga dan pusat perbelanjaan Blok M yang sekaligus diapit oleh dua stasiun MRT, yaitu Stasiun Blok M dan ASEAN. Pada sisi kiri bersebelahan dengan Terminal Bus Blok M dan pada sisi kanan terdapat terminal bus Transjakarta Koridor 13 yang melayani rute Ciledug-Tendean.

“Perum Peruri yang memiliki lokasi di tengah kota Jakarta, yaitu Kebayoran Baru, memiliki lahan-lahan luas yang perlu dioptimalkan. Melalui kerja sama dengan PT Ruang Riang Milenial, Peruri melakukan kerja sama optimalisasi aset menjadikan lahan tersebut sebuah creative hub dengan konsep-konsep yang baru. M Bloc merupakan wadah generasi milenial dan komunitas kreatif untuk saling berinteraksi, pertunjukan musik yang lebih intim, lebih dekat dengan para musisi yang dapat dinikmati setiap hari. Memberikan kesempatan kepada musisi-musisi baru untuk berekspresi agar menjadi lebih dikenal di Indonesia. Pada akhirnya saya berharap M Bloc ini akan dapat memberikan banyak manfaat, khususnya kepada generasi Milenial,” jelas Nungki Indraty, Direktur Keuangan Peruri.

“Kami sangat gembira dapat menjalin kolaborasi ini dengan Peruri. Dukungan dan antusiasme Peruri atas gagasan kami untuk membuka ruang publik kreatif di sebagian wilayah kantor mereka merupakan kontribusi besar bagi keberlanjutan kreativitas generasi milenial. Apalagi dengan mulai beroperasinya MRT, gaya hidup dan budaya baru akan bertumbuh, kota Jakarta sangat membutuhkan ruang publik yang mampu menjadi ruang ekspresi yang positif. Para milenial khususnya, membutuhkan ruang interaksi yang sifatnya kolaboratif untuk berkreasi dan eksis bersama.” ujar Handoko Hendroyono, Direktur Utama PT Ruang Riang Milenial.

“Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Peruri dituntut tidak hanya memberikan keuntungan usaha yang maksimal bagi para stakeholders, namun juga memiliki kepekaan sosial dan kualitas lingkungan masyarakat dimana kami berada. Dengan didukung sinergi BUMN dan kolaborasi dengan pihak swasta dan berbagai komunitas kreatif, M Bloc hadir tidak hanya sebagai optimalisasi aset idle perusahaan namun juga menjadi solusi bagi kelangkaan wadah kreatif bagi anak muda di perkotaan. M Bloc berupaya menghidupkan kembali kawasan Blok M yang pernah berjaya sebagai pusat kegiatan kreatif anak muda Jakarta Selatan pada tahun 80-an sekaligus melestarikan arsitektur post-colonial Kebayoran Baru. Diharapkan M Bloc tidak hanya menjadi showcase bagi musisi-musisi muda berbakat dan brand-brand lokal yang potensial namun juga menjadi urban space atau ruang aktivitas kreatif tempat terjadinya dialog berbagai gagasan kreatif generasi milenial. M Bloc juga mendukung gaya hidup sehat milenial yang berwawasan lingkungan dan mendorong budaya baru penggunaan transportasi umum Jakarta yang sudah maju. Dari tempat bersejarah dimana Indonesia mencetak simbol kedaulatannya, terimalah M Bloc, persembahan Peruri bagi generasi milenial dan komunitas kreatif Indonesia,” ujar Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya.