1


Air Terjun Tumpak Sewu, Serpihan Surga di Lumajang!

Surga wisata yang tersembunyi di Jawa Timur

 

Longlifemagz – Di tengah kesibukan yang menumpuk, wisata air akan selalu menawarkan tempat untuk dapat berelaksasi sejenak. Selain menenangkan, berbagai destinasi wisata air juga banyak memacu adrenaline dan rasa ingin tahu untuk dieksplorasi. Ditambah dengan keindahan alamnya terbentuk secara alami yang menambah kepuasan tersendiri bagi para penikmatnya. Walaupun belum terlalu banyak disorot, wisata air yang satu ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan wisata air besar lainnya.

Adalah Air Terjun Tumpak Sewu yang mulai menjadi buah bibir dan menjadi destinasi kunjungan wisatawan lokal. Terletak di Desa Sidomulyo di perbatasan antar Malang-Lumajang, air terjun ini juga mempunyai sebutan lain yaitu Coban Sewu atau Grojogan Sewu. Dikarenakan sumber mata airnya yang banyak berjejer sepanjang tebing membentuk tirai dan jatuh ke dasar. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, bagai Niagara di tengah Indonesia air terjun ini tergolong sangat tinggi dan besar disertai panorama alam yang mempesona.

coban-sewu

Sesuai dengan urutan rekomendasi, lokasi wisata ini memiliki beberapa jalur masuk dan serta menjadi spot-spot yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Jalur terdekat dan aman untuk ditempuh adalah dengan melalui jalur resmi Desa Sidomulyo,cukup dengan menaiki tangga  yang terbuat dari bambu dan dikombinasikan dengan kayu kuat. Jalan ini berjalur landai disertai beberapa gardu pandang untuk santai sejenak menghela nafas sambil menikmati hawa sekitar yang sejuk.

Opsi kedua anda dapat melewati Goa Tetes. Pada awalnya sebelum Air Terjun Tumpak Sewu dibuka  untuk umum, Goa Tetes menjadi satu-satunya tempat wisata di lokasi ini. Goa ini juga akan membuat anda berdecak kagum karena adanya sumber mata air di atas gua yang memancar ke segala arah sehingga air jatuh ke setiap sisi gua seperti layaknya tetesan air, dari situ maka dinamakanlah tempat ini Goa Tetes. Dengan melewati jalur ini kita dapat merasakan sensasi menuruni air terjun dengan guyuran aliran air yang hebat! Kita harus menuruni anak tangga untuk sampai ke Goa Tetes, lalu turun lagi dengan cara merambat pada bibir tebing menuju aliran sungai. Dilanjutkan dengan tracking menyusuri sungai melawan arus sekitar 200 meter jauhnya, namun semua akan terbayar saat anda sudah dapat melihat betapa menakjubkannya Air Terjun Tapak Sewu ini sesampainya di bawah!

dsc02041

Selanjutnya, ketiga anda dapat memilih untuk melalui rute Ampel Gading atau tebing-tebing curam dari sisi selatan Air Terjun Tumpak Sewu. Untuk menuruni tebing tegak seperti tembok ini akan dibantu dengan seutas tali berbahan karet ban dan setangkai rotan yang membentuk tali elastis. Kucuran air dari Goa Tetes mengalir deras di sepanjang jalur ini, tapi dapat terlihat sangat jelas berjajar air terjun yang saling bertumpak atau bertindihan. Hal yang wajib diperhatikan adalah pastikan bahwa batu tebing untuk pijakan kaki kita harus benar-benar kokoh dan kuat menyangga bobot tubuh kita. Selain itu, pakaian yang kita kenakan harus merupakan pakaian yang nyaman dan mendukung tubuh untuk bebas bergerak. Jangan sesekali mencoba menuruni track ini dengan pakaian berbahan dasar jeans maupun pakaian yang ketat karena dikhawatirkan akan mengganggu keleluasaan pergerakan dan akan berakibat fatal.

Baca : Bukit Kapur Jaddih, Kawasan Tambang Menjadi Objek Wisata Unik

img_20150727213419_55b6416b91e9c

Pilihan terakhir yaitu melalui aliran Sungai Glidik. Terutama kalian yang berjiwa petualang dan ingin memacu adrenaline, cobalah untuk berdiri di atas air terjun dengan ketinggian 180 meter ini! Panorama yang disajikan juga sangat menawan apalagi bagi para penggemar ketinggian. Namun perlu ekstra hati-hati karena hanya ada pagar pembatas kecil diantaranya dan belum sepenuhnya dipagar. Juga terdapat jurang yang berada di depan mata. Maka utamakanlah keselamatan kalian sebelum mencoba spot ini!

Turun kebawah sedikit anda sudah dapat menikmati sejuknya deburan air jernih dari atas sana dan mendapatkan spot sempurna yang sering diabadikan dalam foto. Kalian dapat melihat dengan lebih jelas penampakan seluruh bagian air terjun yang membentang panjang membentuk setengah lingkaran. Waktu yang paling tepat untuk datang disarankan saat pagi hari, akan lebih beruntung jika kalian dapat ikut serta mengabadikan momen bergesernya sinar matahari diantara cekungan air terjun sembari menyaksikan kabut tipis yang dibentuk oleh bulir air yang semburat ikut melengkapi suasana. Hal ini karena masih belum banyak noise akibat angin yang berair, dan mengantisipasi waktu sore yang sering mendung, hujan, atau banjir di dasar sungai.

maxresdefault

Rute untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu dari perkotaan dapat melalui Kota Malang – Jawa Timur yang memerlukan waktu sekitar 2 jam 30 menit dari Kota Malang. Rute dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Biasanya kendaraan diletakkan di gubuk penambang pasir, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter. Nah, mengenai biaya biasanya beda spot beda biaya masuk dan parkir. Namun rata-rata pengelola mematok harga sebesar lima ribu rupiah untuk masing-masing tiket masuk dan parkir.

Baca : Beribu Titik Selam di Kepulauan Wakatobi

Beberapa hal yang patut dicek kesiapannya kembali sebelum menuju ke tempat wisata ini adalah pastikan bahwa anda memakai sandal atau sepatu standar outdoor  yang bergerigi, dikarenakan jalan dan bebatuan cadas yang sangat licin. Akan sangat berguna juga untuk menyeberangi tebing-tebing curam. Sertakan juga tali untuk melengkapkan perlengkapan tracking anda. Last but not least, jangan lupa untuk membawa plastik atau pelindung apapun itu guna melindungi alat elektronik yang anda bawa agar tidak basah terkena guyuran air. Disarankan pula untuk memakai jasa guide atau mengajak kerabat yang sudah berpengalaman kesitu, karena jalannya sulit diprediksi dan sebenarnya memang tidak ada. Hanya warga sekitar yang biasa mencari rumput menerobos jalan dan membuatnya dapat dilewati wisatawan.

Jadi, siapkah berpetualang ke Air Terjun Tapak Sewu ini?

 

 

Bukit Kapur Jaddih, Kawasan Tambang Menjadi Objek Wisata Unik

hipweecom

Layaknya banyak orang, tempat wisata apa saja sih yang seringkali dikunjungi oleh para travellers? Pasti tidak lain dari pegunungan, danau, laut, atau tempat wisata lainnya. Kali ini ada tempat wisata yang belum diketahui oleh banyak orang dan mungkin belum pernah terbesit di benak kalian sebelumnya!

Madura seakan memiliki destinasi wisata yang jarang terdengar keberadaannya, tertutup oleh hingar bingar kota-kota besar di Pulau Jawa. Adalah Bukit Kapur Jaddih yang sedang jadi primadona baru dan cukup menjadi perbincangan hangat terutama dikalangan anak muda yang hobi travelling dan haus akan destinasi wisata baru. Tempat ini pada awalnya merupakan tempat penambangan batu yang tidak dibuka untuk umum. Pasti sulit membayangkan sebuah tempat tambang batu kapur dapat menjadi destinasi wisata yang layak untuk didatangi. Namun bebatuan dan tebing-tebingnya yang memang fotogenik mampu menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi bukit yang berada di wilayah Bangkalan, Desa Jaddih ini.

4.-Bukit-Jaddih-Madura-by-IG-@antoniboska

12139702_793816727393745_1678884276_n

Hampir sama seperti Brown Canyon di Semarang, masih banyak truk pengangkut dan para pekerja tambang berseliweran karena fungsi utama dari tempat ini yang adalah tempat penambangan  berstatus aktif. Hanya bedanya Bukit Jaddih ini sekarang sudah dijadikan tempat untuk berwisata. Disini kalian akan melihat bongkahan bahkan guratan-guratan kapur putih berukuran besar. Tebing-tebing kapur ditempat ini pun tidak terbentuk secara alami, melainkan akibat pahatan para penambang kapur pengais rejeki ditempat ini selama bertahun-tahun sehingga membentuk sebuah ukiran tebing bahkan bukit yang sangat artistik. Ditambah, kawasan yang cukup luas ini dihiasi dengan pemandangan alami karena terdiri dari bukit-bukit nan hijau yang memang cocok untuk ditelusuri keindahannya. Menjadikan tempat ini penuh dengan spot foto yang sangat instagram-able untuk diabadikan! Selain itu karena disini adalah tempat pertambangan batu kapur, terdapat banyak goa-goa kecil sisa penambangan. Namun tidak disarankan untuk memasuki goa tersebut karena cukup rapuh dan dapat runtuh sewaktu-waktu.

Penambangan-batu-kapur-aktif-di-sekitar-Bukit-Jaddih

Kawasan tambang yang masih aktif

Tidak berhenti disitu saja, di sisi utara Bukit Jaddih ini terdapat sebuah pemandian alami yang berada di tengah-tengah bukit kapur yang disebut ”Aeng Goweh Pote” dalam bahasa Madura atau Air Gua Putih. Awal mulanya pemandian atau kolam renang ini merupakan bekas lubang galian tambang kapur yang kemudian memancarkan mata air secara alami. Sehingga pemerintah daerah setempat pada akhirnya merenovasi tempat ini dan menjadikannya sebuah kolam renang dengan luas yang cukup besar, dan baru diresmikan pada tahun 2014 lalu. Sungguh ibarat Oase ditengah padang gurun. Untuk yang ingin menikmati sensasi berenang ditengah bukit kapur ini, kamu cukup mengeluarkan uang sebesar sepuluh ribu rupiah, dengan itu kamu bebas merasakan kesegaran mata air ditempat ini.

gua-pote-bukit-jaddih

Pemandian Aeng Goweh Pote

Akses menuju Bukit Jaddih dapat dicapai menggunakan mobil ataupun sepeda motor. Jika kalian ingin mengendarai sepeda motor, sebaiknya kamu mengambil jalur alternatif lewat jalan raya Labang, sehingga tidak perlu memutar melewati Kota Bangkalan terlebih dahulu. Sementara itu jika kamu menggunakan mobil, mau tidak mau kalian harus memutar terlebih dahulu melewati Kota Bangkalan. Lalu untuk arah pulang ke Surabaya, barulah bisa melewati jalur alternatif jalan raya Labang. Namun harap diperhatikan karena jalur menuju Bukit Jaddih cukup susah dan medannya lumayan terjal, jadi diharapkan untuk selalu berhati – hati di perjalanan. Selain itu, sebaiknya manfaatkan GPS atau peta pada gadget kalian untuk menemukan lokasi bukit ini karena petunjuk untuk menuju ke tempat ini masih terhitung kurang. Untuk biaya masuk per orang hanya akan dikenakan biaya sekitar dua ribu rupiah dan biaya parkir sebesar lima ribu rupiah.

Jadi untuk anda yang bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja, berminat untuk bernarsis ria di Bukit Jaddih?!

mulpixcom

Baca juga: Beribu Titik Selam di Kepulauan Wakatobi

Pesona Pura Besakih, Pura Terbesar di Indonesia!

Text by: Apriliana Caesarani

Photo by: hipwee, mulpix, instagram

Surat Untukmu 2016: Perjuangan Seorang Gadis Perantau Temukan Sang ibu!

Prilly-Latuconsina-3

 

Film Indonesia semakin hari semakin maju dengan pencitraan yang semakin baik saja. Belum lama ini para pecinta film tanah air dimanjakan dengan film AADC 2 yang booming dan film My Stupid Boss yang mendapatkan antusiasme tinggi. Kini perfilman tanah air juga siap diramaikan dengan film terbaru bertajuk “Surat Untukmu“ yang dibintangi artis muda Prilly Latuconsina.

Film Drama Indonesia “Surat Untukmu“ merupakan film yang diproduksi oleh Alleta Picture dan di sutradarai oleh Haris Nizam, Haris Nizam pun juga yang membuat alur cerita film ini.

Film yang resmi dirilis pada (26/08/2016) yang lalu ini bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Gendis yang tinggal di dataran tinggi Dieng. Dia tinggal bersama dengan Ayahnya yang bernama Danu. Danu bekerja sebagai wayang orang di Candi Arjuna. Ibunya (Murniasih) sudah lama pergi meninggalkan Gendis saat dia masih berusia 6 bulan karena sang ibu ingin mengadu nasib.
Dengan hanya bermodalkan surat yang di kirim sang ibu, Gendis sudah mendapatkan sedikit kasih sayang. Surat demi surat menunjukkan lokasi yang berbeda-beda. Gendis pun mulai menyurati ibunya kembali sejak kelas 3 SD.

Akan tetapi saat sudah dua tahun terakhir ini surat yang dikirimkan Gendis tidak pernah dibalasnya, walaupun seperti itu Gendis tetap tidak patah semangat dan dia terus mengirimkan surat kepada ibunya. Selang beberapa waktu munculah rasa penasaran Gendis untuk pergi ke Jakarta supaya bisa bertemu dengan sang ibu. Dia memiliki rencana kesana dengan mengikuti Kemah Tahunan Murid Berpestasi Nusantara.

Tahap demi tahap  Gendis pun bisa melaluinya, akan tetapi rencana Gendis terhalang pada izin ayahnya. Namun, Gendis tetap bersikeras dengan kegigihannya semakin menjadi berani setelah dirinya mengetahui bahwa ada kebenaran yang ditutupi oleh Danu. Selama ini surat-surat Gendis dikirim kembali lantaran alamat ibunya tidak lagi ditemukan itu  yang memebuat Gendis tidak pernah patah semangat untuk menemukan ibunya di Jakarta dan mencari tau penyebab ibunya meninggalkan Gendis.

Segala kerja keras yang telah diupayakan oleh Gendis, Gendis pun akhirnya bisa pergi ke Jakarta. Setibanya di sana, dia berkenalan dengan banyak peserta dari berbagai wilayah. Namun Gendis memang memiliki misi khusus untuk mendekati Gilang salah satu peserta asal Jakarta. Harapannya, supaya dia dapat memperoleh bantuan dari Gilang untuk mencari lokasi ibunya.

Apakah  Gendis dan Gilang bisa menemukan keberadaan  dimana tempat tinggal sang ibu Gendis? dan dapatkah dia bisa membawa sang ibu untuk kembali pulang kerumah?

Saksikan kelanjutan kisah Gendis dan Ibunya Gendis pada film “Surat Untukmu“ hanya dibioskop terdekat kalian dan  jangan lupa menghabiskan waktu diakhir pekan minggu ini ya!

Baca juga: Lima Manfaat Menonton Film Barat

Rayakan HUT RI ke-71, Endank Soekamti Bikin “Vlog Fest 2016 The Movie“

Text by: Dheo Galih P

Photo by: Seleb.co.id, dok. Surat Untukmu

Beribu Titik Selam di Kepulauan Wakatobi

OLYMPUS DIGITAL CAMERAPhoto by wakatobi.com

Indonesia Destinasi Selam Terbaik dunia

 

Pesona alam di negeri kita ini memang tidak ada hentinya memukau hati para wisatawan. Apalagi soal destinasi wisata air, sudah tidak dapat diragukan lagi karena sebagian besar pulau di Indonesia  yang dikelilingi oleh  hamparan laut luas. Salah satunya seperti Kepulauan Wakatobi yang terletak di Propinsi Sulawesi Tenggara ini.

Wakatobi sendiri merupakan sebuah singkatan yang diciptakan dari nama-nama pulau besar disana yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, tempat ini dulunya terkenal sebagai tempat para pandai besi berasal. Tidak hanya keindahan lautan biru dan kekayaan hayati laut melimpah ruah didalamnya, tradisi budaya masyarakat yang masih melekat disini juga pasti menarik hati dan tidak akan cukup anda nikmati hanya dalam waktu singkat!

Ketika mendengar kata Wakatobi, yang terlintas di telinga para wisatawan pasti adalah menyelam. Selain menawarkan kedalaman dan panorama keindahan bawah laut bervariasi, arusnya pun tidak terlalu kencang, serta visibility luar biasa membuatnya diincar oleh divers baik dari dalam maupun luar negeri. Namun jangan khawatir, bagi yang belum terlatih untuk diving, kita dapat menemukan tempat snorkeling tersebar dimana-mana. Kita juga dapat berkunjung ke Pantai Cemara yang terdapat barisan pohon cemara di tepiannya, atau pantai unik Pantai Moli’i Sahatu yang bermata air tawar. Pulau Hoga juga tidak kalah memukau  dengan pasir putih dan air laut jernih nan indah berhiaskan terumbu-terumbu karang.

Baca : Pesona Pura Besakih Pura Terbesar di Indonesia

Wisata lainnya yang dapat kita kunjungi adalah Taman Laut Nasional Kepulauan Wakatobi dimana terdapat 25 titik selam berbeda yang memiliki 112 jenis terumbu karang, dan sekitar 90an jenis ikan. Sementara yang lain bersantai sembari ditemani angin semilir di tepi pantai, akan terasa beda sensasinya melihat pemandangan elok sekitar kita lebih jelas dengan menaiki puncak bukit Kahyangan di Pulau Tomia. Pulau ini juga menjadi destinasi paling terkenal karena titik-titik selamnya yang luar biasa. Eits, jangan salah, selain kaya akan tempat wisata kepulauan ini menjadi salah satu pewaris budaya yang masih melekat pada diri masyarakatnya. Kalian tetap dapat melihat berbagai tarian adat seperti tari eja-eja, tarian mborira, dan berbagai tari lainnya yang akan mereka tampilkan pada waktu-waktu tertentu.

originaldiving

Beberapa hal yang harus kalian siapkan adalah dive license sebagai akses untuk para diving maniac, akan terasa percuma berwisata kesini tanpa mencoba titik selamnya! Kamera underwater pun sudah pasti siap ditangan. Serta yang terpenting adalah baterai atau pengisi daya baterai alat elektronik, jika anda ingin berkunjung ke tempat lain selain Pulau Wangi-wangi. Dikarenakan disana daya listrik hanya dinyalakan mulai pukul 6 sore sampai pukul 6 pagi.

Nah, untuk dapat sampai ke tempat ini kalian dapat melewati jalur udara maupun laut. Beberapa pesawat kecil sudah menyediakan penerbangan ke kepulauan ini yang biasanya mendarat di Bau-Bau, atau kalian dapat menempuh jalur laut dengan menggunakan kapal dari Kendari. Tiket untuk kapal dapat dibayarkan saat sampai di pelabuhan atau saat menaiki kapal tersebut. Perjalanan melalui jalur laut memang akan memakan waktu agak lama yaitu sekitar 10-12 jam, tetapi anda akan dimanjakan dengan pemandangan indah dari pulau sekitar dan bahkan lumba-lumba atau paus yang memang masih dibiarkan lepas pada habitatnya.

idwikipediaorg

Baca : Ngarai Sianok, Lembah yang Berprestasi

So, apakah anda masih ragu untuk menjadikan Wakatobi sebagai destinasi berikutnya?!

 


FIND US ON

[et_social_follow icon_style="slide" icon_shape="circle" icons_location="top" col_number="auto" custom_colors="true" bg_color="#a70a0d" bg_color_hover="" icon_color="" icon_color_hover="" outer_color="dark"]

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.