1


RAISA PECAHKAN SUASANA SCOOTER 2018

Raisa on stage SCOOTER 2018

Gegap gempita pesta tropikal akhir pekan.


SCOOTER “Smapa Cool Termination” 2018 acara tahunan yang diprakarsai siswa-siswi SMA 4 Semarang, kembali diselenggarakan dengan balutan yang berbeda. Hajatan tahunan ini selalu menghadirkan bintang tamu yang sedang trend pada masanya, SCOOTER mengulang kebiasaannya setiap tahunnya. Seperti ditahun 2016 mengundang Gugun Blues Shelter dan Sandhy Sandoro , ditahun 2017 Dhyo How dan Tulus didaulat sebagai guest stars.

SCOOTER bisa dikategorikan sebagai salah satu penyelenggara pensi terbaik di Semarang. Dari tahun ke tahun selalu menyuguhkan konsep baru, menyuguhkan sesuatu yang unik, dan berbeda dari pensi lainnya. Mengangkat tema “Trentxation”, SCOOTER menyuguhkan balutan konten lekat akan nuansa pesta tropical yang dimeriahkan melalui special performance dari Raddest, Reality Club hingga Raisa.

Hari yang cerah menyelemuti Lapangan Sepak Bola SMA 4 Semarang, (15/9/18) pekan kemarin. Buah dukungan semesta menyambut kemeriahan SCOOTER tahun ini. Ada yang menarik dari perlehatan Scooter tahun ini. Sebelum penonton sampai stage utama, mereka harus melalui spot area dengan berbagai dekorasi ciamik yang mendukung kemeriahan hajatan ini..

Setelah memasuki gate, penonton akan berjalan melewati semacam labirin yang sudah dihiasi sedemikian rupa. Dengan sorotan lighting ditambah ornamen dedaunan warna warni dilangit labirin mengesankan seolah penonton dibawa imagi-nya berada pada sebuah pesta tropical yang sangat menawan. Selanjutnya flow menuju kearah spot yang pastinya instagramable. Hingga akhirnya menuju kearah spot food and bevagre dan berlabuh di main stage.

Photo doc : Henggal Wismana

Dengan melihat susunan line-up pengisi acara SCOOTER tahun  ini, maka tak heran penonton pun terlihat sudah memenuhi venue. Dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, acara dimulai dengan suguhan drama musical bertajuk “Stafors La Mostra” karya anak SMA 4 Semarang. Diselingi oleh performance paduan suara, pencak silat, traditional dance hingga modern dance, membuat sorak sorai penonton tak terhindarkan.

Dilanjutkan oleh performance dari Raddest yang tampil dengan baik dan provokatif malam itu. Dengan lantunkan Electronic Dance Music (EDM) yang disuguhkan membuat penonton berdansa menikmati malam. Selanjutnya Reality Club tunjuk ditunjuk untuk memeriahkan SCOOTER 2018. Unit indie pop asal Jakarta bernama ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Melalui lagu-lagu yang sederhana, mereka meramu musik yang tidak hanya enak, tapi juga masuk untuk didengarkan oleh siapa saja. 

Photo doc : Henggal Wismana

Photo doc : Henggal Wismana

Raisa menjadi closing performance dan  puncak acara dari SCOOTER 2018. Romantic Atmospehere disuguhkan oleh Raisa dengan dinyalakannya flashlight handphone dari para penonton saat menyanyikan lagu ‘Arti Menunggu’. Malam yang cerah semalam, membuat lapangan terasa seperti cermin dari langit yang cerah dan penuh bintang, Raisa berhasil menutup SCOOTER 2018 dengan spektakuler yang tentunya membuat para penonton tidak merasa rugi jauh-jauh datang dengan lagu ‘Could It be”’.

Lengkap sudah pesta tropikal yang diusung oleh SCOOTER 2018 berjalan malam itu. Keriangan nampak masih melekat pada wajah setiap penonton ketika meninggalkan venue.

Photo doc : Henggal Wismana

Photo doc : Henggal Wismana

 

 

FUJIFILM MULAI SERIUS GARAP PASAR VIDEOGRAFI MELALUI X-H1

Photo by doc. FUJIFILM

Bodi ala GFX 50s dengan layar sentuh dan fitur penstabil.


 

Longlifemagz – Tidak ingin ketinggalan dengan kompetitornya dalam menghadirkan mirrorless handal untuk foto dan video, Fujifilm secara resmi mengumumkan kehadiran Fujifilm X-H1. Kamera ini merupakan mirrorless pertama dari Fujifilm yang difokuskan untuk videografi.

Satu hal yang sangat menarik dari Fujifilm X-H1 adalah desain bodinya yang mengadopsi desain kamera medium format Fujifilm GFX 50S. Seperti GFX 50S bagian atasnya juga bisa ditemukan layar LCD berukuran 1.28 inci untuk menampilkan informasi pengaturan kamera.

Dengan menargetkan para videografer, kamera ini memiliki fitur five-axis in-body image stabilization atau yang biasa disebut dengan IBIS. Dengan fitur ini, pengguna akan mendapatkan fitur image stabilization, dengan lensa apapun yang digunakan.

X-H1 mendukung format perekaman DCI 4K (4096 x 2160) dan color gamut Rec.2020 serta bitrate sebesar 200Mbps. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan perekaman 1080p dengan kecepatan 120 fps. Pengguna dapat merekam video dengan masukan suara lewat built-in microphone atau lewat microphone eksternal via jack audio.

Fuji X-H1 rencananya akan dijual di pasaran mulai Maret tahun ini dengan banderol harga US$1,900 (sekitar Rp26 juta) — harga yang cukup pantas jika melihat kemampuan dari kamera ini.

 

GELARAN AKBAR TAHUNAN WALL OF FADES KEMBALI DUKUNG DENIM LOKAL

 Photo by doc. Wall of Fades
Berburu koleksi denim terbaik di Wall of Fades

 

Longlifemagz – Di tengah serbuan tren street wear yang sangat booming belakangan ini, denim tetap menunjukkan eksistensinya sebagai busana yang terus diminati. Terbukti dengan menjamurnya komunitas pecinta denim di Indonesia. Tak berlebihan rasanya jika menyebut denim sebagai busana abadi dan tak pernah kehilangan pesona. Di tengah arus mode yang terus berganti-ganti, denim tetap saja memiliki tempat sepesial di hati banyak orang.

Acara tahunan Wall Of Fades 2017 baru saja berakhir. Diadakan selama 3 hari (8-10/12) di Kuningan City, acara tahunan yang diselenggarakan oleh INDIGO ini mengusung “In The Making of Denim” sebagai tema besarnya. Untuk kamu yang datang, pasti banyak rangkaian acara Wall Of Fades 2017 yang berkesan di hatimu. Buat kamu yang tidak sempat datang, sayang sekali! Tapi tenang, kamu bisa datang ke acara denim exhibition terbesar se-Asia Tenggara ini tahun depan.

Baca :Wall of Fades 2016 : Evolusi Jeans Sebagai Pakaian Sehari-hari

Sekitar 68 brand yang hadir untuk meramaikan Wall of Fades 2017 antara lain; Sage, Elhaus, Mischief, Jackhammer, Orbit, Warpweft, Voyej, Sixteen Denim Scale, Oldblue, Aye Denim, Elders Company, Kana, dan Hijack. Selain itu, tercatat sebanyak lebih dari 25.000 pengunjung telah meramaikan Wall of Fades tahun ini. Hal ini menunjukkan pasar local brand tanah air yang kian bergairah di industri fashion. 

 

 

OM PMR, Usia Boleh Tua, Semangat Berkarya Tetap Membara

323rwer (1 of 12)(1)

Photo by Henggal Wismana, Bagus Aditya

“Makin banyak orang stress akhir-akhir ini, jadi perlu dihibur” ujar Aji Cetih Bahadursah sembari tertawa kecil mengomentari situasi saat ini.

 

Longlifemagz – Penuh akan kreatifitas, kritis terhadap realitas, tingginya rasa humor, menghibur, orkes dan legenda adalah beberapa kata yang bisa menggambarkan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR).

Berkarya selama 39 tahun, menjadikan OM PMR sudah melewati banyak kisah, manis maupun ketir dibelantika musik Indonesia. Mulai dari disensor Harmoko (Menteri Penerangan era Orde Baru) atas lagu Judul-Judulan, segala arsip dan produksi materi terbakar pada saat kerusuhan 1998, sampai merintis kembali dan masih diterimanya karya mereka oleh publik terkhusus anak muda generasi sekarang, secuil perjalanan karir OM PMR.

Adalah Wre Munindra, penyiar Prambors yang menemukan bakat mereka. Atas instruksi dari Kasino (Warkop) untuk mencari band pengiring siaran bersama Warkop DKI (Dono, Kasino, dan Indro) diradio Prambors, Wre Munindra menyuguhkan mereka sebagai pengganti dari Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP).

Dengan insting humor dan kesukaannya terhadap hal yang berbau india, Kasino lantas menggubah nama mereka satu persatu. Jhoni Madu Mati Kutu (vokal), Aji Cetih Bahadursah (tamborin), Ima Maranaan (bass), Budi Padukone (rhythm), Yuri Mahipal (mandolin), dan Hari “Muke Kapur” (mini drum/gendang) adalah hasilnya.

Siaran bersama warkop, bersama memparodikan lagu, lantas merintis karir mereka menuju kesuksesan. Sampai datang tawaran, untuk melaksanakan tour bersama Warkop mengelili Indonesia.

Datang lah ilham, sebuah nama untuk menamai grup mereka, Orkes Moral Kurang Gizi adalah salah satu opsi yang tercetus dari Dono (Almarhum). Namun diantaranya banyak yang kurang sependapat. Sampai akhirnya tercetus nama, Orkes Moral Irama Teler Pengantar Minum Racun (OM ILER PMR). Karena dasar mereka para personil PMR dahulu seperti orang teler.

“Soalnya waktu itu ada (orkes) Telerama jadi diplesetin Irama Teler. Pengesahan nama itu ditandai dengan beli nasi padang di Prambors. Dan setiap malam Jumat kami siaran sama Warkop di radio.” ujar Jhoni mengisahkan peran Warkop seperti yang terlansir dalam metronews.com.

Baca :

The Popo, Merangkum Isu-Isu Sosial Dalam Sebuah Karya

Pandai Besi, Mulai dari Album Baru, Cholil Mahfud, dan Scene Musik di Kota Semarang

“Warkop itu yang ngebimbing PMR, sepuluh tahun kite jalan bareng. Banyak pelajaran dari situ. Mulai dari kite-kite masih pade sekole sampe bener-bener dianggap bisa bediri sendiri baru deh mereka lepasin kite; udah waktunya lu berkarya sendiri sekarang. Begitu kata mereka (Warkop) waktu itu.” ungkap Budi Padukone.

Hingga tahun 1987, OM PMR memisahkan diri dari warkop dan memilih untuk berdiri sendiri. Meluncurkan album bertajuk ‘Judul-Judulan’, kian mengibarkan nama mereka. Konon penjualan albumnya tembus diangka 2 juta kopi. Tanda kesuksesan bagi album ‘Judul-Judulan’ untuk penjualan kaset pada era itu.

Hingga timbul banyak respon, pro maupun kontra menanggapi. Seperi yang diungkap Rinto Harahap dan Taufik Ismail, lebih melihat bahwa meledaknya album tersebut oleh karena kejenuhan masyarakat akan musik serius dan pencapaian lagu itu adalah buah dari kejeniusan dalam kegiatan artistik dan itu wajar.

Berbeda dengan Taufik Ismail dan Rinto Harahap, Harmoko (Menteri Penerangan di era Orde Baru) mempunyai penilaian sendiri. Pada tahun 1988, dia memasukan album ini dalam daftar cekal Menteri Penerangan, dengan dalih “berselera rendah”, hal tersebut senada seperti yang terlansir dalam Rollingstone.co.id.

Sampai kerusuhan di Indonesia terjadi tahun 1998, era transisi menandakan vakumnya OM PMR sampai dengan tahun 2012. Tahun 2013 adalah momentum bangunnya kembali OM PMR dari tidur panjang selama lebih dari 10 tahun.

Adalah Dokter Abie, seorang dokter spesialis THT berpraktik di RS Harapan Kita sekaligus pemilik Borneo Beerhouse, sebagai salah satu orang yang berjasa menghidupkan kembali OM PMR diatas panggung.

“Saat itu di Borneo Beerhouse lagi ada acara DJ-DJ-an. Tiba-tiba DJ terakhir muterin lagunya PMR. Itu waktu diputar, yang tadinya capek joget, langsung joget. Wah, ini (PMR) masih banyak yang nunggu nih. Akhirnya ngumpulin beberapa teman, Dado (drummer The Flowers)… “Do, si PMR harus manggung sendiri di sini,” kenang Abie dalam film dokumenter OM PMR Belum Ada Judul episode 1 yang ada di kanal YouTube Sedap Films.

Konser OM PMR akhirnya digelar tanggal 28 Juni 2013 di Borneo Beerhouse, terbilang sukses dan mendatangkan massa yang banyak. Keseruan terekam, dimana setiap orang saling bergoyang, mengekspresikan diri, dan melantunkan syair dengan lantang .

Mulai dari masyarakat umum maupun public figure menyambut dengan riang tanpa ada strata disana. Terlihat, mulai dari Soleh Solihun (Comic), Gofar Hilman (Penyiar Radio), sampai Sari (Vocalis White Shoes And The Couples Company) sama-sama asik bergoyang dalam irama orkes yang disuguhkan.

Sampai sekarang, OM PMR masih mengibarkan orkes disegala penjuru tanah air. Tak membeda-bedakan event, mulai dari pensi SMA, road tour, sampai main difestival musik, mereka jabanin. Usia bukan jaminan bagi semangat berkaya untuk mereka-mereka ini melemah.

Seperti yang diungkap oleh Arie Dagienkz “OM PMR ini bisa dijadikan contoh. Walau pun umur masih bisa dibilang masih muda, muda banget, heheh. Tapi semangat, energi, dan kreativitasnya ga berenti. Jangan pernah menyerah, semangat terus. Contoh OM PMR ini.”.

Longlifemagz mendapat kesempatan mewawancarai OM PMR, saat mereka bertandang ke event music yang digelar salah satu kampus di kota Semarang. Tak hadirnya sang frontman Jhony Iskandar disebabkan oleh penyakit yang menyita kesehatannya, tak menghilangkan semangat dari OM PMR untuk tampil didepan ribuan massa.

Kali ini Arie Dagienkz yang didaulat menggantikan vocal dan guyonan Jhonny kepada para Sahabat Racun (fans OM PMR), dengan personil OM PMR yang lain, hangat pula kala menyambut kami sembelum melakukan sesi wawancara. Berikut adalah isi wawancara yang terekam dalam rubik Undercover :

Gimana awalnya ada ide merubah lagu orang?

Kalo idenya si udah dari dulu, sudah terbiasa dengan Almarhum Kasino (salah satu personil Warkop) mengkomedikan lagu-lagu. Jadi sudah terbiasa seperti itu. Dan seterusnya kita juga dulu sering ngumpul sampai manggung bareng Warkop. Jadi sudah biasa.

Selama merubah lagu orang , seperti misal ‘Bintangku-Bintangmu’ lagu Obie Mesakh, atau ‘Pergi Tanpa Pesan’ lagunya Eliya Kadam, tanggapan dari beliau yang punya lagu seperti apa?

Kalau sama penciptanya saya belum mendengar apa-apa, kalau syairnya kami rubah. kami belum pernah mendengar respon ya. Tapi tidak apa-apa sepertinya, yang terpenting masih bisa dinikmati oleh anak muda

Ada salah satu lagu yang paling berkesan bagi saya, lagu ‘Malam Jum’at Kliwon’. Masih jarangnya sekali musisi yang mengangkat tema setan dalam lirik lagunya? Dapat ilham dari mana atau mungkin itu kisah nyata?

Lagu Malam Jum’at Kliwon itu terinspirasi dari tragedi Bintaro. Nah tepat diperingati bulan sekarang juga. Karena pada saat kejadian itu terjadi, setelah tragedi kereta tertabrak itu, kita sempat mendengar cerita dari orang-orang disekitar situ. Ya tentang rumor horor. Terus kita bikin syairnya seperti yang terdapat di lagu itu.

DSC04322

Selama 43 Tahun berkarya, sudah melewati 2 fase waktu, mulai dari era Orde Baru sampai era Reformasi. Ada tidak perbedaan antara OM PMR berkesenian tempo dulu dengan sekarang?

Kalau dulu kan hasil berdasarkan penjualan ya, kalau sekarang manggung kan juga lewat off air. Bukan kaset sekarang yang kita uber (baca : kejar), harus event. Nah itu bedaya sekarang. Dulu juga buat manggung itu dibatesin. Nah kan kalau sekarang dibebasin. Malah kesannya kebablasan, hehhe. Tapi ga juga si, off air itu penting. Kalau engga, dapur engga ngebul, hahaha

 

Setelah keluarnya Album ‘Judul-Judulan’ yang tembus sampai 2 juta kopi, dengan salah satu single andalannya, ‘Judul-Judulan’ pernah disensor oleh pemerintah Orde Baru. Sebenarnya apa yang terjadi?

Itukan himbauan, kala itu Harmoko (Menteri Penerangan diera Soeharto) mengesankan lagunya terdapat konten-konten porno. Pemikirannya ortodok itu. Tapi kan memang hakekatnya waktu itu seperti itu. Seolah-seolah mereka bilang (Pemerintah) itu tidak terjadi, padahal ya terjadi seperti itu. Kumpul kebo itu kejadian dulu marak sekali, dan bahaya sekali bagi anak muda pada waktu itu. Jadikan ada beberapa lirik, seperti misalnya kebo-keboan, pacar-pacaran. Tapi memang lagu ‘Judul-Judulan’ itu sindiran untuk keadaan pada masa itu. Kala itu memang sedang marak-maraknya terjadi.

Sempat vakum ditahun 1998 sampai kemudian ditahun 2013 muncul kepublik kembali. Apa yang menyebabkan OM PMR hadir, berkarya kembali dan merubah lagu orang-orang lagi?

Sebetulnya kalau semangat untuk berseni kita terus ada, Cuma untuk kesempatan manggung kita dapat pada saat itu. Setelah mati suri dan vakum, hingga tahun 2011 kita ada kesempatan untuk manggung. Dan berimbas sampai sekarang.

 

Untuk lagu ‘Duit’ yang merupakan lagu orisinil dari OM PMR dialbum terbaru, ‘Orkeslah Kalau Bergitar’, terkesan lebih agamis dan serius mengangkat tema itu. Berbeda dengan beberapa lagu sebelum-sebelumnya yang lebih ketema nakal, satir, kadang nyeleneh. Apa yang ingin disampaikan?

Salah satu warna dalam lagu boleh-boleh saja, agar tidak monoton dalam satu syairnya. Karena juga sedikit dapat ilham itu, heehe. Mungkin karena masalah usia ya, tapi yang jelas memang kita ingin menyajikan sesuatu yang berbeda.

DSC04308

Kirain biar tidak dikira PKI bikin lagu bertema agamis, hehe?

PKI kan Penikmat Kopi Indonesia, hahahaha

Buat kedepannya, kejutan apa yang akan dikeluarkan OM PMR?

Nanti buat kedepannya kita akan mengeluarkan album terbaru. Banyak lagu-lagu yang bakal kita keluarin dan orisinil karya dari kita. Sampai saat ini proses pembuatan sudah 60%. Insyaallah Tahun Depan keluar.

Untuk Industri musik Indonesia, kian kesini semakin sedikit atau mungkin kurang terekposnya para penerus musik khususnya musik humor. Bagaimana pesan atau mungkin petuahnya, untuk para generasi muda?

Kalau dulu ada namanya Lembaga Musik Humor. Mungkin salah satu penyemangat mesti diadakan kembali. Agar mereka mempunyai wadah untuk berkreasi, bersikap dan ada sasarannya. Ada yang dituju seperti itu. Yang penting bisa berkarya. Yang terpenting ada rangsangan. Kalau sekarang engga ada. Ini pesan kami harus diadakan seperti itu. Mudah-mudahan dengan PMR sekarang masih eksis, akan melahirkan PMR-PMR yang baru. Akan lebih hebat, akan lebih menghibur di Nusantara ini. Penting soalnya musik humor itu. Makin banyak orang stress akhir-akhir ini, jadi perlu dihibur. Heehe

 

 

Film G30S PKI Ala Kids Zaman Now

142537_620

“Akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru, agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi-generasi milenial,” Presiden Joko Widodo.


 

Longlifemagz.com – Mencuatnya kembali isu kebangkitan Komunis, Partai Komunis Indonesia (PKI), membuat publik kembali ketar-ketir. Phobia bangsa Indonesia kembali hadir mewaspadai kebangkitan Komunis, PKI yang katanya akan kembali hadir dan mengkudeta sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bak manusia Zombie yang kembali hidup siap memusnakan umat manusia demi berkuasanya Sarikat Zombie Nasional seperti film Redisent Evil besutan Paul W. S. Anderson, Hantu-hantu komunis, PKI sama kesannya. Entah siapa yang mengangkat dan menghidupkan kembali, mungkin ini konspirasi dari Red Queen dengan Umbrella Corporation yang terkenal jahat itu.

Berbicara tentang Komunis, PKI, dan film, akhir-akhir ini muncul kembali wacana pemutaran film G30S PKI besutan Arifin C Noer. Wacana itu didukung salah satunya oleh Panglima Jendral Gatot Nurmantyo dengan maksud untuk mengingatkan kembali akan sejarah kelam bangsa terkhusus kepada generasi millineal, atau bahasa nge-trend-nya kids zaman now. Dan ini benar-benar ditanggapi serius, karena faktanya dibeberapa tempat sudah menyelenggarakannya.

Banyak ragam cara menontonnya, salah diantaranya dengan nonbar atau nonton bareng. Namun apalah daya, kids zaman now adalah generasi Millennial. Manusia yang lekat akan teknologi dan gudget, terlebih tradisi nonton bareng seiring waktu sudah tak seramai tahun 80an sampai 2000-an awal. Apalah enaknya nonton bareng, ditengah lapang, dikerubungi nyamuk, disuguhkan tahu dan singkong rebus. Itu bukan milik generasi ini lagi.

Bila yang dimaksud nonbar itu didalam ruangan, lalu film disiarkan melalui TV seperti yang nanti akan ditayangkan di TV One. Atau mungkin efeknya membuat TV-TV lain ikut menayangkan, mengganti siaran Tonight Show, Stand Up Comedy, Dunia Terbalik, Atau Anak Langit, maka tidak akan bertahan lama efek propagandanya.

Silahkan saja, anak-anak sekarang sudah tak terlalu exited untuk berlama-lama menonton didepan layar TV kecuali acara kesukaan dan naruto, anime yang memonopoli perkartuan di Indonesia.

Bahkan mungkin pamor TV sebagai media berita, info, interaksi, maupun hiburan nomor satu, 10 tahun lagi eufhoria-nya tak akan seperti diera 2000-an awal. Internet adalah salah competitor dari TV. Dengan Youtube sebagai opsi website yang dipilih para penggunanya, sebagian besar generasi kids zaman now, Jokowi: Generasi Y akan Ubah Landscape Politik 5-10 Tahun ke Depan. Ingat, “Youtube, Youtube Lebih dari TV! Boom!”.

Peka akan hal itu, muncul ide ciamik dari Pak Presiden menanggapi masalah ini, terlontarlah kata untuk me-remake film G30S PKI. Menurut saya, ide ini sangat brillian, terkhusus agar kids zaman now melek akan sejarah. Terkait pengetahuan akan sejarah bangsa kepada yang muda-muda sebagai pembelajaran, tampaknya ini masuk dalam kewajiban negara untuk mendorong para sineas-sineas muda untuk menggarapnya.

Ide ini sangatlah penting, terlebih untuk merefleksasikan kembali dan dapat dijadikan arsip sejarah dimasa mendatang. Jangan mau kalah sama film jadul yang lain, Warkop DKI, Tiga Dara, R.A. Kartini, Lupus, Galih dan Ratna, dan yang baru Pengabdi Setan garapan ulang Joko Anwar.

Bila jadi diwujudkan remake film G30S PKI, ini saya suguhkan secara ikhlas hal-hal yang perlu diperhatian bari para penggarapnya. Semoga diterima dengan lapang dada, dan pertimbangkan secara sadar dan nyantai. Remake film G 30S PKI, harus…

Ada Aktor Cantik, Tampan Rupawan, Hits Banyak Followers di Instagram

Film G30S PKI, film super serius nan membosankan menurut saya. Durasi yang terlalu panjang, memakan waktu cukup lama bagi para kids zaman now yang lebih suka instan. Bila sudah durasinya lama, wajah aktornya kurang enak dipandang, ditambahaktor tidak terkenal di Intagram, maka makin besarlah kemungkinan untuk menghiraukan film ini disetiap tahunnya.

Ini bukan hanya masalah pengungkapan sejarah, namun bagaimana caranya memoles agar generasi ini secara sadar tanpa paksaan tanpa cemoohan tanpa MSG, mau menonton filmnya.

Banyak strategi untuk merebut hati kids zaman now, salah diantaranya pakai aktor yang dikenal oleh generasi ini. Vino G Bastian atau Tora Sudiro aktor Warkop DKI Reborn ini bisa dijadikan salah diantaranya.

Peran maupun aktingnya sudah tidak diragukan lagi, kredebilitasnya baik didunia perfilman, popularitas tentunya tidak diragukan! Coba bandingkan antara konten promosi film yang diupload oleh Vino dengan offial instagram Warkop DKI, terlampau jauh puluhan ribu likes dan ratusan respon comment.

Selain itu, salah diantara lainnya aktor rekomendasi adapula Prilly Latuconsina, Raditya Dika, Ernesh Prakasa, Raline Shah, sampai Pevita Pearce. Atau mau pula merambah ke dunia Vloger, Young Lex maupun Anya Geraldine boleh dicoba, bila mau.

Soundtrack Harus Band dan Penyanyi Yang Keren

seringai

Musik meningkatkan penerimaan tak sadar terhadap simbolisme. Kadang-kadang, bunyi tersebut dapat menciptakan dan mempertahankan ketegangan sebuah film lebih dari yang sedang dilayar kaca,memunculkan symbol-simbol arketik dan menggugah alam tak sadar penonton.” Tulis pentingnya soundtrack film dalam Buku Efek Mozard.

Soundtrack film mumpunyai magis tersendiri. Lihat, laskar pelangi dengan Nidji sebagai pengisi soundtrack-nya. Kala giring melantunkan lirik yang ia tulis untuk film tersebut, dibalut nada musik yang pas, menjadikan film Laskar Pelangi bisa tergambarkan tanpa anda harus menonton filmnya.

Begitupun dengan The Adams dalam Janji Joni, Potret, Melly Goelow dalam Ada Apa Dengan Cinta, Seurieus dalam Jomlo, maupun yang terbaru Barasuara dalam film Banda The Dark Forgotten Trail-nya.

Dalam beberapa scene G30S PKI dapat diisi oleh soundtrack, yang menggambarkan suasananya. Tentunya dengan band-band yang dikenal oleh anak generasi zaman ini. Bila dalam suasana mencekam dapat diisi lagu yang bertempo cepat, hardcord, bernuansa kelam. Seringai dengan Satu Sisi dan Menyerang, Horor Vision-nya Deadsquad, atau Tiga Titik Hitam punya Bugerkill bisa dijadikan song-list soundtrack.

Baca :Rocker dan Rockabilly: Sejarah Musik Rockabilly dan 8 Lagu Rockabilly yang Bersejarah

Bila butuh musik yang tidak terlalu bising, Risa Saraswati, Efek Rumah Kaca, The Trees And The Wild sampai Jason Ranti bisa pula dipertimbangkan. Banyak lagu bermakna, kadang satir, enak didengar, dan tentunya band-band indie-nya kids zaman now.

Lagu-lagu daerah dalam soundtrack, haruslah pula di-cover ulang. Entah ditambah arransement nada ataupun irama vocalnya. Musikimia bolehlah , atau kalau mau terkesan lebih seru lekat dengan intonasi bahasa Jawa yang khas, namun tetap kekinian. Pilihan bisa dijatuhkan pada Jogja Hip-Hop Foundation atau NDX A.K.A.

Gaya Bahasa, Mudah Dipahami, Kekinian Tidak terlalu baku

Adalah masalah kesepakatan, ataupun simbol untuk dapat berkomunikasi antar sesama. Bagaimana pesan dapat tersampaikan, bila tidak melihat kondisi sekarang, para generasi zaman sekarang. Bumbuhkan gaya bahasa yang lebih sedikit santai, yogs, sekut, cuk, kuy atau woles dibeberapa adegan.

Modifikasi Narasi, Lihat Dari Perspektif Lain

21372600_310920806039465_520670372668899328_n

Sudah berat, serius, berisi adegan pembunuhan, durasi lama pula, kurang alasan untuk membuatnya bosan. Masa konflik, segenting gentingnya kondisi, kurang tepat bila diantara orang-orangnya tidak ada fase bercanda atau lawakan atau apalah yang bisa mencairkan suasana.

Sang Pencerah, dalam scene kala K.H. Ahmad Dahlan menjelaskan perihal manusia harus kentut, atau film Soekarno, kala scene penculikan dimana Soekarni agaknya digambarkan bertingkah sedikit lucu kepada Soekarno Hatta. Adalah diantara film sejarah yang  disusupi pemanis cerita didalam film.

Bumbuilah sedikit, ibarat sayur asem, untuk membuatnya jadi enak tetaplah harus sedikit ditambahkan gula. Bila keberatan menambahkannya, ya sudahlah. Yang terpenting bagi remake total film G30S PKI, sejarah haruslah benar-benar diluruskan. Perlunya penyegaran riset-riset tambahan apakah para jendral sebelum dibunuh disiksa, atau bahkan dicongkel matanya sembari menyanyikan lagu Genjer-Genjer. Menurut tim ahli forensic tidak ditemukan hal itu.

Rujuk pula Literatur Buku karya Ben Anderson dan Ruth McVey, Kudeta 1 Oktober 1965 : Sebuah Analisis Awal. Atau John Roosa, Dalih Pembunuhan Masal. Bila membaca membuat pening, mungkin film documenter Jagal dan Senyap bisa pula dijadikan masukan.

Baca : Nasionalisme Negara Dunia Ketiga

Interpretasi mesti seimbang, data sejarah, wawancara korban dan pelaku kalau bisa untuk menghasilkan film sejarah yang benar. Generasi penerus jangan sampai menanggung dosa ataupula propaganda rezim tua. Bila bermaksud untuk memberi pengetahuan, ataupun sebagai pena sejarah generasi muda, maka lakukanlah dengan baik dan bijak.

Photo by : Doc. Tempo, Henggal Wismana,  Dailymotion, Takbir,Kompas Gramedia


FIND US ON

[et_social_follow icon_style="slide" icon_shape="circle" icons_location="top" col_number="auto" custom_colors="true" bg_color="#a70a0d" bg_color_hover="" icon_color="" icon_color_hover="" outer_color="dark"]

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.