1


20 TAHUN REFORMASI, MENGINGAT KARYA LAGU YANG DI BELENGGU

Photo doc. Kompas

Diantara lagu-lagu yang di kecam dan di cekal pemerintah Orde Baru sebelum reformasi.

 

Longlifemagz – Tepat tanggal 21 Mei 1998, Soeharto akhirnya turun dari jabatannya sebagai Presiden. Buah dari tuntutan dan ujuk rasa lapisan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara massif ini berhasil menumbangkan kekuasaan Soeharto yang sudah terlalu nyaman berkekuasa selama 32 tahun.

Enam tuntutan dilayangkan mengecam kesewenang-wenangan belio selama berkuasa, mulai dari penegakan supremasi hukum, pemberantasan KKN, mengadili Soeharto dan kroninya, pencabutan Dwifungsi TNI/ Polri, Pemberian otonomi daerah seluas-luasnya, sampai amandemen konstitusi yang didalamnya terdapat hak dalam mengemukakan pendapat.

Soeharto sebagai presiden, terkesan menganggap negara sebagai rumah, dimana terdapat bapak, ibu, maupun anak. Dan peran bapaklah yang diambil oleh Soeharto, dimana ia akan bertindak semaunya demi tercapainya semua keinginan sehingga patut dibilang status quo.

Oleh karenanya tidak jarang ekspresi, aspirasi, bahkan kritik masyarakat yang dianggap bertolak belakang dengan dalih cita-cita pembangunan yang telah belio rancang, akan tidak didengarkan, ditolak, atau bahkan dibalas dengan tindakan subversive melalui alat negara.

Tanpa terkecuali semua pihak akan diberlakukan hal demikian. Begitupun para musisi sebagai segelintir bagian dari masyarakat bila melakukan tindakan yang bertolak belakang sesuai wacana yang telah dibangun oleh pemerintah akan pula menerima akibatnya, minimal merasa diawasi aktivitasnya oleh alat negara. Padahal bukankah setiap warga negara berhak menyatakan pendapatnya, kekuasaan itu harus diawasi sebagai kontrol, dan terlebih musik sebagai seni seyogyanya peka dan kritis akan realitas sosial.

Dalam memperingati 20 tahun reformasi Indonesia, Longlifemagz akan memberikan cuplikan fenomena para musisi yang mengkritik pemerintah melalui lagu, aktivitas bermusik, dan mereka yang mengalami respon balik berupa pencekalan.

 

Iwan Fals Yang di Intograsi

Iwan Fals adalah salah satu musisi yang konsisten mendokumentasikan dan lantang menyuarakan masalah-masalah sosial yang terjadi selamadidalam setiap lirik lagunya. Sederet lagu bernuansa protes tersaji penuh suara mosi tidak percaya, Bongkar, Bento, Ambulance zig-zag, Sugali dan Wakil Rakyat diantaranya.

Tidak hanya moral maupun kesewengan pemerintah Soeharto yang diprotes Iwan, kebobrokan dan masalah di sector transporasi juga di jadikan bahan celotehannya. Misalnya, tentang musibah kapal Tampomas II di perairan Masalembo karena mendayagunakan kapal bekas pada lagu “Celoteh Camar Tolol dan Cemar”, juga tentang musibah kereta api yang selalu ada dalam catatan muram bangsa ini, seperti yang di kutip dalam 100 Tahun Musik Indonesia.

Tindakan yang dilakukan oleh Iwan tidak luput mendapat balasan dari pemerintah, mulai dari pencekalan sampai pelarangan mengadakan tour diberbagai kota, seperti yang termuat dalam Dewa dari Leuwinanggung. Selain itu Iwan Fals juga pernah berusan dengan pihak berwajib, ia pernah di intrograsi selama 14 hari saat konser di Pekanbaru, dengan dalih menghina negara dan ibu negara akibat lagu “Demokrasi Nasi” dan “Mba Tini” yang dibuatnya.

Rhoma Irama dan Pencekalan

Di balik tema lagu cinta, moral, dan dakwah agama, dangdut melalui sang raja dangdut Rhoma Irama, membahas pula tentang kritik dan masalah sosial, itu yang membuat pihak pemerintah gerah. Terlebih pada waktu itu Rhoma Irama adalah idola masyarakat umum, dengan music yang sepopuler itu mampu menggerakan massa ratusan ribu orang.

Baca : Raja Dangdut, Polemik Dakwah, Musik, dan Goyang

Banyak lagu Rhoma yang vocal menyuarakan masalah sosial dan tak jarang diantaranya membuat gerah pihak penguasa. Seperti misalnya “Hak Asasi” yang berbicara tentang adanya hak-hak asasi setiap manusia. Selain itu “Rupiah”, lagu yang berbicara tentang pendewaan orang-orang akan uang dan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkannya.

Lagu “Rupiah” dicekal oleh pemerintah karena  menurut mereka liriknya mengandung hinaan terhadap mata uang nasional. Seperti yang dikutip dalam Lifestyle Ecstasy : Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia: lagu ini dilarang di televisi, dan menurut sejumlah pedagang kaset, kasetnya di singkirkan secara halus terutama karena tekanan pemerintah.

El pamas dan Pak Tua-nya

Dekade 80-an, adalah rentan tahun dimana banyak band rock berkualitas yang bermunculan. Salah sebabnya adalah diselenggarakan Festival Rock se-Indonesia yang di prakasai oleh Log Zhelebour, seseorang yang mempunyai peran dalam memajukan music rock Indonesia. Berkat festival tersebut makin banyaknya band-band rock bermunculan dan kian di ketahui publik, El pamas diantaranya.

Salah satu lagu yang mengantarkan El pamas makin di kenal publik adalah “Pak Tua”, lagu yang bercerita tentang penguasa tua yang belum juga pensiun. Lewat lagu itupula El pamas, sempat mendapatkan pencekalan akibat menghina penguasa, dalam hal ini Soeharto.

Pop Mendayu Yang Mengancam

Tidak hanya lagu yang mengkritik secara langsung terhadap rezim, lagu dengan lirik yang cengeng dan musik yang mendayu-dayu juga menjadi incaran. Lagu “Hati Yang Luka” yang banyak dinyanyikan oleh para penyanyi-penyanyi hits diantaranya Betharia Sonata dan Gelas-gelas Kaca buatan Rinto Harahap yang dinyanyikan oleh Nia Daniati, turut dikomentari pula oleh Menteri Penerangan, Harmoko.

Menurut Harmoko lagu tersebut sebagai lagu ratapan tanpa semangat, keretakan rumah tangga, dan cengeng, sehingga tidak menginterpretasikan semangat rakyat Indonesia khususnya cita-cita pemuda yang dibangun oleh Orde baru sebagai pemuda harapan bangsa.

Dalam penelitian Irfan R. Darajat yang diunggah dalam website JurnalRuang juga menyebutkan banyak indikasi hal itu terjadi, diantaranya karena dapat mengguncang imaginasi keluarga bahagia Orde Baru yang dibayangkan oleh negara.

 

 

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

5 PENAMPIL SPESIAL JAVA JAZZ FESTIVAL YANG BERHASIL MEMBAWA NOSTALGIA

Photo by doc pophariini.com

Suguhan para penampil legend yang membuat penonton terbius nostalgia romansa semasa muda.

 

 

Longlifemagz – Perhelatan yang diselenggarakan selama 3 hari, sedari tanggal 2-4 Maret 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta berhasil menarik puluhan ribu pengunjung. Tidak habis-habisnya Java Jazz Festival memberi berbagai kejutan bagi para penikmatnya.

Kali ini dengan peluru, suguhan para penampil legend yang membuat penonton terbius nostalgia romansa  semasa muda. Begitupula dengan berbagai kombinasi atau kolaborasi penampil yang mereka suguhkan kala mendendangkan hits lagu-lagu pamungkas era 70-90an nya.

Berbagai penyanyi legenda, kolaborasi maupun kombinasi lintas usia maupun genre mereka suguhkan dengan berbagai cara, dengan spesial membawakan tembang-tembang hits semasa dulu. Berikut diantaranya kami rangkum, mereka-mereka yang dengan epic mengajak penonton bernostalgia bersama.

  1. The Music of Chandra Darusman

Chandra Darusman dan Erwin Gutawa dalam Karimata saat tampil di Java Jazz Festival ll Photo by Beritatagar

The Music of Chandra Darusman adalah Salah satu penampil yang berhasil meraup ribuan orang. Bagaiaman tidak sekaliber Chandra Darusman, musisi legend 70-an dengan berbagai hit seperti “kau dan kekagumanku”, pastilah ditunggu kehadirannya di BHI hall, Java Jazz Festival. Terdapat pula sederet artis yang menyanyikan lagunya pada saat itu, mulai dari Mondo Gascaro, Monita Tahalea, sampai Adikara.

Kejutan tak kunjung surut kala Karimata dan Chaseiro hadir dalam satu panggung. Terlihat Erwin Gutawa yang asik melakukan atraksi solo bassnya disambut oleh kebolehan skill dari Candra Darusman di piano. Decak kagum tak kunjung surut terpancar dari wajah penonton, kala melihat atraksi mereka. Hingga diakhir performance The Music of Chandra Darusman ditutup dengan lagu “Pemuda” oleh Chaseiro dan para penampil-penampil lain. Dan sing-along dari penonton tidak terbantahkan.

 

  1. Java Jive X Fariz Rm

Fariz RM on stage ll Photo by doc. Java Jazz Festival

Nostalgia kembali terjadi Java Jazz Festival 2018, tepat di Garuda Indonesia stage malam itu (03/03), Java Jive dan Faris RM tampil. On stage tepat pukul 23.00 Wib, Java Jive yang mengambil alih panggung terlebih dahulu. “Sisa Semalam”, “Kau Yang Terindah” sampai “Keliru” sederet obat mutakhir, membuat penonton terbuai dan kembali ingatannya kemasa lalu.

Sampai akhirnya, Faris RM pun turut on stage, terciptalah kolaborasi diantara mereka berdua. “Gadis Malam” adalah lagu pembuka kebersamaan mereka berdua. Hingga tiba di tiga lagu pamungkas, “Sakura”, “Barcelona”, dan ”Dansa Yo Dansa” penampilan mereka masih terbayang dan berkesan.

  1. The Rollies

Penampilan The Rollies saat di Java Jazz Festival ll Photo by doc detik

Mereka adalah salah satu panutan dijamannya, hadir memberi warna baru di belantika music Indonesia era 60-80an akhir, terkhusus bagi genre jazz rock, pop, dan soul funk. Kehadiran mereka malam itu (04/03) di Avrist hall, Java Jazz Festival disambut hangat oleh para penonton yang sudah mengerubungi stage.

Sederet nomor-nomor andalan mereka lancarkan, mulai dari Ke “Astuti”, “Kau Yang Ku Sayang”, “Kemarau”, sampai “Dansa Yo Dansa”. Nostalgia terjadi tak tertahan, sing along terdengar tak terbendung. Diantara penonton yang menikmati penampilan The Rollies, adalah Rhesa bassist dari Endah And Rhesa yang sumriah melihat penampilan mereka.

Baca : Live Review: Warna-Warni Java Jazz 2018

  1. Indonesian Legend Reuni: 80/90

Memes dan Addie Ms, kala menghibur penonton di BNI hall ll Photo by doc tempo

Bagaimana bila sederet legenda Indonesia dihadirkan dalam waktu yang bersamaan ditempat yang sama? Ya, sama halnya seperti kamu memasuki lorong waktu dan kembali kemasa lalu. Begitupun yang terjadi di Tebs hall, Java Jazz Festival, malam itu (04/03). Bagaimana tidak, sekaliber Fariz RM, Mus Mudjiono, Deddy Dhukun,Christe, Kinan Nasution, Addie MS, sampai Memes berada di satu panggung.

Hasilnya, hall crowded, penuh dan riuh yang terasa. Membawakan tembang-tembang hit dijamannya, “Terlanjur Sayang” yang dibawakan oleh duet emas Memes dan Addie MS, “Masih Ada” duet Deddy dan Christe, Fariz RM dengan “Sakura”, hingga “Arti Kehidupan” dari Mus Mudjiono yang menutup manis malam itu dibantu dengan penampil legend lainnya.

  1. Iwa K X Neutronic

Iwa K x Neurotic on stage MLD spot hall ll Photo by doc metronews

Tampil dihari terakhir (04/03) dengan sederet hideliner dipanggung berbeda, tidak menyebabkan Iwa K kehilangan masanya. Terlihat penonton sudah memadati MLD spot hall, stage Iwa K dan Neutronic tampil.

Sederet lagu mereka hempaskan kepenonton, namun tetap yang paling epic didua lagu penutup, “Bebas” dan “Malam Ini Indah”. Crowd yang sebelumnya sedikit tenang, kian bergolak kala lagu itu dimainkan. Generasi 90-an yang girang bukan kepalang, hadir memberi warna baru.

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

TIPE-TIPE GOLONGAN PENGGUNA INSTA STORIES

Artwork by keywordsuggest.org

Sering update Insta Stories? termasuk golongan yang manakah kamu?

 

Longlifemagz – Saat ini media sosial memang telah memasuki masa booming-nya, terhitung setelah Facebook, Twitter, dan Instagram lahir ke dunia maya ini. Media sosial kini telah menyerupa menjadi suatu kebutuhan batin dan kepuasan hati, entah untuk dipakai update sendiri maupun sekedar memenuhi hasrat kepo akun-akun tetangga.

Salah satu media sosial yang masih sangat populer adalah Instagram. Kemampuanya berinteraksi dengan gambar dan video pendek dan juga filter – filter yang ciamik telah membuat Instagram semakin diminati.

Gimana gak banyak peminat, jepretan ala kadarnya pun jika memakai filter instagram bisa terlihat profesional cuy, hehe. Bukan hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, kini Instagram juga menjadi lahan hiburan bagi pemuda-pemudi gabut, untuk mencari informasi, sekaligus menjadi ladang rezeki endorse ala-ala selebgram alias “Selebriti Instagram”

Salah satu fitur Instagram yang paling favorit adalah Insta Stories, karena media sosial ini sudah terbilang lama, pengguna – penggunanya pun seperti sudah terkotak – kotakan. Berikut 6 tipe pengguna Insta stories ? Yuk disimak..

 

  1. Anak Riya

Panggilan kerennya adalah Ariy “Anak Riya” berisi sekumpulan manusia yang sering riya atau pamer di Insta Stories. Mulai dari pamer baju baru, pamer lagi jalan – jalan, pamer punya pacar sampai pamer karna baru putus dan sedang galau.

 

  1. Majelis Anak Boomerang

Di majelis ini tentu hanya berisi orang – orang yang menyukai fitur foto boomerang. Orang-orang yang kelewat kekinian ini adalah yang sudah bosan dengan foto statis, sehingga segala momen diabadikan dengan metode boomerang.

 

  1. Anak Endorse

Adalah sekumpulan orang-orang yang mengaku selebgram dengan memanfaatkan banyaknya followers sebagai ladang rezeki. Tipe ini hanya memanfaatkan Insta Stories-nya untuk kegiatan yang kapitalistik, mulai dari promosi produk, event, jasa pijat, jualan banana nugget, sampai sekumpulan orang – orang yang memaksa merubah media sosial menjadi e-minimarket, hehe.

 

  1. Anak – Anak Persandian Negara

Dilihat dari namanya sudah kelihatan, orang – orang yang menggunakan Insta Stories dengan metode sandi atau kode – kode dengan tujuan memberikan informasi kepada calon gebetan bahwa ia rindu jalan bareng, rindu chat mesra sampai rindu rasanya dirindukan, haha. Padahal belum tentu doi follow Instagramnya. Tragis memang…

 

  1. Paguyuban Anak Quote

Di paguyuban ini orang – orangnya memakai Insta Stories untuk kegiatan berbagi kata-kata petuah. Mulai dari petuah cinta, motivasi hidup, sampai bangkit dari kegagalan. Orang – orang yang sering memberikan semangat bagi orang lain meski ia juga sebenarnya butuh disemangati juga, uwuwuw.

 

  1. Anak Sticker

Berisi orang – orang yang yang tidak Pede, alias tidak percaya diri jika hanya menggunakan Insta Stories secara polos. Ia merasa perlu menambahkan berbagai sticker, biasanya berbentuk love, papan lokasi, waktu, atau fitur kekinian seperti telinga kucing, sampai lidah melet–melet.

 

  1. Anak Jail

Orang – orang yang memiliki keisengen cukup tinggi dan jeli melihat keadaan. Insta Storiesnya hanya berisi keisengan dan keisengan saja, mulai dari memfoto teman yang lagi tidur, sampai memfoto teman yang lagi melamun.

 

SEKUEL YANG MELINTASI ZAMAN

Kontinuitas cerita dari sebuah film yang selalu ditunggu para penikmatnya.


 

Longlifemagz – Film sekuel sampai kini masih tetap menjadi primadona dan andalan bagi para rumah produksi. Film yang banyak menceritakan kisah kelanjutan dari film yang sudah ditayangkan sebelumnya ini selalu mempunyai tempat tersendiri dihati para pemirsa setianya dan ditunggu kehadiran ceritanya.

Beberapa film memang sengaja dibuat dengan jenis sekuel, tak jarang pula film ini sengaja dibuat dalam rentang waktu yang lama. Entah apa tujuanya, mungkin agar penonton lebih gregetan dan penasaran, sehingga begitu sekuel barunya keluar antusiasme penonton menjadi tinggi.

Sebut saja Ada Apa Dengan Cinta, kisah laki – laki puitis bernama Rangga yang harus pergi ke luar negeri dan meninggalkan Cinta, telah membuat penggemarnya penasaran hampir 14 tahun. Kemudian muncul kembali film sekuelnya, dan meraih kesuksesan.

Selain Ada Apa Dengan Cinta, berikut beberapa sekuel yang paling ditunggu oleh penggemarnya masing – masing..

 

  1. Bangun Lagi Dong Lupus

Bagi generasi 90-anan pasti kenal dengan Lupus, anak SMA yang suka sekali makan permen karet. Ini adalah salah satu film yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama.

Pada tahun 2000-an Lupus juga menyapa penggemarnya lewat televisi dalam bentuk sinetron. Tokoh Lupus ini bisa dibilang cukup banyak dirindukan, akhirnya pada tahun 2013 kemarin munculah sekuelnya berjudul “Bangun Lagi Dong Lupus”.

 

  1. Naga Bonar Jadi 2

Naga Bonar Jadi 2 adalah sekuel dari film Naga Bonar terdahulu yang di produksi 1987. film ini cukup berbeda dengan yang terdahulu. Jika dahulu bercerita tentang komedi dalam bentuk tukang copet yang melawan pasukan Belanda paska Kemerdekaan, kali ini film Naga Bonar Jadi 2 bercerita tentang anak dari Naga Bonar yang bernama Bonaga, pengusaha muda metropolis yang berniat menjual lahan peninggalan ayahnya untuk proyek perusahaanya sendiri. Aroma ketradisian dan nasionalis begitu terasa di film ini.

 

  1. Ayat – Ayat Cinta 2

Salah satu pencetus trend film religi Indonesia, film yang rilis tahun 2008 ini sukses memukai penontonya, bahkan masuk ke dalam salah satu film terlaris sepanjang masa. Kini setelah 9 tahun berselang, Ayat – Ayat Cinta 2 siap kembali meramaikan perfilman Indonesia. film ini akan tayang 21 Desember 2017.

 

  1. Eiffel I’m Love 2

Kali ini giliran angkatan 2003an yang bersiap reuni denga kehadiran Eiffel I’m Love. Masih ingat kisah cinta Tita dan Adit? Film yang melambungkan nama Shandy Aulia dan Samuel Rizal ini juga akan segera rilis.

Film ini akan tayang pada 14 Februari 2018 mendatang. Pas banget sama moment valentine gak sih ? hahaha. Film ini layak untuk ditunggu, kisah cinta romantis yang berlatar belakang Kota Paris akan segera mengobati kerinduan kalian.

 

  1. Ada Apa dengan Cinta 2

Mengangkat kisah cinta klasik, kisah kasih saat sekolah. Kisah yang selalu diibaratkan menjadi kisah cinta paling menyenangkan, yang itu berhasil ditampilkan dengan baik oleh Rangga dan Cinta.

Sungguh, siapa yang tak kenal mereka. Pasangan teromantis dalam perfilman Indonesia. Tak heran perjalanan cinta mereka pun sampai ditunggu selama 14 tahun, gilee brooo. Hingga Akhirnya Ada Apa dengan Cinta 2 pun diluncurkan 2016 lalu.

 

  1. Fast And Furious 8

Sebuah film aksi tentang dunia balapan liar dan perampokan ini mampu menyedot perhatian dunia. Selain karena jalan cerita yang menarik, bisa jadi Fast and Furious 8 ini meledak karena para penggemarnya ingin menonton akting terakhir Paul Walker yang meninggal karena kecelakaan tragis. Film ini pertama kali di buat tahun 2001 dengan judul Fast and Furious lalu selanjutnya menyusul 7 sekuel lanjutanya.

 

  1. Toy Story 4

Toy Story 4 adalah film komedi percintaan, sebuah film animasi komputer 3d. banyak yang merasa film ini tak perlu, karena Toy Story 3 telah dianggap berhasil menutup kisah woody, buzz, dan Andi dengan manis

Namun Toy Story 4 dikabarkan akan mengangkat kisah rahasia yang selama ini menjadi spekulasi para penggemar, salah satunya akan membahas ayah Sandy. Film ini dijanjikan akan lebih emosional oleh Chief Creative Officer dari Pixar Animation Studios. Film ini dikabarkan akan dirilis pada 15 Juni 2018 mendatang

Sumber foto mydirtsheet.com, inspiratorfreak.com, youtube, upstation.id, liputan 6.com, allwrestling.com, slashfilm.com

TIPS EFEKTIF MEMBELI PRODUK DI HARBOLNAS 2017

Photo by lumpiastudio, Tribunnews

Diskon gila – gilaan yang harus disikapi dengan ketenangan yang hakiki.

 

Longlifemagz – Hari belanja nasional (Harbolnas) merupakan momen yang paling ditunggu setiap tahunnya. Diskon besar – besaran akan mewarnai berbagai platform situs belanja online. Ratusan e-commerce akan saling berlomba menggaet para pelangganya dengan menawarkan berbagai promo menarik.

Harbolnas 2017 digelar tanggal 12 desember, event diskon bagi toko – toko online ini sudah dimulai sejak tahun 2012 silam, tujuanya tidak lain untuk meningkatkan gairah industri e – commerce di Indonesia.

Banyaknya promo dan diskon besar bukan berarti kita bisa seenaknya belanja berbagai produk tanpa pikir panjang. Tak sedikit orang yang latah ketika berbelanja, hanya karna ada barang yang didiskon besar, kemudian langsung membeli tanpa tau itu benar – benar dibutuhkan atau tidak.

Untuk itu kita perlu menyusun rencana demi keefektifan Harbolnas. Sayang banget kan kalo event diskon gila – gilaan satu tahun sekali ini sampai tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

 

Berikut langkah – langkah yang bisa dilakukan agar harbolnas lebih menguntungkan.

 

  1. Tentuin barang yang bakal kamu beli

Catatlah barang – barang yang dibutuhkan yang nantinya akan dibeli, sehingga nantinya kita tidak kolaps dalam berbelanja. Bukan apa – apa, di harbonas nanti kita tentu akan melihat banyak sekali barang yang terkena diskon.

Jangan sampai barang yang akan dibeli justru berbeda dengan apa yang kita butuhkan, hanya karna barang lain lebih banyak diskonya. Selanjutnya kita bisa mulai mencari barang yang akan kita beli di situs online kesayanganmu, lalu kita bisa masukan barang yang akan kita beli ke dalam wishlist, agar nanti saat Harbolnas, kita tidak sibuk mencari lagi.

Cek juga barang yang sama di situs online yang lain. Bandingkan harga dan diskonya, mana yang lebih menguntungkan.

 

  1. Belanja Online Jam 12 malam!

“Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja, kalau ada perlunya” Ujar Rhoma Irama dalam lagunya. Begadanglah dengan bijak, demi arti sebuah diskon. Jangan salah, tengah malam adalah waktu terbaik mencari diskon / promo yang gila – gilaan.

Akan ada diskon khusus yang cuma bisa kita dapatkan jika bertransaksi pada jam – jam tertentu. Sayang banget kan kalau sampai kita lewatkan.

 

  1. Cek deskripsi dan reputasi

Sebelum membeli produk tertentu, cek produknya sedetail mungkin. Mulai dari foto produk yang dijual, baca juga deskripsi produknya apakah produk tersebut original apakah tidak, sampai apakah tersedia ukuran yang pas untuk kita.

Jika perlu kita menggunakan fitur chat dengan penjual untuk bertanya lebih detail. Selain itu kita juga perlu mengecek reputasi penjual. Biasanya kita bisa melihatnya dari berapa feedback positif yang didapatkan dari para pembeli terdahulunya.

 

  1. Pilih pembayaran yang tepat

Memilih opsi pembayaran juga cukup penting, mengingat tambahan diskon bisa kita dapatkan jika kita menggunakan pembayaran dari bank tertentu atau kartu kredit. Boleh banget dicoba, biar lebih untung.

 

  1. Sabar adalah kunci!

Ini penting banget si, sabar dalam menghadapi harbolnas. Terutama jika barang yang kita idam – idamkan sejak lama dan ternyata di harbolnas ini barang tersebut sudah mendapat diskon sebesar 50%, tapi tetap aja kita masih gak mampu buat beli.

 

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

7 LAGU CINTA DENGAN MOMENT GOMBAL ANTI MAINSTREAM

Ilustration by voodoo prophet, DeviantArt

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, Bak Sapardi Djoko.

 

Longlifemagz – Cinta, cinta, dan cinta, perasaaan yang kadang sulit dimengerti bagi setiap makhluk hidup. Kambing , kuda, kelabang, bayem, toge, sampai kecambah mungkin juga turut kebingungan untuk mendefinisikannya. Terlebih kita manusia yang telah disepakati bersama atas seijin Tuhan bahwa makhluk yang paling seksi sempurna. Sama-sama bingung, sama-sama sulit untuk mengerti.

Begitupun perspekti cinta yang dituangkan dalam sebuah lagu. Banyak musisi yang menjelaskan atau menarasikan cinta dalam lirik puitis, gombal, berlebihan dan terkesan khayal tidak masuk akal. Seperti Band Pop (Melayu), Setia Band dalam liriknya “Belahlah dada ini/ Tuk buktikan kepadamu//, Rasa ini jiwa ini/ Bertahan untukmu//”. Atau Nidji ”Selama mataku memandang/ hanya kamu cinta matiku//”.

Banyak ragam perspektif, banyak ragam pula menarasikan si Cinta ini. Namun bila dalam lagu saja cinta banyak dipandang berlebihan, gombal maksimal, dan sampai terkesan mengajak seseorang untuk menjadi psikopat cinta, rela dada, jantungnya dibelah untuk membuktikan cinta kepada sang pasangan. Lalu dimana bentuk cinta yang kata Sapardi Djoko berujar mencinta itu dengan sederhana.

Berikut saya rangkum lagu yang sarat akan moment gombal, namun dengan perspektif narasi yang berbeda, sebagai berikut…

 

  1. The Upstairs – Matraman

The Upstairs menggambarkan cinta yang berbeda dalam narasi liriknya. Ditulis langsung oleh Jimi Multahzam (Vocalis The Upstairs) yang terinspirasi dari perjuangan cinta seorang kawan semasa kuliah di IKJ. Membuahkan karya yang aduhai untuk disimak.

Matraman adalah diantara lagu cinta anti mainstream, lagu ini unik, sederhana, namun kental akan kegombalan, perjuangan cinta yang nyata. Simak taklaka mereka membubuhi realitas keadaan Kota Jakarta ditahun 2000-an awal yang mungkin masih lekat dirasakan sampai sekarang. Mulai dari polusi udara, tawuran pelajar, dan segala rutinitas sosial mereka sikat.

Simak penggalan liriknya “Demi trotoar dan debu yang berterbangan/ Ku bersumpah// Demi celurit mistar dan batu terbang pelajar/ Ku ungkapkan//” . Dan tiba di bagian refreain “Kan ku persembahkan sekuntum mawar/Aku di matraman kau di kota kembang//”.

Nah disana beberapa moment gombalnya terlihat. Menceritakan buah perjuangan cinta beda kota, kala sang pemuja ingin memberi mawar sebagai simbolis cinta, namun sayang yang ia suka sedang disebrang kota Jakarta, Bandung Kota Kembang tepatnya.

 

  1. Netral – I Love You

Siapa bilang tema cinta hanya milik para band ber-genre Pop? Saya rasa cinta itu universal, terlepas dari genre apapun. Setiap band atau solois bebas berbicara akan hal ini didalam setiap karyanya. Netral adalah salah diantaranya.

Band rock alternative yang kental akan distorsi pada sajian musiknya, dengan hentakan drum bertempo cepat dan lengkingan suara vocal yang terasa ditelenga, tak sungkan untuk mengangkat tema cinta dalam sebuah lagunya, I love You.

Baca : 4 Fase Laki-Laki Sebelum Move On

Lirik yang singkat, padat, namun ngena ini berisi penyataan dan ketegasan sikap yang ditunjukan Netral dalam memandang akan cinta. Simak liriknya, “Kalau kau suka padaku/ kenapa sih mesti malu/ katakan saja//”, dan bagian refrainnya “Oh mengapa mesti takut padaku/ untuk mengatakan I Love You//”.Tidak perlu banyak basa-basi, cinta perlu kelugasan.

 

  1. The Panas Dalam – Rintihan Kuntilanak

Untuk masalah ke anti mainstream-an pengangkatan tema lagu, The Panas Dalam salah satu jagoannya. Pidi Baiq atau biasa disebut surayah oleh para anak-anaknya dirumah dan juga di platform media sosial Instagram, Twitter, maupun kanal Youtube, adalah dalang dibalik penulisan lirik mereka.

Salah satu lagu cinta kontroversialnya, adalah Rintihan Kuntilanak, buah kegiusanmya dalam berkarya. Bagaimana tidak, walau terkesan klenik, seram, dan mistis karena menjadikan Kuntilanak sebagai sebuah subjek tema lagu. Namun siapa sangka, lagu ini bernarasikan cinta dan perasaan rindu suatu makhluk yang menyandang predikat dalam kategori halus.

Simak penggalan awal liriknya, “Malam sunyi/ kusendiri/Duduk sepi di atas pohon//Kubiarkan /rambutku terurai//”. Hingga sampai pada bagian refrain, “Kapan mati/ kekasihku/Kumenanti/ kau di sini//Ayo mati /bunuh diri//Agar kita/ jumpa lagi/Seperti dulu//”.

Nah tersirat moment gombal disitu, masalah penantian atas kerinduan yang terus bergejolak. Satu yang kunti inginkan, berjumpa lagi seperti dulu dengan sang kekasihnya. Setidaknya, mereka para makhluk halus yang mati tidak wajar atau mati penasaran dalam status pacaran, belum menikah, tetapi sudah kandung meninggal, bisa terwakili oleh lagu ini. Ciamik memang!

 

  1. Slank – Koepoe Liarkoe

Sebelum lagu I Miss U, But I Hate U kian booming dipasaran, Slank sudah punya lagu bertemakan cinta yang juga unik dari sebelumnya, Koepoe Liarkoe (album Lagi Sedih 1997). Kontradiksi dari lagu Tulus yang berujar Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Slank lebih memilih cinta itu harus apa adanya dan menerima kondisi latar belakang dari pasangan.

Bercerita tentang cinta seseorang pria terhadap wanita malam, yang memilih tidak peduli cibiran orang untuk menilai sikapnya, adalah bentuk dari kejujuran perasaan. Walau dalam penulisan lirik Slank tidak tersurat seperti Jimi The Upstairs kala mengemas lagu cinta, namun dari tema slank patut diapresiasi.

Simak penggalan liriknya, “Aku tak peduli apa kata mereka/Ceritakan segala caci maki//Buah bibirkan kamu sebagai bunga ranjang/Andai memang kamu cukup liar//”. sampai dibagian refrain, “Koepoe-koepoe liarkoe/ Terbanglah kau padaku// Hinggaplah dihatiku/ Hisap sari cintaku// Biar indah tubuhmu/ Dijamah orang-orang// Tapi cinta tulusmu/ Harus jadi milikku//”.

 

  1. Iwan Fals – Kembang Pete

Keliru rasanya bila tak menyandingkan Iwan Fals masuk dalam kategori artikel ini. Urusan soal lirik, ialah rajanya. Penggunaan bahasa Indonesia yang bagus, kadang metafora, namun tetap lugas dan dibalut dengan kesan nyeleneh adalah kekuatan utamanya. Kadang pula bisa terdengar formal, serius, kritis didalam lagunya, namun tetap karakter ke Iwan Fals-an nya akan selalu terasa.

Berbicara urusan cinta, Iwan fals punya sudut pandang sendiri. Kalau Kata Soleh Solihun dalam SolehSolihun.com, “sosok iwan fals menyatakan liriknya sangat gombal, tapi tidak cengeng, dan masih maskulin. Terlalu banyak lagu untuk membuktikan hal itu, diantara ada “Maafkan Cintaku”, “Mata Indah Bola Ping Pong”, “Buku Ini Aku Pinjam”, sampai “Ya atau Tidak”.

Namun diantara banyaknya lagu cinta Iwan Fals, yang paling berkesan bagi saya, salah satunya, Kembang Pete. Mengajak pasangan untuk menerima kondisi, tetap berjuang menuju kearah lebih baik, Gombal yang apa adanya, namun tetap lugas. Simak liriknya, “Ku berikan padamu Setangkai kembang pete/ Tanda cinta abadi namun kere// Buang jauh-jauh impian mulukmu/ Sebab kita tak boleh bikin uang palsu//”.

Kebanyakan orang menyatakan simbol cinta itu mawar merah atau mungkin coklat, seperti yang biasa diberikan waktu valentine. Mungkin hanya iwan yang sampai hati berfikir untuk memberi kembang pete sebagai simbol cinta. Yang terpentingkan cara perjuangan memberikannya, atau pula rasa cintanya yang jujur dan setia setiap kepasangannya.

 

  1. Jason Ranti – Akibat Pergaulan Bebas

Rollingstone.com pernah mendaulatnya sebagai pencampuran antara Iwan Fals yang kritis dengan Slank yang slengean kepada dirinya. Adalah Jason Ranti solois folk, blues yang mencuri perhatian para penikmat music indie dengan lagunya yang sederhana, kritis, terkesan satir, slengean, dan tentunya nikmat untuk didengar.

Berbicara akan banyak hal, mulai dari politik, komunis, sampai ormas islam, Jason tak luput pula berbicara tentang cinta dalam lagunya. Namun berbeda dengan banyak lagu pop, Jason memandangnya berbeda yang dituangkan dalam lagu, Akibat Pergaulan Bebas.

Berkisah tentang dua sejoli yang berbeda latang belakang, mempunyai satu tujuan untuk bersama, lengkap dengan cara pandang Jason dalam menyampaikannya, terdengar slengean namun tetap manis.

Simak lirik didalamnya, “Yang satu Pamulang/ yang satu Bekasi sepakat bertemu dicikini/ sepakat bertemu dicikini semua demi jalinan kasih//”. Atau ini “Yang satu maskulin/ yang satu fenimin/ yang satu puritan/ yang lain flamboyant// Yang satu musisi/ yang satu psikolog/ saat hati bertemu spontan bilang Ya Allah//.

 

  1. Nella Kharisma – Tahu Bulat

Untuk membuat ulasan ini makin variatif, tak ada salahnya memasukan genre dangdut kedalamnya. Dangdut disini bukan era dangdutnya Rhoma Irama, ataupun Iis Dahlia. Bukan maksud tidak meninggikan lagu-lagu mereka kedalam ulasan remeh ini, namun oleh sebab makin variatifnya dalam ekplorasi musik kini, sehingga menciptakan musik dangdut jenis baru yang sering disebut dangdut koplo.

Jika mendengar kata dangdut koplo, sarat terlintas kesan musik yang dikolaborasikan, mulai dari ska, disko, house, sentuhan jaipong, keroncong sampai campur sari. Dengan beat cepat dan backing vocal yang kadang disentakan “ya, ya, aselole jos!”, menjadikan musik ini mempunyai massanya sendiri. Yang kadang saat menonton live-nya massa langsung bergoyang dengan lincah sesuai dengan instruksi sang pemimpin goyang (bisa dilihat saat temon holic, fansnya NDX A.K.A berjoget).

Bila berbicara tentang koplo, maka kurang afdol bila tak menyebut Nella Kharisma. Selain “Bojo Galak”, Nella Kharisma mempunyai lagu cinta yang tentunya anti mainstream berjudul “Tahu Bulat”. Entah terinspirasi dari mana, mungkin karena sempat dipertengahan 2016 fenomena tahu bulat viral ditengah publik. Yang jelas dibutuhkan kepekaan akan realitas untuk menarasikan hal itu lewat lagu, dan terbukti ia mampu.

Lirik yang simple membahas tentang cinta. Ia menarasikan cinta pada pandangan pertama, yang ia kesankan seperti tahu bula yang digoreng dadakan. Simak liriknya “Hu tahu tahu, tahu bulat/ membuat diriku teringat/ cerita cinta kita/ saat pertama jumpa//”. Dan kemudian dilirik “Singkat, singkat, singkat waktunya/ saat kau menyatakan cinta/ seperti tahu bulat/ yang digoreng dadakan//”.

Duh, mendengarkan lagunya membuat saya langsung ngidam tahu bulat. Cukup dengan 500 perak, tahu renyah yang nikmat bisa langsung di lep (kalah itu sosis Dedi Mizwar).

 

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest