1


Before LaLaLa 2019 : Sebuah Perayaan Menuju Festival Musik Internasional Hutan Terbesar di Indonesia

Doc : LaLaLaFest

“Ini yang kami maksud dengan LaLaLa Festival sebagai Festival untuk semua orang, tidak hanya untuk pengunjung, tapi juga untuk pengisi acara. ”, Ujar Carmel Puma.


Longlifemagz – Kemeriahan untuk LaLaLa Festival kembali datang berkali lipat ganda! Antusiasme untuk Before LaLaLa 2019: sebuah pre event untuk LaLaLa Festival 2019 yang dilaksanakan pada 30 Desember 2018 membuatnya sulit untuk tidak terus membicarakan soal acara yang akan diselenggarakan pada awal tahun 2019 ini. Sebagian keseruan di KIRI Social Bar Bandung semalam menyuguhkan rilis perdana dari Official Trailer untuk LaLaLa Festival 2019 dan pengumuman line-up artis nasional terakhir. Ditemani oleh penampilan dari Diskopantera, RBA, dan Peppermint, acara road-to-event yang eksklusif ini memberikan bukti kuat bagi kita untuk menanti-nanti keseruan di hari H nanti.

Acara Before LaLaLa menjadi tambah meriah dengan adanya pengumuman line-up artis nasional terakhir yang membawa nama-nama seperti Project Pop, Diskoria, Svmmerdose, Gabriel Mayo, dan Club Dangdut Racun untuk bergabung dengan Ardhito Pramono, Fourtwnty, dan Sheila On 7 dalam acara nanti. Mereka juga akan berbagi keseruan dengan seluruh artis internasional dari mancanegara yang telah dikonfirmasi untuk turut hadir: Jeremy Passion, Joe Hertz, Astronomyy, Gentle Bones, Alex TBH, and Pomo.

Pemutaran official trailer menjanjikan sebuah keseruan yang utuh di tengah-tengah hutan Orchid Forest Bandung yang dikemas dengan sangat indah untuk dinikmati siapa saja. Kita juga dipastikan untuk tidak melewatkan satu keindahan apapun. “Melalui LaLaLa Festival 2019’s Official Trailer kita ingin menyampaikan suatu pesan bahwa keanekaragaman adalah hal yang kita ingin tekankan. Tidak peduli darimana kamu berasal, apapun kebangsaanmu, musik yang kamu dengarkan, pakaian yang kamu pakai, LaLaLa Festival punya tempat untukmu!” ucap Carmel Puma, CEO dari THE Group. LaLaLa Festival 2019’s Official Trailer saat ini dapat disaksikan melalui akun youtube LaLaLa Festival.

Festival Musik Internasional di Hutan yang telah ditunggu-tunggu, LaLaLa Festival akan diadakan pada tanggal 23 Februari 2019. Dengan membawa penampil-penampil musik papan atas favorit para penggemar seperti Years & Years, The Internet, Honne, dan Crush, tidak ada yang mengira akan ada banyak lagi kejutan yang telah panitia siapkan bagi kita.

BACA : PRESS RELEASE SINGLE “MOON HEALING” BY MIFTAH BRAVENDA

Doc : LaLaLaFest

Acara Before LaLaLa juga menjadi sebuah kemeriahan tersendiri bagi seluruh calon musisi tanah air yang telah mengikuti seleksi untuk Music Submission #YouSingLaLaLa. “Ini yang kami maksud dengan LaLaLa Festival sebagai Festival untuk semua orang, tidak hanya untuk pengunjung, tapi juga untuk pengisi acara. Setiap tahunnya kami berusaha memberikan tempat terbaik untuk para pengisi acara lokal. Lima belas nama telah terpilih untuk maju ke babak final semalam, dimana mereka akan mengikuti tahap berikutnya”, tambah Carmel Puma.

Jika kamu melewatkan seluruh keseruan, pengumuman, dan keseruan pengumuman yang ada di Before LaLaLa 2019, pastikan untuk mengecek halaman sosial media LaLaLa Festival di @lalalafest. Jangan lupa, amankan tiketmu sebelum semua orang mendengar keseruannya juga langsung di www.lalafest.com. Sampai jumpa di LaLaLa Festival 2019!

 

Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Potensi Sepakung Lewat “Sepakung Coffee Days”

Doc : Imam Supriono

Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Potensi Sepakung Lewat “Sepakung Coffee Days”


SEMARANG – Ditengah hingar bingar perhelatan pensi Semarang, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang malah memilih untuk banting setir. Tepat pada Sabtu, 15 Desember, Mahasiswa Fakultas Teknologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang sukses membuat sebuah kegiatan yang bertajuk “Sepakung Coffee Days: Will you Coffee Me?”. Seperti namanya, Sepakung Coffee Day sendiri dibuat lantaran mereka melihat bahwa Sepakung adalah sebuah desa wisata yang memiliki potensi bagus di industry kopinya. Dihelat di Teko Deko Koffiehuis, Kota Lama Semarang, kegiatan yang digelar pada jam 3 sore itupun cukup ramai dijubeli anakmuda khususnya yang tertarik dengan dunia kopi.

BACA : ELEPHANT KIND SAMPAI THE LIBERTINES MERIAHKAN HODGEPODGE SUPERFEST HARI PERTAMA

“Jadi sebenarnya ini adalah sebauh campaign dari kami (Mahasiswa USM, red) terhadap sebuah desa wisata yaitu Sepakung. Kami melihat bahwa Sepakung memang memiliki potensi yang cukup bagus di industry kopinya. Mereka punya kopi Arabika yang ditanam di ketinggian tanah 1.450 mdpl. Tapi sayangnya nggak banyak yang tahu tentang itu. Jadi kenapa nggak kita kenalkan ke masyarakat,” kata Eza Desinta, project leader Sepakung Coffee Days.

Doc : Imam Supriono

Ditambahkan oleh Eza, bahwa Sepakung yang terletak di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang ini memang tak bisa dipungkiri masih jauh dari awareness masyarakat luas. Padahal kurang lebih sudah 3 tahun sejak 2015, Sepakung di daulat sebagai desa wisata oleh Kabupaten Semarang. Pun inilah salah satu yang menjadi alasan bagi mahasiwa Ilkom USM untuk menjalankan niat suci mereka.

BACA : ALL TIME LOW AKHIRI FESTIVAL MUSIK HODGEPODGE SUPERFEST 2018

Adapun kegitan yang dilakukan dalam helatan Sepakung Coffee Days sore itu. Pun yang cukup mencuri perhatian adalah Cupping Coffee sekaligus workshop kopi yang dipandu oleh Bayu Angga. Semua yang hadir langsung khusuk begitu sesi workshop dimulai. Perlahan Bayu yang juga seorang mantan barista di salah satu café di Semarang dan Solo memberikan petuahnya. Dengan v60 yang ia gunakan, satu persatu kopi pun dihasilkan dan dibagikan kepada pengunjung yang hadir. Tak mau ketinggalan juga, Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri yang turut hadir bersama rombongan sore itu juga ikut mencicipi.

Selain membuat kopi, kegiatan lainnya seperti give away berhadiah kopi Sepakung, pemutaran VT, pameran foto topografi Sepakung oleh Pengky Soe hingga sambutan-sambutan dilakukan. Foto bersama pun menjadi penutup acara. Diharapkan, bahwa Sepakung Coffee Days tak hanya selesai di 15 Desember saja. Tapi ada juga project selanjutnya yang lebih dari itu. Selain itu, juga semoga dengan digelarnya Sepakung Coffee Days, setidaknya menambah ketertarikan masyarakat terhadap Sepakung dan segala kearifannya.

Doc : Imam Supriono

“Kami sangat berharap terhadap teman-teman semua, untuk ayo bareng-bareng kita buat perubahan dari hal paling sederhana. Paling gampangnya adalah ikutan support satu sama lain. Harapan lainnya sih, semoga Sepakung dengan segala kearifan lokalnya bisa dikenal oleh masyarakat yang lebih massif,” pungkas Eza.

Doc : Imam Supriono

“Kalau untuk cerita tentang Sepakung akan jadi lama ya. Bisa dua hari hehehe. Hanya saja, untuk informasi, kami baru saja membuat brand kopi namanya Jakung Coffee. Dan harapannya bisa dikenal, serta banyak yang suka. Maka dari itu, saat ini kami juga sedang focus mengelola promosi Sepakung,” imbuh Ahmad Nuri, Kepala Desa Sepakung.

Tak hanya memiliki Kopi, Sepakung juga memiliki kekayaan alam yang sangat amat luar biasa. Pemandangan yang masih hijau dan asri, akan membuat siapapun betah berlama-lama disana.

More Information
082136135924
mailtomamsu@gmail.com

 

 

RAISA PECAHKAN SUASANA SCOOTER 2018

Raisa on stage SCOOTER 2018

Gegap gempita pesta tropikal akhir pekan.


SCOOTER “Smapa Cool Termination” 2018 acara tahunan yang diprakarsai siswa-siswi SMA 4 Semarang, kembali diselenggarakan dengan balutan yang berbeda. Hajatan tahunan ini selalu menghadirkan bintang tamu yang sedang trend pada masanya, SCOOTER mengulang kebiasaannya setiap tahunnya. Seperti ditahun 2016 mengundang Gugun Blues Shelter dan Sandhy Sandoro , ditahun 2017 Dhyo How dan Tulus didaulat sebagai guest stars.

SCOOTER bisa dikategorikan sebagai salah satu penyelenggara pensi terbaik di Semarang. Dari tahun ke tahun selalu menyuguhkan konsep baru, menyuguhkan sesuatu yang unik, dan berbeda dari pensi lainnya. Mengangkat tema “Trentxation”, SCOOTER menyuguhkan balutan konten lekat akan nuansa pesta tropical yang dimeriahkan melalui special performance dari Raddest, Reality Club hingga Raisa.

Hari yang cerah menyelemuti Lapangan Sepak Bola SMA 4 Semarang, (15/9/18) pekan kemarin. Buah dukungan semesta menyambut kemeriahan SCOOTER tahun ini. Ada yang menarik dari perlehatan Scooter tahun ini. Sebelum penonton sampai stage utama, mereka harus melalui spot area dengan berbagai dekorasi ciamik yang mendukung kemeriahan hajatan ini..

Setelah memasuki gate, penonton akan berjalan melewati semacam labirin yang sudah dihiasi sedemikian rupa. Dengan sorotan lighting ditambah ornamen dedaunan warna warni dilangit labirin mengesankan seolah penonton dibawa imagi-nya berada pada sebuah pesta tropical yang sangat menawan. Selanjutnya flow menuju kearah spot yang pastinya instagramable. Hingga akhirnya menuju kearah spot food and bevagre dan berlabuh di main stage.

Photo doc : Henggal Wismana

Dengan melihat susunan line-up pengisi acara SCOOTER tahun  ini, maka tak heran penonton pun terlihat sudah memenuhi venue. Dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, acara dimulai dengan suguhan drama musical bertajuk “Stafors La Mostra” karya anak SMA 4 Semarang. Diselingi oleh performance paduan suara, pencak silat, traditional dance hingga modern dance, membuat sorak sorai penonton tak terhindarkan.

Dilanjutkan oleh performance dari Raddest yang tampil dengan baik dan provokatif malam itu. Dengan lantunkan Electronic Dance Music (EDM) yang disuguhkan membuat penonton berdansa menikmati malam. Selanjutnya Reality Club tunjuk ditunjuk untuk memeriahkan SCOOTER 2018. Unit indie pop asal Jakarta bernama ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Melalui lagu-lagu yang sederhana, mereka meramu musik yang tidak hanya enak, tapi juga masuk untuk didengarkan oleh siapa saja. 

Photo doc : Henggal Wismana

Photo doc : Henggal Wismana

Raisa menjadi closing performance dan  puncak acara dari SCOOTER 2018. Romantic Atmospehere disuguhkan oleh Raisa dengan dinyalakannya flashlight handphone dari para penonton saat menyanyikan lagu ‘Arti Menunggu’. Malam yang cerah semalam, membuat lapangan terasa seperti cermin dari langit yang cerah dan penuh bintang, Raisa berhasil menutup SCOOTER 2018 dengan spektakuler yang tentunya membuat para penonton tidak merasa rugi jauh-jauh datang dengan lagu ‘Could It be”’.

Lengkap sudah pesta tropikal yang diusung oleh SCOOTER 2018 berjalan malam itu. Keriangan nampak masih melekat pada wajah setiap penonton ketika meninggalkan venue.

Photo doc : Henggal Wismana

Photo doc : Henggal Wismana

 

 

ALL TIME LOW AKHIRI FESTIVAL MUSIK HODGEPODGE SUPERFEST 2018

Doc : Longlifemagz

All Time Low menguasai panggung utama Supermusic Stage dan membuka penampilannya dengan lagu “Damned If I Do Ya (Damned If I Don’t)“.


LonglifemagzHodgepodge Superfest 2018 resmi berakhir. Festival multi-genre yang di selenggarakan selama 2 hari dari 1 sampai 2 September 2018 diakhiri oleh penampilan grup musik asal Amerka, All Time Low. Selain All Time Low, hari terakhir Hodgepodge Superfest 2018 dimeriahkan oleh Gallant, Lil Yachty, Cloud Nothings, The Hunna, Tayla Parx, Park Hotel, Kid Francescoli, The SIGIT, The Brandals, Rendy Pandugo, Endah N Rhesa Extended, Tomorrow People Ensemble x Eka Annash, Pee Wee Gaskins, Onar, SoftAnimal, dan M.A.t.S.

BACA : RAISA PECAHKAN SUASANA SCOOTER 2018

Di sore hari, Tomorrow People Ensemble x Eka Annash menampilkan lagu-lagu David Bowie dan mempersembahkan lagu Heroes untuk para atlet di Asian Games.Walaupun sempat terhentikan karena cuaca, penampilan Gallant di Supermusic Stage tetap memukau dengan vokalnya yang kuat. Bahkan, saat menyanyikan lagu andalannya Weight in Gold, Gallant sempat turun panggung dan bersalaman dengan fansnya.Tidak basa basi, selesainya Gallant tampil, Rendy Pandugo menaiki panggung CBN Stage dan pengunjung pun memenuhi area panggung tersebut dan bernyanyi bersama Rendy.

Menjelang pukul 11 malam dimana grup musik asal Amerika, All Time Low dijadwalkan terdengar lagu Indonesia Raya dan pengunjung diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara Indonesia sambil menunggu All Time Low menaiki panggung. Tidak lama kemudian, All Time Low menguasai panggung utama Supermusic Stage dan membuka penampilannya dengan lagu “Damned If I Do Ya (Damned If I Don’t)“. Alex Gaskarth, vokalis All Time Low cukup aktif berbicara dengan penggemarnya dari atas panggung. Karena sudah 5 tahun lamanya All Time Low terakhir ke Jakarta, Alex bertanya kepada para penggemarnya apa yang telah mereka lakukan selama 5 tahun tersebut.

Menjelang akhir penampilannya, All Time Low sempat mengibuli penggemarnya dengan keluar dari panggung diwaktu yang cukup lama. Hustlers, sebutan untuk para penggemar All Time Low memanggil mereka untuk kembali ke atas panggung dengan menyanyikan lagu andalan mereka, “Dear Maria, Count Me In“. Tidak lama kemudian, Alex Gaskarth, Jack Barakat, Zack Merrick dan Rian Dawson kembali ke atas panggung. Saat menampilkan lagu terakhir, sang gitaris, Jack Barakat turun dari panggung dan membuat penggemar mereka histeris.

Doc : Longlifemagz

Hodgepodge Superfest 2018 resmi berakhir, festival multi-genre tahun pertama ini ternyata dikunjungi oleh beragam orang mulai dari warga lokal sampai warga asing. Java Festival Production akan kembali menghibur masyarakat pada 1 – 3 Maret 2019 untuk merayakan 15 tahun Jakarta International Java Jazz 2018.

 

 

ELEPHANT KIND SAMPAI THE LIBERTINES MERIAHKAN HODGEPODGE SUPERFEST HARI PERTAMA

Doc : Hodgepodge Superfestival (Photo by Luqman Afif)

The Libertines, August Alsina, Lemaitre, Day Wave, Sundara Karma, Vancouver Sleep Clinic, sampai Swim Deep memeriah Hodgepodge Superfest.


LonglifemagzHodgepodge Superfest, festival multi-genre terbaru dari Java Festival Production yang berkolaborasi dengan Super Music dimulai hari Sabtu, 1 September 2018 di Allianz Ecopark Ancol. Hari pertama Hodgepodge Superfest dimeriahkan oleh berbagai artis mulai dari artis indonesia sampai artis internasional antara lain The Libertines, August Alsina, Lemaitre, Day Wave, Sundara Karma, Vancouver Sleep Clinic, Swim Deep, Marteen, Jess Connelly, Didirri, Soundwave, The Trees and The Wild, Barefood, Elephant Kind, 70sOC dan Gho$$.

Pengunjung Hodgepodge Superfest hari pertama ternyata sangat beragam. Tidak hanya penduduk lokal tetapi, Hodgepodge Superfest juga dipenuhi oleh wisatawan asing. Generasi muda yang hadir pun datang dengan teman-teman mereka dengan pakaian yang asikdan kekinian. Art installations yang menghiasi area Hodgepodge Superfest 2018 menjadispot untuk pengunjung mengambil foto dan mengabadikan momen-momen tersebut.

Antusiasme yang terlihat di hari pertama tidak hanya untuk The Libertines, tetapi juga terlihat untuk grup musik asal Inggris lainnya yaitu Sundara Karma, Swim Deep artis asal Amerikaya itu Day Wave dan artis-artis Indonesia seperti Elephant Kind dan Soundwave. Walaupun hujan sempat mengguyur Allianz EcoparkAncol, tetapipengunjungmasihtetapsemangatmenyaksikanartis-artisfavoritnya.

Doc : Luqman Afif

Hari Minggu, 2 September 2018, Hodgepodge Superfest 2018 akan dimeriahkan oleh All Time Low, Gallant, Lil Yachty, Cloud Nothings, The Hunna, TaylaParx, Park Hotel, Kid Francescoli, The SIGIT, The Brandals, RendyPandugo, Endah N Rhesa Extended, Tomorrow People Ensemble x EkaAnnash, Pee Wee Gaskins, Onar, SoftAnimal, dan M.A.t.S.

Doc : Luqman Afif

Doc : Luqman Afif

Tiket Hodgepodge Superfest 2018 dapat diperoleh melalui website resmi www.hodgepodgefest.com dan on the spot di venue dengan hargaRp 800,000 untuk tiketDaily Pass danRp 1,450,000 untuk tiket 2 Day Pass.

 

 

Synchronize Festival, Pesta Musik Indie Yang Selalu Dinanti

Crowd penonton Synchronize Festival (Photo by doc. Dyandra.com)

Tanggal 5-7 Oktober yang akan datang, akan berlangsung “pesta musik indie” Indonesia. Ya, Synchronize Festival 2018 akan segera datang tidak lama lagi.


Longlifemagz – Synchronize Festival yang merupakan festival musik indie multi genre terbesar di Indonesia ini akan kembali hadir, diselenggarakan selama tiga hari dengan jumlah penampil yang bisa dibilang “diluar akal sehat”. Sederet musisi dan band-band dengan total 114 penampil akan ikut serta memeriahkan acara ini, macam Bugerkill, Danilla, God Bless, Ras Muhammad, Sheilla On 7, Nasida Ria, Tiga Pagi, White Shoes and The Couple Company, Superman Is Dead, sampai Rhoma Irama.

Acara yang diselenggarakan atas kolaborasi hebat Dyandra Promosindo dengan Demajors Record ini akan diselenggarakan di JIEXPO Gambir Kemayoran. Tiket yang ditawarkan pun terbilang cukup murah, 3 day pass di banderol dengan harga 400 ribuan, tiket daily reguler seharga 250 ribu , dan 170 ribu untuk daily early entry. Nominal yang cukup murah jika melihat deretan penampil yang akan memeriahkan acara tersebut.

Synchronize fest sendiri merupakan acara tahunan yang pada setiap gelarannya akan selalu menghadirkan artis artis terfavorit dan juga terbaik tanah air. Bukan hanya lintas genre musik, synchronize fest juga akan menampilkan artis-artis lintas generasi, mulai dari era 70-an, 80-an, 90-an hingga artis-artis pendatang baru yang mulai menjajaki industri musik Indonesia.

Akan ada beberapa stage yang disediakan nantinya, tetapi yang menarik sejak beberapa tahun terakhir adalah adanya gigs stage, dimana di gigs stage ini akan di konsep seolah ada di situasi panggung cafe’ atau bar kecil tempat awal artis artis tersebut memulai karir. Konsep tersebutlah yang akhirnya membuat rasa intim baik antar penonton dengan penonton juga penonton dengan artis akan lebih kental.

Walaupun acara belum dimulai, pun sudah terlihat meriah, jadi tak ada alasan untuk tak datang ke Synchronize Festival tahun ini. Untuk mendapatkan tiketnya Synchronize Fest menyediakannya di portal online seperti bukalapak, caranya adalah buka portal buka lapak melalui browser atau aplikasinya di smartphone, kemudian pilih menu e-voucher & tiket event, kemudian pilih synchronize fest, pilih day pass yang diinginkan, klik lanjut, beli dan selesaikan pembayaran. Have fun and enjoy the show! See you there!

 

 


FIND US ON

[et_social_follow icon_style="slide" icon_shape="circle" icons_location="top" col_number="auto" custom_colors="true" bg_color="#a70a0d" bg_color_hover="" icon_color="" icon_color_hover="" outer_color="dark"]

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.