1


Catatan B-Movie Night di Atlas & Co

Enam Film B Pertama yang menggugah

 

Longlifemagz – Kamis malam (26/7) kemarin bisa saya sebut sebagai salah satu malam bersejarah dalam hidup. Atlas & Co Banyumanik mengadaken pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI horor yang saya kira, akan hambar dan cepat terlupakan. Nyatanya, “bioskop” yang cuma seukuran ruang tengah kos tersebut sanggup membawa saya ke awang-awang, tanah yang dijanjikan, nirwana, atau apalah sebutannya itu.

Bahwa saya mengambil pensil dan mencorat-coret di buku catatan kecil, itu hanyalah kebetulan belaka. Dan bahwa saya memutuskan mengalihwujudkan catatan itu ke majalah ini, itu hanya keisengan semata. Pensilnya milik orang lain, sedang nyangkut di tas karena suatu tugas penting, buku catata baru kembali ke tangan setelah dua tahun hilang, laptop untuk mengolahnya pun bukan punya saya, jadi ini sejujurnya memang benar keisengan saja .

Namun izinkan saya menyampaikan coretan tentang enam Film B saya tersebut setelah kalimat ini berakhir.

 

Rengasdengklok

Ini adalah satu-satunya film berlatar sejarah di pertunjukan kemarin (26/7). Narasinya pendek: pemindahan (tokoh yang esok hari akan menjadi) sang proklamator ke Rengasdengklok. Bung Besar harus dibawa dengan selamat ke pos akhir. Karena rencana pemindahan menggunakan mobil gagal, Bung Besar harus dikawal dengan berjalan kaki.

Bukan Film B namanya jika tak ada keganjilan. Di sini, pihak musuh yang harusnya tentara Jepang, diubah sang kreator menjadi puluhan zombie layaknya serial The Walking Dead. Bung Besar dan pengawalnya terpojok, lalu terjadi “pertempuran” antara the living dan the dead.

Sebagai penonton Film B, kita memang tidak bisa menuntut kesempurnaan penulisan naskah atau sinematografi. Di Rengasdengklok, yang notabene berlokasi di Jawa Barat, kita justru tidak mendengar dialog berbau Sunda. Penjelasan bahwa tentara Indonesia waktu itu banyak yang ditarik dari Jawa mungkin bisa diterima, tapi wajarkah semua pasukan dikondisikan seakan fasih bahasa Jawa?

Satu lagi, adakah yang mencuri pandang ke perut salah seorang korban zombie, tepat ketika plastik penyimpan jeroan terlihat?

 

Monika

Masih berkutat dengan karakter zombie. Dunia yang sudah aman dari wabah berangsur pulih, termasuk kehidupan di sekitar Monika. Gebetannya melamar tepat di hari pengumuman kembali hidupnya kota mereka. Namun, Monika ternyata punya rahasia. Ia masih memelihara zombie, yang semasa hidup merupakan adiknya. Terdengar seperti zombie peliharaan The Governor di The Walking Dead?

Saya tidak mencatat terlalu banyak tentang film ini. Saya hanya berandai-andai, jika tepat sebelum adegan kencan kita disuguhkan momen ketika Monika mendekati zombie, lalu dia melakukan sesuatu yang berpotensi menyebabkan pengikat zombie peliharaannya lepas, maka kedatangan zombie saat Monika hendak dilamar bisa sedikit lebih masuk akal.

 

Mandi Darah Goyang Kubur

Tiga orang sahabat memperingati kematian temannya dengan bergoyang di malam yang penuh sambaran petir. Setelah pesta mini itu usai, giliran tiga orang tersebut yang mendapat teror dari sang pembunuh.

Ketika terdengar ketokan pintu dan ternyata orang yang membukakan pintu akhirnya menjadi korban berikutnya, saya menganggap keputusan dua orang tersisa untuk ke luar rumah mencari temannya ialah hal yang begitu bodoh. Jika saja terdapat dialog, atau paling tidak tatapan mata yang komunikatif bahwa mereka sepakat mencari dan menyelamatkan sang teman, maka kegusaran saya bisa terhalau. Mereka baru ditinggal dua temannya dan mengetahui ada pembunuh berkeliaran di sekitar mereka, kenapa mereka malah mereka mengendap-endap ke tempat sang pembunuh?

Kriptonit dalam bentuk dildo mungkin menyediakan efek kejut, tapi kita tak pernah mendapat penjelasan mengapa sang pembunuh alergi terhadap benda itu.

Mr. Bombastic

Ini film favorit saya. Pergulatan emosional seorang pria tanggung yang diejek akibat punya (titit) kecil. Hal menarik yang bisa ditemui dalam film ini antara lain: Alur nonlinier. Kita tak bisa menentukan alur cerita secara kronologis. Kira-kira lebih dulu mana, pemukulan di lahan kosong, momen singkat bersama pacar, atau bisik-bisik pem-bully-an di kampus?; Banyak sinematografi berupa kilasan ke masa lampau. Layar berganti secara cepat mengikuti iringan narasi dari karakter utama; Karakter utama tidak terlalu sehat dalam hal psikologis. Ia mengalami depresi akibat pem-bully-an.

Sebentar, ini saya baru menikmati karya Rafif Sujatmoko atau Christopher Nolan?

Darah untuk Anakku

Di awal, saya khawatir akan disuguhi film horor dengan formula deus ex machina, yakni ketika kekuatan spiritual (Tuhan) dipakai untuk menangkis segala rintangan, termasuk the main villain (dalam hal ini berarti setan). Pada akhirnya yang terjadi memang demikian, tetapi kita sedikit dikagetkan dengan plot twist saat karakter Ustad ternyata terbunuh juga.

Elemen suara serigala terdengar di bagian pembuka, tapi jika melihat latar perumahan, auman tersebut terasa cukup ganjil. Elemen dentingan jam juga dipakai, tapi saya bertanya-tanya mengapa sang kreator film tidak menampakkan jam tersebut sebagai upaya meyakinkan keaslian bunyi tersebut, di samping jam denting juga dapat menambah kesan mistis.

 

Pocong Hiu Unleashed

Film ini mungkin paling mendeskripsikan bagaimana kekuatan Film B: animasi tak molek, keganjilan jalan cerita, dan diumbarnya banyak darah. Keheranan di benak saya hanya muncul saat dua korban pocong pertama malah terlihat mencekik dan berusaha menghalau sang pocong “memakan” korban ketiga. Asumsi saya, mereka sudah tewas setelah digigit sang pocong.

Pertanyaan menyoal bagaimana bisa pocong menyemburkan laser tak perlu muncul. Ini Film B, Bung!

Tepuk tangan meriah untuk para filmmaker.

 

 

 

 

 

 

180 menit Bersama Efek Rumah Kaca di Comfest 2018

Efek Rumah Kaca on stage Comfest 2018

Mulai dari album Sinestesia, Kamar Gelap, sampai Efek Rumah Kaca mereka suguhkan ke penonton.

 

Longlifemagz – Baru pukul 18.00 Wib ribuan penonton sudah memadati Hall Student UIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta (13/7) pekan lalu. Banyak diantaranya tersebar di spot-spot sekitaran Hall, terdapat pula yang sedang duduk di pelataran samping hall, tempat foodtruck berjajar. Selebihnya mereka semua sama terlihat menyibukan diri dengan segala rutinitas. Sembari menunggu konser tunggal Efek Rumah Kaca di Comfest 2018, sebuah hajatan Hima Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta.

Konser tunggal Efek Rumah Kaca kali ini sekaligus menyambut kedatangan Cholil dan Irma (voc dan Backing Vocal) kembali ke Indonesia. “Acara Comfest untuk tahun ini memang bertepatan dengan #Turkemarau2018 nya Efek Rumah Kaca, dan ternyata antusias penontonnya sangat baik.”, ujar Hilman salah seorang panitia yang sesekali bercerita tentang acaranya.

Hilman mengungkapkan, “Nantinya dalam konser tersebut mereka akan memainkan set panjang”, seraya tersenyum dan tak lupa sesekali ia menghisap rokok yang ada ditangannya.

Terdengar acara sudah di mulai, suara sayup-sayup dari dalam hall kian keras memanggil penonton untuk masuk kedalam. Mengetahui itu penonton kian bergegas memasuki hall. Namun sayang harus sedikit menunggu, antrian ternyata sudah terlanjur panjang.

Untuk mensiasati alur flow pengunjung, terdapat spot merchandise official Efek Rumah Kaca dan Photo booth disamping gate. Sesekali penonton melihat, membeli merchandise yang disediakan, dan  berswafoto di depan mural karakter The Popo yang sedang sinis dengan tagline “Konser Terus Sampai Mampus”.

Sekitar pukul delapan MC sudah mengajak penonton bersorak menyebut nama Efek Rumah Kaca, selayaknya ritual yang banyak dilakukan memanggil rockstar untuk on stage. Dan benar, Akbar, Poppie, Cholil (dan personil Efek Rumah Kaca yang lain) sudah tampak diatas panggung lengkap dengan sambutan gegap gempita dari penonton.

Tanpa basa-basi, segmen Merah yang terdiri dari lagu “Ilmu Politik”, “Lara dimana-mana”, dan “Ada-ada saja” mereka luncurkan secara berurutan. Selesainya Cholil menyapa penonton dan menjelaskan perihal maksud dari segmen merah, ia berujar ”Disituasi (politik yang klinis) kaya gini, kita tuh malah ga terpanggil, kaya tragis banget gitu, kalo kita ga kritis dan ngelawan itu”.

Segmen Biru, Jingga, dan Hijau mereka mainkan setelahnya, sama halnya dengan segmen Merah, mereka kembali menjelaskan maksud dari kumpulan lagu tersebut. Masuk ke segmen Putih, tempo lebih menurun. Lagu yang sarat akan kematian dan kehidupan, mereka lagukan dengan makna lagu yang merasuk.

Diperbantui dengan permainan lighthing yang tematik sesuai segmen lagu, memberikan penghayatan yang lebih. Sing along dengan penuh hayat tak terluapkan, diantara penonton bahkan memejamkan mati dan menggerakan badannya mengikuti alunan nada. Hingga berlanjut segmen kuning dilantunkan, buah tanda ditutupnya set bagian pertama, album sinestesia.

Rehat 15 menit, pertunjukan kembali dilanjutkan. ”Tubuhmu Membiru… Tragis” , ”Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, dan “Kamar Gelap”, didapuk sebagai set pembuka, suguhkan album Kamar Gelap.

Selangnya “Bukan Lawan Jenis”, “Menjadi Indonesia”, dan “Laki-laki Pemalu” dimainkan secara bergilir, yang disambut dengan dansa-dansi kecil oleh penonton. Masuk lagu “Di Udara”, artmosphere meluap tak terbendung. Crowd surfing terjadi beberakali, tepat di depan panggung seorang penonton juga memakai topeng Munir (aktivis yang dibunuh dengan racun didalam pesawat) menaiki punggung yang lain, seraya mengepalkan tangan dan bernyanyi “tapi aku tak pernah mati, tak akan terhenti.”.

“Jalang” , “Seperti Rahim Ibu”, dan “Merdeka”  yang dimainkan selanjutnya. Tidak henti-hentinya membuat penonton mengepalkan tangan, sekaligus sing along meramaikan part vocal. “Balerina” dan “Cinta Melulu” diperdengarkan kemudian, membuat penonton kembali menari dan menggila. Sesekali Irma dan Natasha Abigail jadi kordinator tarian bak acara pagi, penonton di sisi kiri stage mangikuti gerakannya dengan selaras.

Tidak terasa waktu hampir menunjukan pukul 23.00 Wib, menandakan acara akan berakhir. Dipilih “Desember” dan “Sebelah Mata” sebagai lagu penutup. Penonton tidak menyia-nyiakan moment terkahir itu. Hall bergema dengan suara penonton yang bernyanyi dengan kekuatan terakhir, walau sudah tiga jam bernyanyi, mereka memilih untuk tidak perduli.

Memang penonton malam itu, merupakan salah satu penonton yang paling atraktif yang pernah saya temui selama konser Efek Rumah Kaca berlangsung. Mereka bernyanyi, menari, moshing sampai surfing saat acara berlangsung, sesekali juga terjadi interaksi dialog antara penonton menimpali obrolan Cholil diatas stage.

Hingga berakhirnya lagu “Sebelah Mata”, penonton masih tetap stay didepan stage, seraya berujar we want more tanda meminta lagu tambahan. Hingga selesainya lagu terakhir, permintaan itu tidak terwujud dan masih saja tengiang. Semoga tahun berikutnya atau dilain kesempatan dapat dikabulkan. Terimakasih Efek Rumah Kaca untuk 180 menit quality time-nya.

 

 

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

HODGEPODGE SUPERFEST, FESTIVAL BARU DENGAN GENRE MUSIK BERAGAM DARI JAVA FESTIVAL PRODUCTION

(Ki-ka) Sandy Widharna – Tim Program PT. Java Festival Production, Vicky Setiawan – Representatif dari Super Music, Dewi Gontha – Presiden Direktur PT. Java Festival Production, Nikita Dompas – Tim Program PT. Java Festival Production, Elfa Zulham – Tim Program PT. Java Festival Production berfoto bersama setelah konferensi pers pertama Hodgepodge Superfest 2018.

Jakarta, 18 Juli 2018Setelah 14 tahun menyelenggarakan festival tahunan Jakarta International Java Jazz Festival dan juga festival lainnya diantaranya Java Rockin’land, Java Soulnation dan Soundsfair, kini Java Festival Production kembali menghadirkan sebuah festival multi-genre di Jakarta. Hodgepodge Superfest adalah festival dimana Java Festival Production bekerja sama dengan Super Music dan didukung oleh Kopi Kapal Api yang akan menyuguhkan beragam musik seperti rock, pop, indie, elektronik dan genre musik lainnya dalam 1 festival pada tanggal 1-2 September 2018 di Allianz Ecopark Ancol. Artis internasional utama yang telah mengkonfirmasi kehadirannya adalah The Libertines, All Time Low, Lil Yachty dan Gallant. Artis lainnya yang juga akan menampilkan penampilan terbaiknya diantaranya adalah August Alsina, Russ, Lemaitre, Day Wave, Cloud Nothings, Tayla Parx, Sundara Karma, Vancouver Sleep Clinic, Swim Deep, Park Hotel, Kid Francescoli, Didirri dan masih ada nama-nama lainnya yang akan segera diumumkan.

“Ini adalah kebanggaan bagi kami untuk dapat berkolaborasi dengan Super Music dan mendapat dukungan dari Kopi Kapal Api dan bersama menghadirkan sebuah festival musik dengan konsep baru dan fresh dan mengundang para penggemar musik sambil menikmati suasana festival dengan pengalaman yang unik.” ujar Dewi Gontha selaku Presiden Direktur PT. Java Festival Production.

Dewi Gontha, Presiden Direktur PT. Java Festival Production saat sesi tanya jawab dengan media di konferensi pers pertama Hodgepodge Superfest 2018.

“Tahun ini, Super Music berkolaborasi dengan Java Festival Production dalam menyelenggarakan event Hodgepodge Superfest. Event ini menjadi momentum istimewa. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan Super Music semakin berperan aktif dalam perkembangan industri dan komunitas musik di Indonesia” ujar Vicky Setiawan, representatif dari Super Music.

Vicky Setiawan, Representatif dari Super Music saat berbincang mengenai Hodgepodge Superfest 2018.

“Tahun ini, Kopi KAPAL API hadir dan mendukung Hodgepodge Superfest 2018 membawa #secangkirsemangat kepada partisipan dan pengunjung festival yang inspiratif, kreatif, dan aktif. Kopi KAPAL API sudah menjadi simbol semangat yang mendorong para anak muda milenial Indonesia untuk terus semangat dalam berkarya, semangat berani berekspresi, dan semangat untuk menjadi agen perubahan menuju Indonesia lebih baik!” ujar Ferdinand Tan selaku Brand Manager Kopi KAPAL API.

“Sekarang saat yang tepat untuk penikmat musik Indonesia untuk melihat Hodgepodge Superfest sebagai discovery platform. Musik baru bisa dicari disini.” ujar Nikita Dompas selaku perwakilan dari Tim Program PT. Java Festival Production.

Nikita Dompas, salah satu Tim Program PT. Java Festival Production membahas artis-artis yang akan tampil di Hodgepodge Superfest 2018.

Allianz Ecopark Ancol akan menjadi venue utama pagelaran spektakuler Hodgepodge Superfest 2018. Akan tersedia 4 panggung untuk menikmati selebrasi dari penampilan para musisi dunia, area makanan dan minuman yang akan memanjakan pengunjung serta area bersantai sambil menikmati musik dan menghabiskan waktu akhir pekan. Pengunjung dipastikan akan mendapatkan pengalaman baru dan luar biasa dengan suasana festival yang dikelilingi oleh rumput dan lahan yang hijau serta area kegiatan di stan pameran maupun lounge. Pengunjung dapat melakukan aktifitas-aktifitas seru atau sekedar berfoto untuk mengabadikan momen tidak terlupakan ini.

Beberapa artis utama yang akan hadir di Hodgepodge Superfest 2018 diantaranya adalah The Libertines yang merupakan salah satu grup musik garage rock terbesar di dunia musik Inggris Raya yang akan hadir pertama kalinya pada hari Sabtu, 1 September 2018. Selain The Libertines, terdapat juga artis yang telah dinamakan sebagai “breakthrough artist of 2015” oleh Billboard dan “the voice that will redefine R&B” oleh NME yaitu Gallant yang akan beraksi di Hodgepodge Superfest pada tanggal 2 September 2018. Selain itu, grup band All Time Low juga akan meramaikan Hodgepodge Superfest pada hari Minggu 2 September 2018. Disamping artis-artis tersebut Miles McCollum yang dikenal sebagai penyanyi/rapper Lil Yachty juga akan hadir untuk pertama kalinya di Indonesia pada hari Minggu, 2 September di Hodgepodge Superfest 2018.

Artis lainnya yang akan meramaikan Hodgepodge Superfest 2018 dibulan September nanti adalah adalah musisi R&B yang berasal dari New Orleans, August Alsina dimana pada tahun 2014 silam telah mendapat penghargaan “Best New Artist” dari BET Awards. Terdapat juga Russ, artis hip hop dari Amerika dimana albumnya yang berjudul There’s Really a Wolf mendapatkan sertifikasi platinum, grup musik duo dengan genre electronic yang dikenal sebagai Lemaitre, Jackson Phillips atau yang lebih dikenal sebagai Day Wave yang memiliki musik bernuansa indie-pop, Cloud Nothings yang merupakan grup musik indie-rock asal Cleveland, artis asal Amerika yang bukan hanya pandai menulis lagu tapi juga berakting yaitu Tayla Parx, grup musik indie-pop/indie-rock/art rock asal Inggris yaitu Sundara Karma, Tim Bettinson artis dari Australia atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya yaitu Vancouver Sleep Clinic, Swim Deep yang merupakan grup musik asal Inggris yang terbentuk tahun 2011 dan sudah memiliki 2 album dan sedang dalam proses merekam album ke 3 mereka, Park Hotel, grup duo yang berasal dari London, grup musik dari Perancis yaitu Kid Francescoli dimana lagu mereka telah dipakai untuk beberapa iklan merek busana ternama seperti Chanel dan Lanvin, terdapat juga Didirri yang berasal dari Melbourne yang telah dinamai sebagai salah satu “10 Best artists we saw at Bigsound” dan “10 best live shows of 2017” oleh triple J.

Untuk artis Indonesia, yang telah mengkonfirmasi kehadirannya untuk Hodgepodge Superfest 2018 mendatang antara lain adalah The Brandals, 70’s OC, The Trees & The Wild, The Barefood, Soft Animal, The Sigit, Tomorrow People Ensemble x Eka Anash, Onar dan masih ada nama-nama lainnya yang akan diumumkan.

Tiket early bird Hodgepodge Superfest sudah dapat dibeli di website resmi yaitu www.hodgepodgefest.com sejak tanggal 30 Juni 2018 dan juga kantor Java Festival Production di Simprug Gallery Bloka A1, dengan harga mulai dari Rp 499,000 untuk Daily Pass dan Rp 845,000 untuk 2 Day pass.

 

#####

 

Tentang Hodgepodge Superfest

Hodgepodge Superfest adalah festival terbaru dari Java Festival Production yang bekerja sama dengan Super Music. Festival multi-genre ini hadir dalam 2 hari penyelenggaraannya di Allianz Ecopark Ancol.

 

Tentang Java Festival Production

Java Festival Production adalah penyelenggara dari Jakarta International Java Jazz Festival, Java Rockin’land, Java Soulnation, dan Soundsfair. Selain festival musik, java festival production juga telah membawa nama-nama besar lainnya ke Indonesia seperti Jamiroquai, Dianna Krall, dan masih banyak lagi.

BLABA WOEDA, KEIKHLASAN DALAM BERKARYA

Photo doc Blaba Woeda

Mahasiswa Prodi Seni Rupa (2015) Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil melaksanakan pameran yang bertajuk Blaba Woeda.

 

Longlifemagz – Sebanyak 29 mahasiswa Seni Rupa memerkan karya – karya mereka di Gedung Kesenian Ambarawa, Jl. Mgr. Soegiyopranoto dalam tajuk Blaba Woeda. Dengan semangat  kebersamaan pameran Blaba Woeda berhasil menarik banyak perhatian pengunjung, mulai dari mahasiswa Unnes sendiri, sampai masyarakat sekitar.

Tidak hanya pameran dan instalasi, acara Blaba Woeda sendiri dimeriahkan dengan susunan acara yang ciamik. Mulai dari Live Acoustic, Artist Talk, Bedah Karya, Screaning Film, sampai Workshop yang membuat pengunjung betah berlama – lama dalam kemeriahan pameran.

Edukatif namun tetap menghibur menjadi ciri acara tersebut. Blaba Woeda sendiri mengandung arti keikhlasan dalam melakukan sesuatu. Tidak heran jika keikhlasan teman – teman Seni Rupa Unnes dalam berkarya menjadi alasan mengapa acara tersebut berlangsung sangat menarik.

Pengambilan tema Blaba Woeda dirasa sangat related dengan situasi belakangan ini. Sifat individualis dan kurangnya kebersamaan menjadi benang merah bagaimana teman – teman blaba woeda menyampaikan pesan. Beberapa karya yang dipamerkan juga sangat menyentil nilai – nilai sosial yang terjadi di masyarakat.

Art Exhibition ini dilaksanakan empat hari berturut – turut. Acara yang dimulai pada tanggal 26/6 dihadiri beberapa curator – curator dari dalam dan luar daerah. Tidak lupa juga, kehadiran Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, Kurwato dan dosen pembimbing, Kamsidjo Budi Utomo dan Muhammad Rahman Athian menambah semangat teman – teman Blaba Woeda.

Smart & Creative Business of Traveling, Bersama UKM Kopma Unika

Seminar Kopma (doc. Kopma Unika)

Mulai dari tips and trick untuk travelling sampai cara membuka usaha yang berhubungan dengan travelling.

 

Longlifemagz – Pada hari Sabtu, 2 Juni 2018 Ukm Kopma Unika telah berhasil mengadakan seminar dengan tema Travelling With Business. Acara ini berlangsung di Ruang Theater, Gedung Thomas Aquinas Unika Soegiyopranoto dengan ditemani seorang MC yang gokil dan dua Guest Star yang tak kalah seru dan tentu berpengalaman di bidang travelling, Vicky Nitinegoro dan Nidine Chandrawinata.

Acara dibuka oleh Yoga Tri Waluyo selaku MC pada seminar ini. Lalu dilanjutkan dengan doa pembuka dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Unika Soegiyopranoto. Tidak lupa beberapa sambutan terlontar pula dari Drs. H. Hudi Prawoto, MM, Akt Selaku pembina UKM KOPMA dan sambutan dari Aditya Saputra selaku Ketua Panitia.

Tidak langsung ke acara utama, melainkan diadakan Ice Breaking dimana membuat para peserta seminar lebih bersemangat dalam mengikuti serangkaian acara ini. Selesai Ice Breaking barulah menuju acara utama menghadirkan salah satu Guest Star yang telah terkenal di dunia entertainment dan tentunya berpengalaman dalam melakukan travelling, Vicky Nitinegoro.

Selama acara berlangsung Vicky mmberikan tips and tricks travelling, yang kemudian di sambut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh peserta. Peserta tampak antusias, beberapa pertanyaan mengalir di keluarkan dari mulut peserta membuat acara menjadi lebih interaktif.

Selang beberapa waktu, Guest Star kedua yakni seorang Putri Indonesia 2005, aktris, traveller, sekaligus seorang pengusaha, Nadine Chandrawinata yang mengisi seminar. Banyak hal yang dapat dipelajari melalui Nadine, seperti cara menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh selama melakukan traveling.

Tak lupa juga, aktris ini mengingatkan untuk selalu cinta alam dengan menjaga kebersihan tempat wisata yang dikunjungi. Nadine pun berbagi pengalaman dalam membuka usahanya, berupa sebuah resort yang berada di Raja Ampat. Kedua Guest Star selanjutnya berbagi pengalaman travelling yang pernah dilakukan bersama.

Pada sesi ini merupakan salah satu sesi terbaik yang ada. Sebab selain pengalaman, para peserta juga  terhibur dengan berbagai macam lelucon yang ada antara MC dan kedua Guest Star.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana terdapat lima peserta yang diberi kesempatan untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang ditanyakan peserta adalah mengenai cara untuk membuka bisnis yang berhubungan travelling, entah tempat penginapan atau rumah makan.

Selain mendapat kesempatan bertanya, kedelapan penanya termasuk penanya pada sesi sebelumnya mendapat kesempatan berfoto dengan kedua Guest Star serta sebuah bingkisan. Lalu dilanjutkan pemutaran video dari awal hingga akhir seminar, doorprize, dan penyerahan plakat dari Ketua Panitia kepada kedua Guest Star. Doa sebagai penutup seminar ini dan tentunya sesi berfoto bersama para Guest Star untuk para peserta seminar.

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Mengisi Waktu Puasa Dengan Suguhan Talkshow dan Beauty Class

Suasana talkshow dan beauty class yang di gagas Net (doc. Net)

NET Goodpeople Semarang dengan aishaderm menyelenggarakan Beauty Class bertajuk Natural Look for Idul Fitri.

 

Longlifemagz – Pengaplikasikan makeup menjadi hal yang sangat penting bagi setiap wanita dalam berbagai kesempatan. Para wanita dituntut untuk selalu tampil maksimal, terlebih saat hari lebaran tiba. Dalam rangka ngabuburit bersama di bulan Ramadhan, NET Goodpeople Semarang bekerjasama dengan aishaderm menyelenggarakan Beauty Class bertajuk Natural Look for Idul Fitri.

Tidak hanya itu, sebelum berlangsungnya kegiatan beauty class, diadakan pula Mini Talkshow bersama Koordinator NET Goodpeople Semarang dan Beauty Consultant dari Aishaderm.

Diselenggrakan pada hari Sabtu, 9 Juni 2018 di MGM Cafe Marabunta, acara ini cukup mendapat sorotan dengan mendatangkan tentor MUA proffesional dari Semarang, Maudy Makeup. Nampak kouta peserta sebanyak 30 orang terlihat sangat antuis melahap tips makeup yang di berikan.

Para peserta mengikuti arahan serta teknik-teknik mengaplikasikan makeup oleh Maudy Makeup. Para peserta pun berkesempatan untuk melakukan tanya jawab saat beauty class berlangsung. Diakhir sesi, terdapat penentuan best makeup dan favorite makeup yang dipilih langsung oleh Maudy Makeup.

Hingga acara selesai, Net sebagai promotor yang notabennya merupakan salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia mampu membuat hubungan kedekatan dengan masyarakat makin dekat. Melalui kegiatan ini juga dapat memperkenalkan komunitas Net Goodpeole dengan konten serta konsep yang berbeda dan mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan positif sambil menunggu waktu berbuka puasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest