1


Synchronize Festival, Pesta Musik Indie Yang Selalu Dinanti

Crowd penonton Synchronize Festival (Photo by doc. Dyandra.com)

Tanggal 5-7 Oktober yang akan datang, akan berlangsung “pesta musik indie” Indonesia. Ya, Synchronize Festival 2018 akan segera datang tidak lama lagi.


Longlifemagz – Synchronize Festival yang merupakan festival musik indie multi genre terbesar di Indonesia ini akan kembali hadir, diselenggarakan selama tiga hari dengan jumlah penampil yang bisa dibilang “diluar akal sehat”. Sederet musisi dan band-band dengan total 114 penampil akan ikut serta memeriahkan acara ini, macam Bugerkill, Danilla, God Bless, Ras Muhammad, Sheilla On 7, Nasida Ria, Tiga Pagi, White Shoes and The Couple Company, Superman Is Dead, sampai Rhoma Irama.

Acara yang diselenggarakan atas kolaborasi hebat Dyandra Promosindo dengan Demajors Record ini akan diselenggarakan di JIEXPO Gambir Kemayoran. Tiket yang ditawarkan pun terbilang cukup murah, 3 day pass di banderol dengan harga 400 ribuan, tiket daily reguler seharga 250 ribu , dan 170 ribu untuk daily early entry. Nominal yang cukup murah jika melihat deretan penampil yang akan memeriahkan acara tersebut.

Synchronize fest sendiri merupakan acara tahunan yang pada setiap gelarannya akan selalu menghadirkan artis artis terfavorit dan juga terbaik tanah air. Bukan hanya lintas genre musik, synchronize fest juga akan menampilkan artis-artis lintas generasi, mulai dari era 70-an, 80-an, 90-an hingga artis-artis pendatang baru yang mulai menjajaki industri musik Indonesia.

Akan ada beberapa stage yang disediakan nantinya, tetapi yang menarik sejak beberapa tahun terakhir adalah adanya gigs stage, dimana di gigs stage ini akan di konsep seolah ada di situasi panggung cafe’ atau bar kecil tempat awal artis artis tersebut memulai karir. Konsep tersebutlah yang akhirnya membuat rasa intim baik antar penonton dengan penonton juga penonton dengan artis akan lebih kental.

Walaupun acara belum dimulai, pun sudah terlihat meriah, jadi tak ada alasan untuk tak datang ke Synchronize Festival tahun ini. Untuk mendapatkan tiketnya Synchronize Fest menyediakannya di portal online seperti bukalapak, caranya adalah buka portal buka lapak melalui browser atau aplikasinya di smartphone, kemudian pilih menu e-voucher & tiket event, kemudian pilih synchronize fest, pilih day pass yang diinginkan, klik lanjut, beli dan selesaikan pembayaran. Have fun and enjoy the show! See you there!

 

 

Jazz Melena di Daerah Istimewa

IMG-20180821-WA0010

Doc : Fadhil Umar

Kali kedua Boyzone sambangi Indonesia


Minggu 19 agustus 2018 menjadi kali keduanya grup vokal legendaris Boyzone kembali menjajaki panggung di Indonesia, 21 tahun yang lalu tepatnya pada bulan September 1997 grup vokal asal Irlandia ini pernah menjajal panggung Indonesia pada gelaran “A Different Beat Asian Tour”, bertempat di depan megahnya warisan budaya dunia yaitu Candi Prambanan Boyzone mengajak para penonton untuk bernostalgia ke-era 90an dengan menyanyikan lagu lagu hits mereka sekaligus menutup hangatnya gelaran “prambanan jazz festival 4”

Gelaran ke-4 yang di organisir oleh “Rajawali Indonesia Communication” ini menjadi pesta tahunan bukan hanya bagi para penikmat musik jazz saja, melainkan untuk semua kalangan, buktinya pada gelaran kali ini prambanan jazz festival turut serta menampilkan musisi musisi lintas genre, mulai dari pop, hip-hop, rock, hingga folk, bahkan pada gelaan ini juga menjadi panggung reuni band legendaris Indonesia yaitu dewa 19, berlatar belakang megahnya candi prambanan musisi kawakan Indonesia itu memainkan lagu lagu legendaris mereka.

BACA : SYNCHRONIZE FESTIVAL, PESTA MUSIK INDIE YANG SELALU DINANTI

Prambanan jazz festival ini diadakan selama 3 hari, yaitu tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2018, menampilkan musisi-musisi nasional bahkan internasional, dengan total 27 penampil Prambanan Jazz Festival sukses membuat para pengunjung terlena dengan penampilan mereka, selama 3 hari itu pula para pengunjung dimanjakan dengan cantiknya Candi Prambanan, juga sedapnya makanan makanan khas Yogyakarta pada bagian “pasar kangen”. Ya, pada gelaran kali ini rajawali Indonesia communication sengaja menambahkan sebuah “wahana” yang berisikan makanan makanan khas Yogyakarta dan juga makanan makanan “jaman dulu” yang memanjakan lidah para pengunjung dengan harga yang cukup murah.

027524200_1534587758-Marcell_di_Prambanan_Jazz_foto_by_Bambang_E_Ros__1_

Doc : : Liputan6

Prambanan Jazz Festival kali ini juga menjadi ajang kolaborasi para musisi musisi contohnya pada hari pertama ada dedengkot instrumental jazz Indonesia yang berkolaborasi dengan Sheila majid, Marcell, dan Rio febrian, kemudian ada kolaborasi unik dengan dua grup vocal lintas generasi yaitu ada kahitna dan RAN yang menamai kolaborasi mereka dengan nama KahitRAN. Pada hari kedua juga tak kalah menarik, dimana ada kolaborasi ayah dan anak yaitu Yovie Widianto dan Arsy Widianto yang juga sekaligus menggandeng jebolan idol Indonesia asal Yogyakarta yaitu Brisia Jodie, ada juga kolaborasi antara Tompi yang menggaet musisi jazz muda Nadya Fatira, kemudian keyboardist kenamaan Indonesia yaitu Indra Lesmana yang berkolaborasi dengan Eva Celia, kemudian hari kedua ditutup dengan legenda jazz dunia asal Kanada yaitu Diana Krall, pianis sekaligus penyanyi jazz ini menjadi salah satu bintang tamu utama dalam gelaran Prambanan Jazz festival tahun ini.

BACA : RAISA PECAHKAN SUASANA SCOOTER 2018

Hari ketiga yang seolah menjadi pamungkas gelaran ini terlaksana dengan sangat meriah, diawali dengan penampilan band MLD Jazz Project di panggung Hanoman Stage, band bentukan program audisi MLD Jazz Project ini menampilkan musik musik dengan swing yang sangat terasa dan juga dengan jeritan saxophone yang begitu indah, membuat teriknya matahari seolah tak terasa.

Dilanjutkan dengan penampilan band pop Jikustik yang membuat para pengunjung ikut bergerak mengikuti irama musik musik Jikustik yang hits, bersamaan dengan itu di Rorojongrang stage juga tak kalah seru dimana ada penampilan dari Sierra  Soetedjo. Pelantun lagu “The Only One” ini menampilkan lagu lagunya dengan suara yang sangat indah.

Menjelang tenggelamnya matahari band yang sedang memproses album baru, Barasuara menghantarkan penonton menikmati indahnya sore hari di Prambanan, dengan latar belakang sunset prambanan yang begitu indah Barasuara seolah mendapatkan energi lebih untuk membawakan lagu lagu mereka, bahkan beberapa materi lagu pada album mereka yang akan datang juga turut serta dibawakan, bersamaan dengan itu pula di Rorojongrang stage ada penampilan kolaborasi dari Idang Rasjidi yang berkolaborasi dengan Syaharani.

BACA :  ALL TIME LOW AKHIRI FESTIVAL MUSIK HODGEPODGE SUPERFEST 2018

Menjelang malam hari duo folk tuan rumah yaitu Stars and Rabbit menaiki panggung, dengan nada vokal suara tinggi yang khas, Stars and Rabbit sukses membuat para penonton merinding dengan lengkingan lengkingan khas nya, dengan format fullband dan juga ditambahkan dengan iringan iringan gesekan biola dan cello membuat stars and rabbit sangat berkelas, bersamaan dengan itu di Rorojongrang Stage juga ada penampilan dari band kawakan Indonesia yaitu GIGI, dengan beberapa gubahan lagunya yang diarransemen menjadi “sedikit” lebih jazzy, GIGI sukses membuat penonton seolah bingung, karena pada saat yang bersamaan band idola mereka tampil dalam panggung yang berbeda, tak jarang terlihat beberapa orang berlarian berpindah lokasi agar tetap dapat menonton kedua band favoritnya tersebut.

Seusai lagu “man upon the hill” giliran solois jazz pop Indonesia yaitu Glenn fredly menguasai Hanoman Stage, solois yang bergabung dalam Trio Lestari ini juga sukses membuat para penonton berteriak kegirangan.

Seusai itu giliran solois pop indonesia Tulus menaiki panggung, dengan lagu lagunya yang hits tulus sukses membuat penonton hanyut dalam alunan lagu dan turut bernyanyi bersama, sebut saja lagu lagu tulus seperti “gajah”, “monokrom”, “sepatu” dan lain lain yang tak lagi asing di telinga para penikmat musik indonesia.

Bersamaan dengan berpamitanya Tulus dari panggung ternyata saudah terlihat antrian yang mengular menuju Rorojongrang stage dimana Special show akan dilaksanakan.

DYbNy14VAI

Doc : Medcom.Id

Special show dibuka dengan penampilan reuni dari band kawakan indonesia yaitu Dewa 19 dengan vokalisnya yaitu Ari lasso dengan membawakan lagu “restoe boemi”, dilanjutkan dengan deretan lagu hits mereka seperti “cukup siti nurbaya”, “satu hati”, “kangen”, “kirana”, dan “separuh nafas”. dalam penampilannya

Dewa 19 juga kedatangan “bintang tamu” lain yaitu sang anak dari Ahmad Dhani yaitu Al ghazali, dalam kesempatan itu Al ghazali ingin berkolaborasi dengan Dewa 19 dengan memegang instrument drum, jadilah mereka berkolaborasi dengan “roman picisan” sebagai lagunya.

BACA : 180 MENIT BERSAMA EFEK RUMAH KACA DI COMFEST 2018

Seusai penampilan ciamik dari Dewa 19, sang bintang tamu terakhir malam itu mendapat giliran manaiki panggung, grup vokal Boyzone sebagai pamungkas Prambanan Jazz Festival ini merupakan penampilan yang sangat special.

Bagaimana tidak, selain ini adalah kedatangan mereka setelah 21 tahun yang lalu mereka menyambangi indonesia dalam rangkaian tour asia mereka, aini juga merupakan salah satu penampilan terakhir mereka sebelum mereka bubar tahun depan.

Tampil dengan personil lengkap Boyzone membawakan lagu lagu mereka mereka yang hits pada era 90an dengan sangat sempurna, sebut saja “words”, dan “love me for a reason”. Grup vokal yang sedang proses pembuatan album baru sekaligus pamungkas mereka juga membawakan single mereka yang akan ada pada album tersebut, lagu yang berjudul “because” tersebut ternyata merupakan ciptaan salah satu penguasa billboard yaitu Ed Sheeran.

Hingga seusai mereka memberikan ucapan tanda pamit yang membuat para penonton bersedih ternyata mereka sengaja membuat sebuah kejutan, dengan memberikan 3 lagu tambahan sebelum akhirnya mereka benar benar menuruni panggung Rorojongrang Stage, bersamaan dengan itu para pengunjung terlihat mulai meninggalkan venue.

Ada satu hal yang menarik pada gelaran Prambanan Jazz Festival kali ini, yaitu launching buku “100 KONSER MUSIK DI INDONESIA” buku karya “Anas Syahrul Alimi” yang sekaligus menjadi CEO Rajawali Indonesia Communication ini berisi review konser konser musik yang ada di indonesia, mulai dari 1929 sampai dengan konser musik yang akan datang hingga tahun 2019.

berkolaborasi dengan Muhidin M Dahlan yaitu pendiri Radiobuku  dan Warung arsip buku ini diluncurkan bersamaan dengan event Prambanan Jazz Festival tersebut, dan uniknya buku ini seluruh pendapatannya akan di sumbangkan pada bencana gempa bumi Lombok, review buku tersebut akan ada pada artikel lain.

180 menit Bersama Efek Rumah Kaca di Comfest 2018

Efek Rumah Kaca on stage Comfest 2018

Mulai dari album Sinestesia, Kamar Gelap, sampai Efek Rumah Kaca mereka suguhkan ke penonton.


LonglifemagzBaru pukul 18.00 Wib ribuan penonton sudah memadati Hall Student UIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta (13/7) pekan lalu. Banyak diantaranya tersebar di spot-spot sekitaran Hall, terdapat pula yang sedang duduk di pelataran samping hall, tempat foodtruck berjajar. Selebihnya mereka semua sama terlihat menyibukan diri dengan segala rutinitas. Sembari menunggu konser tunggal Efek Rumah Kaca di Comfest 2018, sebuah hajatan Hima Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Syarif Hidayahtullah, Jakarta.

Konser tunggal Efek Rumah Kaca kali ini sekaligus menyambut kedatangan Cholil dan Irma (voc dan Backing Vocal) kembali ke Indonesia. “Acara Comfest untuk tahun ini memang bertepatan dengan #Turkemarau2018 nya Efek Rumah Kaca, dan ternyata antusias penontonnya sangat baik.”, ujar Hilman salah seorang panitia yang sesekali bercerita tentang acaranya.

BACA : RIEN JAMAIN, BERBICARA TENTANG PANGGUNG PERTAMA, PERJALANAN BERMUSIKNYA, PERAN PEREMPUAN, SAMPAI KESAN HUMORIS YANG MELEKAT

Hilman mengungkapkan, “Nantinya dalam konser tersebut mereka akan memainkan set panjang”, seraya tersenyum dan tak lupa sesekali ia menghisap rokok yang ada ditangannya.

Terdengar acara sudah di mulai, suara sayup-sayup dari dalam hall kian keras memanggil penonton untuk masuk kedalam. Mengetahui itu penonton kian bergegas memasuki hall. Namun sayang harus sedikit menunggu, antrian ternyata sudah terlanjur panjang.

Untuk mensiasati alur flow pengunjung, terdapat spot merchandise official Efek Rumah Kaca dan Photo booth disamping gate. Sesekali penonton melihat, membeli merchandise yang disediakan, dan  berswafoto di depan mural karakter The Popo yang sedang sinis dengan tagline “Konser Terus Sampai Mampus”.

Doc : Longlife

Sekitar pukul delapan MC sudah mengajak penonton bersorak menyebut nama Efek Rumah Kaca, selayaknya ritual yang banyak dilakukan memanggil rockstar untuk on stage. Dan benar, Akbar, Poppie, Cholil (dan personil Efek Rumah Kaca yang lain) sudah tampak diatas panggung lengkap dengan sambutan gegap gempita dari penonton.

Tanpa basa-basi, segmen Merah yang terdiri dari lagu “Ilmu Politik”, “Lara dimana-mana”, dan “Ada-ada saja” mereka luncurkan secara berurutan. Selesainya Cholil menyapa penonton dan menjelaskan perihal maksud dari segmen merah, ia berujar ”Disituasi (politik yang klinis) kaya gini, kita tuh malah ga terpanggil, kaya tragis banget gitu, kalo kita ga kritis dan ngelawan itu”.

Segmen Biru, Jingga, dan Hijau mereka mainkan setelahnya, sama halnya dengan segmen Merah, mereka kembali menjelaskan maksud dari kumpulan lagu tersebut. Masuk ke segmen Putih, tempo lebih menurun. Lagu yang sarat akan kematian dan kehidupan, mereka lagukan dengan makna lagu yang merasuk.

Doc : Longlife

Diperbantui dengan permainan lighthing yang tematik sesuai segmen lagu, memberikan penghayatan yang lebih. Sing along dengan penuh hayat tak terluapkan, diantara penonton bahkan memejamkan mati dan menggerakan badannya mengikuti alunan nada. Hingga berlanjut segmen kuning dilantunkan, buah tanda ditutupnya set bagian pertama, album sinestesia.

Rehat 15 menit, pertunjukan kembali dilanjutkan. ”Tubuhmu Membiru… Tragis” , ”Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, dan “Kamar Gelap”, didapuk sebagai set pembuka, suguhkan album Kamar Gelap.

Selangnya “Bukan Lawan Jenis”, “Menjadi Indonesia”, dan “Laki-laki Pemalu” dimainkan secara bergilir, yang disambut dengan dansa-dansi kecil oleh penonton. Masuk lagu “Di Udara”, artmosphere meluap tak terbendung. Crowd surfing terjadi beberakali, tepat di depan panggung seorang penonton juga memakai topeng Munir (aktivis yang dibunuh dengan racun didalam pesawat) menaiki punggung yang lain, seraya mengepalkan tangan dan bernyanyi “tapi aku tak pernah mati, tak akan terhenti.”.

“Jalang” , “Seperti Rahim Ibu”, dan “Merdeka”  yang dimainkan selanjutnya. Tidak henti-hentinya membuat penonton mengepalkan tangan, sekaligus sing along meramaikan part vocal. “Balerina” dan “Cinta Melulu” diperdengarkan kemudian, membuat penonton kembali menari dan menggila. Sesekali Irma dan Natasha Abigail jadi kordinator tarian bak acara pagi, penonton di sisi kiri stage mangikuti gerakannya dengan selaras.

BACA : ROCKET ROCKERS, BERCERITA TENTANG ALBUM BARUNYA

Tidak terasa waktu hampir menunjukan pukul 23.00 Wib, menandakan acara akan berakhir. Dipilih “Desember” dan “Sebelah Mata” sebagai lagu penutup. Penonton tidak menyia-nyiakan moment terkahir itu. Hall bergema dengan suara penonton yang bernyanyi dengan kekuatan terakhir, walau sudah tiga jam bernyanyi, mereka memilih untuk tidak perduli.

Memang penonton malam itu, merupakan salah satu penonton yang paling atraktif yang pernah saya temui selama konser Efek Rumah Kaca berlangsung. Mereka bernyanyi, menari, moshing sampai surfing saat acara berlangsung, sesekali juga terjadi interaksi dialog antara penonton menimpali obrolan Cholil diatas stage.

Hingga berakhirnya lagu “Sebelah Mata”, penonton masih tetap stay didepan stage, seraya berujar we want more tanda meminta lagu tambahan. Hingga selesainya lagu terakhir, permintaan itu tidak terwujud dan masih saja tengiang. Semoga tahun berikutnya atau dilain kesempatan dapat dikabulkan. Terimakasih Efek Rumah Kaca untuk 180 menit quality time-nya.

Doc : Longlife

 

 

 

HODGEPODGE SUPERFEST, FESTIVAL BARU DENGAN GENRE MUSIK BERAGAM DARI JAVA FESTIVAL PRODUCTION

(Ki-ka) Sandy Widharna – Tim Program PT. Java Festival Production, Vicky Setiawan – Representatif dari Super Music, Dewi Gontha – Presiden Direktur PT. Java Festival Production, Nikita Dompas – Tim Program PT. Java Festival Production, Elfa Zulham – Tim Program PT. Java Festival Production berfoto bersama setelah konferensi pers pertama Hodgepodge Superfest 2018.


LonglifemagzSetelah 14 tahun menyelenggarakan festival tahunan Jakarta International Java Jazz Festival dan juga-festival lainnya diantaranya Java Rockin’land, Java Soulnation dan Soundsfair, kini Java Festival Production kembali menghadirkan sebuah festival multi-genre di Jakarta. Hodgepodge Superfest adalah festival dimana Java Festival Production bekerja sama dengan Super Music dan didukung oleh Kopi Kapal Api yang akan menyuguhkan beragam musik seperti rock, pop, indie, elektronik dan genre musik lainnya dalam 1 festival pada tanggal 1-2 September 2018 di Allianz Ecopark Ancol. Artis internasional utama yang telah mengkonfirmasi kehadirannya adalah The Libertines, All Time Low, Lil Yachty dan Gallant. Artis lainnya yang juga akan menampilkan penampilan terbaiknya diantaranya adalah August Alsina, Russ, Lemaitre, Day Wave, Cloud Nothings, Tayla Parx, Sundara Karma, Vancouver Sleep Clinic, Swim Deep, Park Hotel, Kid Francescoli, Didirri dan masih ada nama-nama lainnya yang akan segera diumumkan.

“Ini adalah kebanggaan bagi kami untuk dapat berkolaborasi dengan Super Music dan mendapat dukungan dari Kopi Kapal Api dan bersama menghadirkan sebuah festival musik dengan konsep baru dan fresh dan mengundang para penggemar musik sambil menikmati suasana festival dengan pengalaman yang unik.” ujar Dewi Gontha selaku Presiden Direktur PT. Java Festival Production.

Dewi Gontha, Presiden Direktur PT. Java Festival Production saat sesi tanya jawab dengan media di konferensi pers pertama Hodgepodge Superfest 2018.

“Tahun ini, Super Music berkolaborasi dengan Java Festival Production dalam menyelenggarakan event Hodgepodge Superfest. Event ini menjadi momentum istimewa. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan Super Music semakin berperan aktif dalam perkembangan industri dan komunitas musik di Indonesia” ujar Vicky Setiawan, representatif dari Super Music.

Vicky Setiawan, Representatif dari Super Music saat berbincang mengenai Hodgepodge Superfest 2018.

“Tahun ini, Kopi KAPAL API hadir dan mendukung Hodgepodge Superfest 2018 membawa #secangkirsemangat kepada partisipan dan pengunjung festival yang inspiratif, kreatif, dan aktif. Kopi KAPAL API sudah menjadi simbol semangat yang mendorong para anak muda milenial Indonesia untuk terus semangat dalam berkarya, semangat berani berekspresi, dan semangat untuk menjadi agen perubahan menuju Indonesia lebih baik!” ujar Ferdinand Tan selaku Brand Manager Kopi KAPAL API.

“Sekarang saat yang tepat untuk penikmat musik Indonesia untuk melihat Hodgepodge Superfest sebagai discovery platform. Musik baru bisa dicari disini.” ujar Nikita Dompas selaku perwakilan dari Tim Program PT. Java Festival Production.

Nikita Dompas, salah satu Tim Program PT. Java Festival Production membahas artis-artis yang akan tampil di Hodgepodge Superfest 2018.

Allianz Ecopark Ancol akan menjadi venue utama pagelaran spektakuler Hodgepodge Superfest 2018. Akan tersedia 4 panggung untuk menikmati selebrasi dari penampilan para musisi dunia, area makanan dan minuman yang akan memanjakan pengunjung serta area bersantai sambil menikmati musik dan menghabiskan waktu akhir pekan. Pengunjung dipastikan akan mendapatkan pengalaman baru dan luar biasa dengan suasana festival yang dikelilingi oleh rumput dan lahan yang hijau serta area kegiatan di stan pameran maupun lounge. Pengunjung dapat melakukan aktifitas-aktifitas seru atau sekedar berfoto untuk mengabadikan momen tidak terlupakan ini.

BACA : 180 MENIT BERSAMA EFEK RUMAH KACA DI COMFEST 2018

Beberapa artis utama yang akan hadir di Hodgepodge Superfest 2018 diantaranya adalah The Libertines yang merupakan salah satu grup musik garage rock terbesar di dunia musik Inggris Raya yang akan hadir pertama kalinya pada hari Sabtu, 1 September 2018. Selain The Libertines, terdapat juga artis yang telah dinamakan sebagai “breakthrough artist of 2015” oleh Billboard dan “the voice that will redefine R&B” oleh NME yaitu Gallant yang akan beraksi di Hodgepodge Superfest pada tanggal 2 September 2018. Selain itu, grup band All Time Low juga akan meramaikan Hodgepodge Superfest pada hari Minggu 2 September 2018. Disamping artis-artis tersebut Miles McCollum yang dikenal sebagai penyanyi/rapper Lil Yachty juga akan hadir untuk pertama kalinya di Indonesia pada hari Minggu, 2 September di Hodgepodge Superfest 2018.

Artis lainnya yang akan meramaikan Hodgepodge Superfest 2018 dibulan September nanti adalah adalah musisi R&B yang berasal dari New Orleans, August Alsina dimana pada tahun 2014 silam telah mendapat penghargaan “Best New Artist” dari BET Awards. Terdapat juga Russ, artis hip hop dari Amerika dimana albumnya yang berjudul There’s Really a Wolf mendapatkan sertifikasi platinum, grup musik duo dengan genre electronic yang dikenal sebagai Lemaitre, Jackson Phillips atau yang lebih dikenal sebagai Day Wave yang memiliki musik bernuansa indie-pop, Cloud Nothings yang merupakan grup musik indie-rock asal Cleveland, artis asal Amerika yang bukan hanya pandai menulis lagu tapi juga berakting yaitu Tayla Parx, grup musik indie-pop/indie-rock/art rock asal Inggris yaitu Sundara Karma, Tim Bettinson artis dari Australia atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya yaitu Vancouver Sleep Clinic, Swim Deep yang merupakan grup musik asal Inggris yang terbentuk tahun 2011 dan sudah memiliki 2 album dan sedang dalam proses merekam album ke 3 mereka, Park Hotel, grup duo yang berasal dari London, grup musik dari Perancis yaitu Kid Francescoli dimana lagu mereka telah dipakai untuk beberapa iklan merek busana ternama seperti Chanel dan Lanvin, terdapat juga Didirri yang berasal dari Melbourne yang telah dinamai sebagai salah satu “10 Best artists we saw at Bigsound” dan “10 best live shows of 2017” oleh triple J.

BACA : JAZZ MELENA DI DAERAH ISTIMEWA

Untuk artis Indonesia, yang telah mengkonfirmasi kehadirannya untuk Hodgepodge Superfest 2018 mendatang antara lain adalah The Brandals, 70’s OC, The Trees & The Wild, The Barefood, Soft Animal, The Sigit, Tomorrow People Ensemble x Eka Anash, Onar dan masih ada nama-nama lainnya yang akan diumumkan.

Tiket early bird Hodgepodge Superfest sudah dapat dibeli di website resmi yaitu www.hodgepodgefest.com sejak tanggal 30 Juni 2018 dan juga kantor Java Festival Production di Simprug Gallery Bloka A1, dengan harga mulai dari Rp 499,000 untuk Daily Pass dan Rp 845,000 untuk 2 Day pass.


Tentang Hodgepodge Superfest

Hodgepodge Superfest adalah festival terbaru dari Java Festival Production yang bekerja sama dengan Super Music. Festival multi-genre ini hadir dalam 2 hari penyelenggaraannya di Allianz Ecopark Ancol.

Tentang Java Festival Production

Java Festival Production adalah penyelenggara dari Jakarta International Java Jazz Festival, Java Rockin’land, Java Soulnation, dan Soundsfair. Selain festival musik, java festival production juga telah membawa nama-nama besar lainnya ke Indonesia seperti Jamiroquai, Dianna Krall, dan masih banyak lagi.

 

 

BLABA WOEDA, KEIKHLASAN DALAM BERKARYA

Photo doc Blaba Woeda

Mahasiswa Prodi Seni Rupa (2015) Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil melaksanakan pameran yang bertajuk Blaba Woeda.

 

Longlifemagz – Sebanyak 29 mahasiswa Seni Rupa memerkan karya – karya mereka di Gedung Kesenian Ambarawa, Jl. Mgr. Soegiyopranoto dalam tajuk Blaba Woeda. Dengan semangat  kebersamaan pameran Blaba Woeda berhasil menarik banyak perhatian pengunjung, mulai dari mahasiswa Unnes sendiri, sampai masyarakat sekitar.

Tidak hanya pameran dan instalasi, acara Blaba Woeda sendiri dimeriahkan dengan susunan acara yang ciamik. Mulai dari Live Acoustic, Artist Talk, Bedah Karya, Screaning Film, sampai Workshop yang membuat pengunjung betah berlama – lama dalam kemeriahan pameran.

Edukatif namun tetap menghibur menjadi ciri acara tersebut. Blaba Woeda sendiri mengandung arti keikhlasan dalam melakukan sesuatu. Tidak heran jika keikhlasan teman – teman Seni Rupa Unnes dalam berkarya menjadi alasan mengapa acara tersebut berlangsung sangat menarik.

Pengambilan tema Blaba Woeda dirasa sangat related dengan situasi belakangan ini. Sifat individualis dan kurangnya kebersamaan menjadi benang merah bagaimana teman – teman blaba woeda menyampaikan pesan. Beberapa karya yang dipamerkan juga sangat menyentil nilai – nilai sosial yang terjadi di masyarakat.

Art Exhibition ini dilaksanakan empat hari berturut – turut. Acara yang dimulai pada tanggal 26/6 dihadiri beberapa curator – curator dari dalam dan luar daerah. Tidak lupa juga, kehadiran Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, Kurwato dan dosen pembimbing, Kamsidjo Budi Utomo dan Muhammad Rahman Athian menambah semangat teman – teman Blaba Woeda.

Smart & Creative Business of Traveling, Bersama UKM Kopma Unika

Seminar Kopma (doc. Kopma Unika)

Mulai dari tips and trick untuk travelling sampai cara membuka usaha yang berhubungan dengan travelling.

 

Longlifemagz – Pada hari Sabtu, 2 Juni 2018 Ukm Kopma Unika telah berhasil mengadakan seminar dengan tema Travelling With Business. Acara ini berlangsung di Ruang Theater, Gedung Thomas Aquinas Unika Soegiyopranoto dengan ditemani seorang MC yang gokil dan dua Guest Star yang tak kalah seru dan tentu berpengalaman di bidang travelling, Vicky Nitinegoro dan Nidine Chandrawinata.

Acara dibuka oleh Yoga Tri Waluyo selaku MC pada seminar ini. Lalu dilanjutkan dengan doa pembuka dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Unika Soegiyopranoto. Tidak lupa beberapa sambutan terlontar pula dari Drs. H. Hudi Prawoto, MM, Akt Selaku pembina UKM KOPMA dan sambutan dari Aditya Saputra selaku Ketua Panitia.

Tidak langsung ke acara utama, melainkan diadakan Ice Breaking dimana membuat para peserta seminar lebih bersemangat dalam mengikuti serangkaian acara ini. Selesai Ice Breaking barulah menuju acara utama menghadirkan salah satu Guest Star yang telah terkenal di dunia entertainment dan tentunya berpengalaman dalam melakukan travelling, Vicky Nitinegoro.

Selama acara berlangsung Vicky mmberikan tips and tricks travelling, yang kemudian di sambut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh peserta. Peserta tampak antusias, beberapa pertanyaan mengalir di keluarkan dari mulut peserta membuat acara menjadi lebih interaktif.

Selang beberapa waktu, Guest Star kedua yakni seorang Putri Indonesia 2005, aktris, traveller, sekaligus seorang pengusaha, Nadine Chandrawinata yang mengisi seminar. Banyak hal yang dapat dipelajari melalui Nadine, seperti cara menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh selama melakukan traveling.

Tak lupa juga, aktris ini mengingatkan untuk selalu cinta alam dengan menjaga kebersihan tempat wisata yang dikunjungi. Nadine pun berbagi pengalaman dalam membuka usahanya, berupa sebuah resort yang berada di Raja Ampat. Kedua Guest Star selanjutnya berbagi pengalaman travelling yang pernah dilakukan bersama.

Pada sesi ini merupakan salah satu sesi terbaik yang ada. Sebab selain pengalaman, para peserta juga  terhibur dengan berbagai macam lelucon yang ada antara MC dan kedua Guest Star.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana terdapat lima peserta yang diberi kesempatan untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang ditanyakan peserta adalah mengenai cara untuk membuka bisnis yang berhubungan travelling, entah tempat penginapan atau rumah makan.

Selain mendapat kesempatan bertanya, kedelapan penanya termasuk penanya pada sesi sebelumnya mendapat kesempatan berfoto dengan kedua Guest Star serta sebuah bingkisan. Lalu dilanjutkan pemutaran video dari awal hingga akhir seminar, doorprize, dan penyerahan plakat dari Ketua Panitia kepada kedua Guest Star. Doa sebagai penutup seminar ini dan tentunya sesi berfoto bersama para Guest Star untuk para peserta seminar.


FIND US ON

[et_social_follow icon_style="slide" icon_shape="circle" icons_location="top" col_number="auto" custom_colors="true" bg_color="#a70a0d" bg_color_hover="" icon_color="" icon_color_hover="" outer_color="dark"]

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.