1


(Ki-ka) Eva – host press conference, Kenneth – PO The 9th Music Gallery, Laras – VPO The 9th Music Gallery. saat konferensi pers The 9th Music Gallery.

 


Longlifemagz Setelah sukses 8 kali menggelar festival musik tahunan yang diberi nama music gallery, kini BSO Band Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia kembali menghadirkan festival musik tersebut, gelaran yang ke-9 ini music gallery mengangkat tema “An Undiscovered Resonance” yang mana dengan tema tersebut music gallery menyorot segala sesuatu yang memiliki ciri khas unik, kreatif, dan berkualitas tinggi, namun karena satu dan lain hal, masih kurang didengar oleh sebagian besar masyarakat. Mengambil inspirasi visual dari Haight-Ashbury, sebuah distrik di San Francisco  yang dipenuhi bangunan-bangunan dan toko-toko berwarna cerah, The 9th Music Gallery menggambarkan musisi independen lokal sebagai permata tersembunyi dengan bakat yang patut diapresiasi oleh lebih.

“Temanya An Undiscovered Resonance, bertujuan mengenalkan kepada masyarakat luas tentang bakat-bakat musisi yang belum banyak didengar. Dari visualnya, inspirasi kita adalah Haight Ashbury, sebuah distrik di San Francisco, yang sepanjang jalannya tuh suasananya vibrant dan colorful. Kita mau buat Music Gallery ini dengan vibe yang sama seperti yang diberikan Haight Ashbury, dengan memiliki musisi yang bakatnya bagus-bagus banget, tapi belum banyak dikenal.” Ujar Laras saat sesi tanya jawab dengan media di konferensi pers The 9th Music Gallery.

“Tahun ini venue kita pindah ke Tennis Indoor Senayan sekarang, lebih luas dan lebih memungkinkan buat berekspresi. Stage kita juga berbeda, kalau tahun lalu, di Kuningan City ada main stage dan intimate stage. Intimate stage itu yang lebih kecil, karena memang hall-nya nggak memungkinnkan untuk fit dua stage besar. Namun, tahun ini, kita adainnya 2 main stage, sama-sama besar gitu, biar lebih memberi platform supaya si musisi-musisi ini dapat good stage gitu. Selain itu, ada pre-event tahun ini, yang kita lihat sebagai Mugal on the smaller scale, di Hatchi Jakarta Selatan kemarin. Kita mengundang beberapa musisi yang juga berbakat, tapi belum berkesempatan tampil di main event-nya. Tujuannya sih mau mengekspos lebih banyak musisi-musisi bagus, memberi mereka kesempatan untuk main, sebagai bentuk apresiasi juga terhadap musisi lokal.” ujar Kenneth

Photo by : Music Gallery

Selain menjadi wadah untuk memperdengarkan musisi-musisi lokal, semenjak empat tahun lalu, Music Gallery juga secara rutin mengundang artis internasional untuk menjadi bagian dari lineup-nya. Selain bertujuan memberi kesempatan bagi penikmat musik lokal untuk menyaksikan musisi internasional yang jarang tampil di Indonesia, pertunjukan artis internasional juga dapat menambah perspektif serta menjadi sumber inspirasi baru untuk skena musik lokal. Berbagai artis internasional yang pernah diundang oleh Music Gallery termasuk Tahiti 80, Panama, Last Dinosaurs, Honne, Beach Fossils, dan Novo Amor. Tahun ini, kami mengundang international artist yaitu yaitu FUR, band alternative pop asal Inggris yang dikenal dengan beberapa single ternamanya yaitu, “If You Know That I’m Lonely”, “Angel Eyes”, “Not Enough”, dan “Trying”.

Sama seperti event event kebanyakan, challenge yang dihadapi panitia yang peling sering adalah ketika proses mencari sponsor, Music gallery pun mengalami hal yang serupa namun dengan keyakinan dan juga usaha dari 200 panitia yang turut serta proses ini pun dapat dilalui dengan baik, kuncinya hanyalah menyatukan ke 200 orang tersebut yang memiliki perbedaan untuk menyatukan visinya demi kesuksesan acara.

Berikut rincian harga tiket The 9 th Music Gallery:

Presale 1        : Rp 95.000

Presale 2        : Rp 150.000

Presale 3        : Rp 200.000

Normal            : Rp 250.000

Early Entry      : Rp 125.000

Presale 1 dan 2 terjual habis, sedangkan tiket Presale 3, Early Entry, dan Normal Price masih dijual.

 

 

Keyword :



FIND US ON

[et_social_follow icon_style="slide" icon_shape="circle" icons_location="top" col_number="auto" custom_colors="true" bg_color="#a70a0d" bg_color_hover="" icon_color="" icon_color_hover="" outer_color="dark"]

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.