niskala-interview

 

Longlifemagz – Semakin mudahnya mengakses informasi di dunia serba instan ini, menjadi nilai plus dan nilai negatif bagi siapapun yang setiap hari berkutat mencari informasi di dalamnya. Tak menutup kemungkinan juga bagi Niskala, kwintet Post Rock Instrumental dari kota Jogjakarta ini mengekpolrasi musik mereka dari berbagai hal, Dari Film, obrolan sehari – hari, dan hasil berselancar di dunia maya yang semakin memperkaya musik mereka. Keteguhan mereka untuk tampil beda dengan arus utama musik di Indonesia pada umumnya, justru membuat nilai plus tersendiri bagi Niskala, karena mereka terlihat beda dan unik dengan membawakan musik Post Rock Instrumental. Simak Interview kontributor longlife dengan Niskala, disela – sela menunggu giliran manggung Gigs pertamanya di kota Semarang.

Halo selamat malam Niskala ?

Halo selamat malam Longlife

Untuk saat ini Niskala sedang sibuk apa?

Kalau sekarang kita lagi di semarang ini lagi meramaikan acara Oasis Night yang diadakan oleh Forkicks, sama waktu deket – deket ini sih, awal desember kita mau fokus untuk album. Karena karya sebelumnya sudah ada tapi ke-suspended.

Lalu bagaimana mengenai konsep albumnya yang akan direkam awal desember besok ?

Kalau dari konsep, at least hampir semuanya instrumental ya karena kita memang band instrumental, kalau konsepnya sih kayak ngomongin satu lagu sama lainnya kayak enggak ada jedanya sih, terus nyambung jadi kayak cerita utuh gitu.

Oh iya sebentar sedikit lupa, bisa dikenalkan dulu nih personilnya siapa saja ?

Niskala itu ada berlima. Damar ada di Bass, ada Indra di Drum, terus ada Daniel di gitar satu, ada Danar di Gitar dua, lalu terakhir Danis di Keyboard Synth.

Oh oke, jadi rencana kedepan yang paling terdekat hanya untuk album saja ?

Ya, kita kan berdiri sebenarnya tahun 2014 bulan Desember, jadi sekarang sudah hampir dua tahun dan itu alangkah baiknya karena udah terlalu sering banyak main sana main sini, sekarang fokusnya ke karya album itu. Jadi rencana besok awal Desember di Jogja kita akan recording secara live untuk bikin satu album.

Kenapa kalian memilih live recording ? bukan multi track ? apakah kalian sengaja agar supaya tetap mendapat atmosfirnya atau bagaimana ?

nah bener, itu alasan salah satunya. jadi Kemarin pas jalan satu tahun itu kita coba recording, ada empat lagu kalau tidak salah. Kita take recording biasa multi track gitu, tapi ternyata setelah di dengar dan di ulang – ulang kok kayak enggak nemu soulnya, kayak pas live karena kan kita emang Band Instrumental tanpa lirik tanpa vokal emosinya di lagunya itu kok enggak dapet, terus lalu sharing sana – sini ada masukan kalau recording live aja gimana. Nah dari situ kita akan coba untuk recording live.

Jadi lagu dari Niskala sendiri itu, tanpa lirik dan tanpa vokal ?

yap bener, tapi ada kasus sih, beberapa part kalau kita live kita bawain semi teatrikal juga tapi itu udah lama sih waktu awal – awal kita main pasti kayak gitu, di setiap kami live pasti ada yang bawain puisi tapi sampai kesini kayaknya konsep itu udah kurang cocok untuk diterapkan jadi sekarang sih kita lebih ke ekplorasi Sound, emosi, jadi lebih pure music.

Lalu kenapa kalian memilih tanpa lirik dan vokal?

hahaha, alasan yang pertama ya karena kami enggak ada yang bisa nyanyi, yang kedua kita kan suka banget nonton film gitu kan, ada skoringnya kan dalam film, nah seakan akan kita ingin membuat musik niskala itu kayak film, cita – cita Niskala bisa jadi band yang bisa bikin skoring film, jadi kalau ada film indie boleh tawar – tawar ke kita kalau mau join hahaha. Kalau alasan yang lain kita sebenarnya  berlima itu udah ada band sendiri – sendiri yang ada vokalnya jadi kami mencari hal yang berbeda, selain itu juga di jogja masih jarang musik Instrumental gitu kenapa kita enggak nyoba ini, siapa tahu banyak yang tertarik.

Lalu untuk nama niskala sendiri itu jarang didengar yah, nama itu didapat dari mana ?

Ceritanya nama Niskala itu awalnya sih kayak semacam nemu aja sih, suatu waktu aku baca buku nemu sebuah kata niskala apa ya, nah di tahun 2014 itu sebelum band ini terbentuk nama itu sudah lahir sebenarnya tapi aku enggak tahu mau dibuat apa yang penting pikirnya nama tersebut bagus, nah lanjut dari situ kita ngejam ada sebuah acara di jogja dan kita ingin buat band tapi kita belum punya nama, jadi waktu itu bandnya apa nih namanya, langsung aja nyeletuk Niskala aja. Kalau untuk artinya sendiri Niskala itu kalau di Bali ada Skala dan Niskala ya itu elemen spiritual ya kalau Skala itu yang visible sedangkan Niskala itu invisible. Yang berbentuk dan tidak berbentuk kurang lebihnya begitu sesuai dengan musik Niskala sendiri yang instrumental kanan kiri kanan kiri hahaha.

Mengenai responnya khalayak ramai sendiri gimana ? dengan adanya Niskala ?

Biasa sih kayak awal – awal kita bikin, kita masih awal latihan, kita pertama kali keluar orang bingung nunggu vokalnya kok enggak ada vokalnya ini, udah 5 menit sampai 10 menit kok belum ada vokalnya, oh ternyata memang instrumental, kebetulan pada saat itu band – band instrumental di jogja juga sudah ada namun banyak yang hilang dan udah lama enggak terlihat gitu lho, akhirnya ya pada kaget, tapi lama kelamaan kita sering main akhirnya bisa menikmati kalau musiknya memang intrumental, ya alhamdullilah sampai saat ini ada yang seneng.

Apakah ini pertama kalinya Niskala main di Semarang ?

Ya ini gigs pertama kali Niskala di Semarang, semoga tidak mengecewakan hahaha, tadi lihat rame Semarang, tapi kali ini juga unik di acara Oasis Night ini, kita kan tanpa lirik tanpa vokal nih tapi harus membawakan lagu – lagu Oasis, jadi nanti kita juga akan berkolaborasi dengan teman kita dari Jogja vokal juga ada, jadi nanti dua lagu ada vokalnya khusus malam ini hahaha.

Lalu untuk Niskala sendiri Influencenya siapa ?

Wah ini yang unik, setiap orang di Niskala itu seleranya beda – beda, contoh aja ya Radiohead, Sigur Ros, yang lainnya dari Pop Punk ada dari indie rock juga ada, bahkan dari film karena kami juga suka nonton Film jadi nonton film dulu terus dapet emosinya dan alurnya baru dibikin musiknya. Jadi dari 5 orang ini karena Influencenya enggak sama ketika masuk studio pas bikin musik hasilnya juga sedikit aneh, tapi itu malah jadi ini nih kalau nilanya Niskala itu ya disini beda dengan yang lain gitu.

Saat ini kalian berlima kan sudah punya band sendiri – sendiri ya, nah itu bagi waktunya gimana ?

Drummer kami si Indra udah punya band Patrick Hilson, Daniel ini juga udah ada band tapi udah bubar hahaha, terus saya dan adik saya yang namanya Danar itu punya Band Pop namanya Not End, terus Danis itu ada band juga namanya FSTVLST yang namnya sudah besar, tapi di FSTVLST itu Danis pegang Drum di Niskala dia coba pegang  yang lain Gitar akustik sama Synth.

Mengenai musik di Semarang, band apa saja yang kalian tahu berasal dari Semarang ?

Wah banyak Lipstick Lipsing, OK Karaoke, Something Abou Lola, Good Morning Everyone, AK // 47, Ambulance Panic Voice, Sereal hahaha konsisten mereka, sama Moiss. Nah dulu itu gigs pertama Niskala kami main sama Moiss di Jogja hahaha.

Kalau teman – teman ingin mendengarkan karya kalian bisa kemana nih ?

kami ada soundcloud, ada twitter, ada instagram, ada youtube juga, semuanya menggunakan nama yang sama niskalayk,di soundclud ada satu lagu yang sudah bisa di dengarkan namun belum free download.

Harapannya sendiri untuk Niskala Kedepannya ?

Ya itu tadi kita berharap semoga kita tahun depan sudah bisa mengeluarkan album itu dulu sih, nanti dari situ kita bisa lihat progreesnya penonton atau penikmat di Jogja atau di Jawa Tengah khususnya gimana responnya tentang Niskala, dari situ nanti kita bisa tahu keseruan – keseruan apa lagi yang akan kita bikin, sama ini sih kalau kami berharap Niskala itu ibarat Rumah jadi Rumah itu dijaga bagaimana biar convert antar personilnya enggak ada gesekan, kalau pun ada gesekan ya saling terbuka aja, yo jenenge nelateni wong lanang ki podo – podo wong lanang yo to hahahaha.

niskala-stage

niskala-stage3

niskala-stage5

Text by Brigitan Arga Siam

Photo by Ryan Amigo

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Keyword :



FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This