1



1476765931561

Photo by Fakhri Hard

Mulai dari Album Baru, Cholil Mahfud, dan Scene Musik di Kota Semarang.

 

Longlifemagz – Pekan kemarin (01/10), Pandai Besi kembali terlihat batang hidungnya. Ya, mereka kembali hadir untuk memeriahkan salah satu event di Kota Semarang. Tampil sekitar 60 menit, Pandai Besi berhasil mengobati rindu para penonton yang sudah lama menginginkan kehadirannya.

Pandai Besi adalah band kolektif musical yang terlahir dari sebuah band, Efek Rumah Kaca. Dengan formasi saat ini yang diperkuat oleh Monica Hapsari (Vocal), Natasha Abigail (Vocal 2), Poppie Airil (bass, backing vocal), Akbar Bagus (drum),  Agustinus Panji (trumpet, flute), Muhammad Asranur (piano, keyboard) dengan dibantu oleh Reza Ryan dari I Know You Well Miss Clara dan Dhendy Mawardi dari The Dying Sirens, sukses mewarnai belantika music di Indonesia.

Walau tanpa kehadiran Cholil Mahfud dan Irma Hidayana yang sedang melanjutkan study S2 di  Amerika, tidak menyebabkan Pandai Besi kehilangan aura dan pesona saat panggung. Terbukti, performance mereka (01/10) terlihat epic dan nyaris sempurna, tak khayal pujian berdatangan menyembanginya.

Untuk kesempatan kali ini, Longlife Magazine mendapat kesempatan mewawancarai mereka. Banyak yang dibahas,  mulai dari proses pembuatan album terbaru, song of theme yang diangkat dialbum keduanya, kondisi Cholil Mahfud, sampai komentar tentang scene music di Kota Semarang. Untuk lebih lengkapnya, silahkan nikmati wawancara kami (baca : Tim Longlife Magazine) dengan Pandai Besi.

Sudah lama Pandai Besi tidak terdengar kabarnya, Kemana saja?

Poppie  : Pandai Besi sebenernya ada, Cuma kita lagi..

Akbar    : Merencanakan konspirasi heheh

Poppie : Hehe. Tidak, jadi sebenernya kita lagi sibuk latihan rekaman materi untuk lagu baru. Beberapa kita mencoba untuk tidak men-cover kembali lagu Efek Rumah Kaca. Makanya kita ingin coba buat lagu sendiri. Jadi bener-bener Pandai Besi dengan formasi yang sekarang.

Pandai Besi itukan Pembaharu dari Efek Rumah Kaca. Seperti yang diketahui, untuk Efek Rumah Kaca sendiri dalam menyusun lagu itu kritis, mulai dari lingkungan, politik, dan sosial dijadikan song of theme mereka. Kalau untuk Pandai besi sendiri seperti itu juga?

Poppie  : Kalau Pandai Besi sendiri lebih cair sepertinya. Tapi ada kecendrungan buat yang kita kerjakan ini temanya lebih kedalam. Maksudnya lebih ke personal, seperti tentang keluarga. Ya intinya kita ingin sharing personal Pandai Besi itu seperti apa.

Ada rencana membuat lagu tentang kematian (baca: lagu Putih) juga seperti Efek Rumah Kaca?

Poppie : Kematian? Mungkin, hehe. Untuk kearah itu pasti ada. Kebetulan Monica Hapsari lagunya gelap-gelap (Semua personil tertawa). Yang jelas kita secair mungkin ingin membuat tentang semua hal. Seperti movement kearah sosial gitu. Tapi untuk saat ini kita mau coba ke personal  dahulu.

Image-nya Pandai besi itukan serius, sama halnya seperti Efek Rumah Kaca. Seperti terlihat dari lirik lagu yang dibawakan, sama-sama kritis. Kalau dalam kekehidupan sehari-hari apa seperti itu juga?

Poppie  : Tuh lihat saja (menoleh kearah Akbar dan semua personil tertawa). Tidak seperti itu juga. Sebenernya kalau diliat dari Efek Rumah Kaca sendiri anak-anaknya juga tidak terlalu serius. Terlepas dari itu, sebenernya sebisa mungkin kita ingin lepas dari  image Efek Rumah Kaca.

Terlepas dari Efek Rumah Kaca? Berarti Cholil Mahfud tidak diajak lagi?

Poppie  : Dia bisa saja ikut lagi, terus daftar lagi, bayar uang registrasi buat Pandai Besi (semua personil tertawa).

Monica : ikut ujian ya hehe

Poppie  : Iya ikut ujian lagi, heheh. Sebenernya karena kita kolektif ada ataupun tidak ada Cholil, kita tetap jalan.

Monica : kaya misalnya tiba-tiba ada yang datang, tiba-tiba cair, terus jadi kolaborasi nantinya. Kan juga bisa.

Poppie  : Iya, seperti sekarang kita dibantu dengan Reza rian dari I your nawa miss cara dari Band Free jazz dari Jogja, dia mengisi bagian gitar. Terus ada juga Dendi Mawardi, bukan Dendi Massardi ya ( Baca : plesetan Vocalis Barasuara/ Iga Massardi), Heheh. Jadi lumayan banyak di bantu dengan  temen-temen yang lain juga.

Kalau untuk Wisnu (Baca : Vocalis Monkey To Millionare) nanti bakal diajak kolaborasi lagi tidak?

(Semua personil tertawa).

Poppie  : Wisnu aji (baca : Vocalis Monkey To Millionare) tuh?, Hehe. Jadi sebenernya Wisnu dulu bantuin Efek Rumah Kaca.

Jadi nanti dia bakal diajak kolaborasi juga? Atau ada konflik, jadinya dia tidak diajak kolaborasi dengan Pandai Besi? hehe

Poppie  : Tidak, heheh. Tolong yang lebih berkompeten bisa menjawab pertanyaan ini, gimana Mocina? (menoleh kearah Monica), heheh.

Monica : Tidak ada konflik ko. Jadi sebenernya kita juga ngajakin dia (Baca : Wisnu Aji) buat nge-backup gitar Pandai Besi. Cuman ketebulan Monkey To Millionare lagi sibuk dalam penggarapan album ketiganya. Mixingan-nya banyak, bulan ini harus keluar juga albumnya. Jadi untuk sementara mereka fokus dengan album mereka. Bukan begitu Rubben? Lumayan bukan  jawabannya? (sambil menoleh kearah ruben) (semua personil tertawa).

Ini kali kedua Pandai Besi Perform di Semarang kan? Apa ada kesan tersendiri untuk Kota ini?

Poppie  : Iya, ini untuk yang kedua kalinya. Menurut kita Semarang scene musiknya sehat. Maksudnya selama Pandai Besi main di Semarang, penontonnya lumayan ramai. Yang masih menyimak juga banyak, responnya baik.

Akbar    : Selalu seneng dengan band-bandnya Semarang. Lucu-lucu, heheheh. Seperti misal, siapa itu? Emm, Serempet gudal. hehe

Poppie  : Kita ada beberapa temen dekat  yang tinggal di Semarang, jadi kita lumayan tau tentang scene musik di Semarang dari mereka.

Saat Soundrenaline 2016, Tiba-tiba Cholil dan Irma datang dan naik keatas panggung  waktu kalian perform. Surprise-kah? Seperti apa perasaan kalian?

Akbar    : Masa si (semua personil tertawa)

Poppie  : Kita juga kaget tiba-tiba mereka (baca : Cholil dan Irama) datang, memang kita benar-benar tidak tau. Jadi waktu itu sebenarnya kita bantuin Efek Rumah Kaca perform disana, Adrian yang mengisi vocal-nya. Terus tiba-tiba waktu mau main dilagu pertama ada surprise itu. Sebenernya ini surprise kedua. Yang pertama itu waktu kita main di Bandung. Jadi waktu itu Cholil pertama kali pulang ke Jatinangor. Kita main bener-bener tidak tau nanti mereka berdua datang (Baca : Cholil dan Irma). Dari pihak management Pandai Besi bilang nanti mereka bakal featuring dengan Doel Sumbang, hehehe. Ternyata ini lebih sumbang. *personil tertawa semua, Hhehee. Kami kaget, ternyata ada Cholil sama Mba Irma dateng, anaknya juga ada.

Ada yang sedih?

Poppie  : Ada. Tapi sebenernya yang kemaren (Baca : Soundrenaline 2016) kita juga surprise kedatangan Cholil.

2-5 kata untuk Cholil Mahfud dan Irma dari kalian itu seperti apa?

Poppie  : Kalau saya, semoga cepet lulus, hehe.

Monica : Menurut saya, mereka itu keluarga.

Asra : Nerbangin cholil kejakarta berapa ya? heheh *semua personil tertawa

Abagail : Bentar lagi kami susul, amin!

Akbar : yang sehat-sehat ya.

Abagail : Sosweet, heheh.

Panji : Kalau saya, semoga tetap sukses.

Harapan kedepan untuk Pandai Besi seperti apa?

Poppie  : Harapannnya kita sehat terus, tetep semangat, tetep berkarya, pokoknya bikin apapun yang kita suka. Ya jadi super hero buat diri sendiri dan masyarakat gitu. Itu untuk Aska ya, heheh. Oiya Asra itu baru dapet penghargaan cover album indie terbaik dari Ami Award. Heheh

Asra : aduh, ah payah ni, heheh.

Poppie :  Heheh. Intinya Pandai Besi sebenernya pengen segera ngeluarin album, karena sudah lama juga. Semoga nantinya Pandai Besi tetap bisa jalan walau cholil belum bisa bantu untuk saat ini dan kita bisa bikin materi baru dengan formasi kita saat ini, walau tanpa cholil.

1476766308346

1476765952606

1476765968475

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

Keyword :



FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This