1



1478998446674
Muda, Tangguh, dan Perkasa adalah salah satu lagu yang dapat merepresentasikan Angsa dan Serigala.“ ungkap Araji vocalis Angsa dan Serigala.

 

Longlifemagz – Memang pas rupaya mereka dengan ungkapan itu, Begitulah kesan yang kami dapatkan (baca : Tim Longlife Magazine) saat bertemu dan mewawancarai Angsa dan Serigala. Ketangguhan dan keperkasaan mereka untuk berani tampil beda dari arus utama musik Indonesia, mulai dalam menentukan sebuah nama band , konsep lagu, sampai genre musik yang terkesan anti mainstream, patut diacungi jempol dan berbuah kesuksesan.

Terbukti  sederet lagu yang mereka ciptakan sangatlah indah untuk didengar, mulai dari “Detik dan Waktu, Bersamaku, Hitam dan Putih, sampai Dua Harmoni” mempunyai tempat tersendiri  dihati pendengarnya. Jadi pantas saja dalam setiap performance-nya selalu disambangi oleh setiap penggemar yang ingin melihatnya secara langsung.

Angsa dan Serigala merupakan band asal Bandung yang mengangkat unsur folk, ballads, dan post-rock sebagai genre musiknya. Berdiri sejak tahun 2008, Angsa dan Serigala turut merubah dan mewarnai pasar musik di Indonesia ,yang kala itu dikuasai oleh musik pop yang mendayu-dayu (baca : musik mainstream).

Untuk saat ini Angsa dan Serigala menentapkan 7 orang sebagai personil tetapnya, yaitu Hendra Araji (Vokal,  Gitar Akustik, Mandolin, Ukulele), Meyga Sukmana (Vokal, Pianika), Danny Mokoginta (Gitar Elektrik, Gitar Akustik), Vicky Herdiana (Bass), Vidi Herdiana (Drum, Perkusi), Arditya Pradana (Keyboard, Synthesizer, Cowbell, Glockenspiel).

Walau sempat mengalami perombakan personil dan sempat tak terlihat di kancah musik Indonesia, Angsa dan Serigala masih tetap menunjukan eksistensinya. Misalnya pada tahun 2014, mereka sempat me-realease single “Dua Harmoni” kepublik. Dan kini diakhir tahun 2016 mereka kembali me-realease single terbarunya, “Bulan”  yang nantinya akan masuk dalam album kedua ditahun 2017.

Kali ini, Longlife Magazine mendapat kesempatan untuk mewawancarai mereka. Untuk  selengkapnya, silahkan nikmati wawancara kami (baca : Tim Longlife Magazine) bersama Angsa dan Serigala.

Angsa dan Serigala terbentuk sejak tahun 2008, namun disekitar tahun 2012 Angsa dan Serigala sempat tak terdengar kabarnya. Baru di sekitar tahun 2016 Angsa dan Serigala santer kembali dibeberapa event-event musik, seperti hilang sejenak tampaknya. Apa yang menyebabkan hal itu?

Araji             : Sebenernya ga hilang si, cuman karena sibuk perform aja jadi  kita lupa buat posting di media sosial, heheh. Tapi beneran, Alhamdullalh lah,  pokoknya kita masih ada perform. Nah sekarang itu karena moment-nya pas banget, kita lagi releasesingle terbaru. Setelah 2014 kemarin kita release single“Dua Harmoni” sekarang giliran “Bulan” yang sedang kita promoin. Jadi perform sekalian promo lagu terbaru, kan kalau dulu engga.

Masih banyak publik yang belum tau dan bertanya-tanya, Kenapa kalian memakai nama Angsa dan Serigala? Seistimewa apa Angsa dan Serigala sehingga dijadikan sebuah nama band?

Araji                : Karena kami ingin punya nama band yang unik. Yaudah kami pakai saja nama binatang, lagipula nama binatang jarang dipakai untuk sebuah nama band. Nah, karena personil kita ada perempuan dan ada juga laki-laki. Jadi kita mikir nama binatang apa yang sekiranya mewakili. Akhirnya dipilihlah Angsa dan Serigala. Kan selain itu Angsa dan Serigala enak juga saat diucapkan orang.

Jika waktu dapat terulang, nama binatang apa yang akan kalian jadikan nama band?

Araji             : Ada, Serigala dan Angsa, heheh. Emm, Apa ya? hehe

Vidi               : Keong dan Racun, hehe

Meyga          : Emm ini, Impun dan..

Araji             : Heheh, apa? Kelabang? Kelabang dan Entok, Hehhe. Gaada si sebenernya, sampai saat ini nama Angsa dan Serigala yang cocok sebagai nama band kita.

Jika mendengar lagu Angsa dan Serigala, lekat banget dengan unsur folk, ballads, bahkan post-rock. Apa yang membuat kalian sepakat  untuk bersinggungan dengan genre tersebut, padahal sampai saat ini genre tersebut masih terbilang susah masuk ditelinga orang Indonesia?

Araji             : Ya itu tadi, karena kita pengen jadi sesuatu yang baru ditelinga orang Indonesia. Selian itu orang juga punya alternative lain ketika dengerin lagu band di Indonesia. Biar genre-nya ga itu-itu melulu.

Sejak Angsa dan Serigala terbentuk pernah mengalami tranformasi personil, yang akhirnya ditetapkan untuk saat ini sebanyak 7 orang personil dengan memainkan lebih dari 17 instrument musik. Dibalik kelebihan kalian akan itu, ada ga kendalanya?

Araji                :Mungkin si lebih kemasalah ini, nentuin waktu. Terus apalagi ya?

Meyga             : Masalah kouta juga.

Araji                : Oiya, masalah kouta bisa juga. Kan kalo tour keluar kota kadang ada beberapa Event Organizer atau pihak panitia yang agak susah tuh kalau rombongannya terlalu banyak. Selain itu susah juga nyatuin ego masing-masing. Tapi dibalik itu, lebih banyak senengnya dari pada engganya.

1478998463145

Cukup banyak lirik lagu Angsa dan Serigala yang bercerita tentang kegalauan, kesedihan, kekecewaan, seperti misal  “Kala Langit Tlah Senja, Sesaat Akan Sirna”, bahkan “Hitam dan Putih”. Namun kalian membungkusnya dengan instrument musik yang terkadang terkesan riang. Apa yang melatar belakangi hal tersebut?

Araji                : Ya itu tadi maksudnya..

Arditya             : Jadi kalau galau jangan sedih, hehe

Araji                : Kalau galau jangan sedih, naon (Baca : Apa)?, hehe.

Meyga             : Jadi kalau dibalutnya sama musik sedih takut pada bunuh diri, heheh.

Araji                : Ya, jadi memang kita kepikiran dan cocoknya untuk membalut lagu tersebut dengan aransement seperti itu. Kan ga mesti lagu sedih nadanya sedih. Begitu juga, ga semua nada riang itu maknanya riang.

 

Angsa dan Serigala pernah mengangkat tema persahabatan dalam lagunya seperti yang terkandung dalam lagu “Detik dan Waktu”. Seberapa berharganya sahabat dimata kalian, sehingga kalian mengabadikannya didalam lagu?

Araji                : Sesuatu yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata itumah. Seperti apa ya?

Meyga             : Seperti dilirik “Detik dan Waktu”, asik hehe.

Araji                : Heheh, ya  pokoknya, persahabatan tuh yang gabisa diukur oleh apapun, jadi ga lekang dimakan zaman.

Kalau kalian sudah menanggap kalian sebagai sahabat di Angsa dan Serigala, atau lebih sebagai keluarga?

Araji             : Sahabat dan keluarga. heheh

Arditya         : Lebih kekakak adean si, hehhe

Araji             : Heheh, itu si permasalahan waktu ya. Kan kalo keluarga mungkin udah lama banget bersama, nah kan bisa jadi keluarga. Kalo sebentar ya mungkin sahabat. Kalo kita udah diluar itu. Maksudnya, udah lebih kekeluarga kali ya.

Pada tahun 2017 kabarnya akan me-release album kedua. Tajuk dan cerita yang kalian angkat dalam album tersebut apa?

Araji                : Sampai detik ini, kami belum menentukan tajuk album terbaru Angsa dan Serigala. Untuk album kedua sebenarnya sama saja, tapi kami akan memberikan mood serta aura yang berbeda dari album sebelumnya. Maksudnya, masih tetap nuansa Angsa, tapi rasa album yang ke-2 akan berbeda saat didengar dari album sebelumnya.

 

Kalo membahas tentang harapan dan mimpi. Apa harapan dan mimpi terbesar Angsa dan Serigala yang ingin kalian wujudkan?

Araji                : Manggung konser keluar negeri.

Meyga             : Keseluruh Indonesia juga.

Araji                : Punya album ke 5, skip jadi abis kedua langsung ke-5 aja, hehe

Meyga             : Masuk Best of The Best pokoknya,

Araji                : Iya, masuk Best of The Best juga. Selalu bisa bikin sesuatu bareng walau sampe tua nanti, ga harus tentang band. Apalah itu pokoknya, Entah boyband atau apalah, hehe.

Meyga             : Hei, hehe

Arditya            :Yang pasti, musik kita bisa didengerkan oleh semua kalangan dan selalu disukain oleh banyak orang tentunya.

Lagu apa yang paling merepresentasikan Angsa dan Serigala, menurut kalian apa?

Araji                : “Semua Tak Sama” (baca : Judul lagu Padi) ada ga?, heheh

Arditya            : Gaada gaada,hehe. Emm “Judul Hujan”

Araji                : Engga ada, heheh. Yang merepresentasikan kita? Emm apa ya?

Meyga             : “Bersamaku”

Araji                : Kalo menurutku si “Hitam dan Putih” sama “Muda, Tangguh, dan Perkasa” yang paling merepresentasikan kita.

1478998478819

Photo by       : Fakhri Hardianto & doc. Angsa dan Serigala

Text by         : Dirham Rizaldi

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This