Longlifemagz – Hingar bingar kemeriahan mewarnai peluncuran EP (Extended Play) band rock Olly Oxen bertajuk Bad Mantra di Rustico Bar and Kitchen Minggu (14/5) Malam, adrenalin para pengunjung dibuat campur aduk dengan ritme gitar dan bas yang lantang di gendang telinga.

Sebelum Olly Oxen tampil, mereka mendaulat SAL, Sugar Bitter, dan Santi Karisma untuk berbagi panggung sebagai band pembuka. Pengunjung yang mayoritas anak muda kuliahan dan kelas pekerja, malam itu tersihir dengan mantra – mantra yang dipanjatkan oleh Olly Oxen sehingga mereka tak kuasa menahan diri mereka untuk  moshing dan stage diving sampai acara berakhir.

Kejutan tak berakhir disitu, malam itu setelah Olly Oxen tampil, atas permintaan penonton yang tak ingin terburu – buru pulang, akhirnya tampilah satu band lagi yaitu Gagak Rimang Stoned yang berhasil menutup malam peluncuran Bad Mantra malam itu dengan sempurna.

Simak Interview kontributor longlife dengan Mere Nauval vokalis dari Olly Oxen yang kami temui setelah mereka membombardir panggung dan menyihir para penonton yang datang di peluncuran EP (Extended Play) bertajuk Bad Mantra mereka.

Malam ini agendanya peluncuran EP ya ?

Iya release party peluncuran EP Bad Mantra.

Sebelum kita berbicara ke arah sana, kalau Olly Oxen sendiri itukan sebelumnya berasal dari band yang berbeda beda, nah kalian sendiri itu bertemunya gimana ?

Awalnya sih pertamanya Gembi dulu ketemu sama Gawang, juga Gawang kan mengganti posisi drummer di bandnya dengan Gembi yaitu Gagak Rimang Stoned. Terus mereka berdua punya wacana nih, kira – kira sambil menunggu waktu kekosongan selama proses pembuatan album Gagak Rimang Stonedkita bikin band lagi, terus akhirnya mereka berdua jalan waktu itu ketemu saya pas rilis video Legit di Braveat Munchies Club, dari situ mereka melihat video, mungkin lihat performa vokal atau gimana terus ngajakin saya, abis itu kita jamming – jamming aslinya pingin tanpa bassis gitu kan, cuman asik udah tambahin bass ajalah jangan terlalu nyeleneh belum siap kita, akhirnya kita memilih mas Novelino Adam bassis dari Octopuz dan AK//47 untuk mengisi posisi bassis. Kita udah sadar bertiga tuh kalau wah ini beda – beda nih, tampil lagi lah bassis satu yang agak beda agar lebih memperkaya musik kami.

Nah kalian kan datang dari genre yang beda – beda, waktu kalian jamming sendiri kalian mengalami kendala atau tidak ?

Enggak ada sih, jammingnya misalkan aku milih lagu gitu kan awalnya kan saya kalau disemarang dikenalnya dari Hip Hop 024 Street, tapi sebenarnya sebelum itu waktu SMA saya udah ngeband duluan jadi masih ada referensi yang nyantol, intinya musik rock distorsi gitukan, akhrinya kita milih lagu yang kita omongin dulu ini musiknya mau seperti apa nih, walanya saat itu kepingin lagi yang vintage sound, terus dicari lagu yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan, jadi ya gitu ga ada kendala dan ga ada beban sih intinya.

Nah kalau kalian sendiri, ketika membuat musik itu influencenya dari siapa ?

Kalau ngomongin influence, kalau yang paling sering di dengar tuh beberapa Projek Jack White, dia terkenal banget dengan Workaholic kayak seneng banget kerja bikin projek sana sini, nah kita dengerin semuanya gitu lalu kita tertarik dengan spirit di musiknya. Terus selain itu Led Zeppelin, bahkan sampai Kendrick Lamar juga. Soalnya kita kepingin bawa musik rock juga tapi soulnya kepingin yang Groovie – Groovie gitu.

Sebentar ada yang terlupa, sebelum terlalu jauh. Diperkenalkan dulu orang – orang yang terlibat di dalamnya ?

Olly Oxen itu ada empat orang, ada Gawang dia juga sibuk di Glasstrick dan Gagak Rimang Stoned, lalu ada Yanuar di posisi gitaris yang juga mengisi posisi yang sama di Gagak Rimang Stoned, terus ada Novelino Adam di posisi bass yang kebetulan juga bassis dari Octopuz dan AK//47. Dan yang terakhir saya Mere Nauval di posisi vokal dan juga berkesibukan di Legit.

Kemarin kalian habis rilis video clip Bad Mantra, nah respon publik sendiri sejauh ini bagaimana?

Ini kayaknya belum seminggu ya di upload di youtube kami, yang nonton udah ada seribu lebih, itu menurut kami lumayan sih, dibanding kita dulu parameternya dulu video lirik Adult Dreams is Violation itu sampai sekarang sekitar 6 bulan belum sampai lima ribu, ini yang rilis baru seminggu udah seribu lebih, jadi menurut kami responnya lebih baik dari karya kami yang sebelumnya.

Di Olly Oxen sendiri yang bertugas menulis lirik siapa dan proses kreatifnya bagaimana ?

Kalau lirik semua daya yang menulis, kalau proses kreatifnya saya beri gambaranya nih, pertama mereka jamming dulu nih, terus ada riff nih Yanuar itu biasanya, nah terus mereka bertiga lempar – lemparan tuh, nah terus ini masuk nih musik kita, lalu di jamming lagi sampai jadi musik dulu. Terus baru itu saya dengerin tuh kan direkam di Handphone, nah dari situ kan keliatan ini arah musiknya kemana nih, terus saya nentuin atmosfir dan lirik yang cocok untuk musik ini yang begini nih. jadi biasanya musik dulu jadi baru lirik mengikuti. Kalau tema – tema liriknya sih random dari semua yang saya lihat, saya baca, saya tonton di televisi, itu semua menjadi satu dan mengalir menjadi lirik.

Olly Oxen sendiri itu nama yang tidak umum, nah proses penemuan nama sendiri Itu bagaimana ceritanya ?

Jadikan kalau saya bikin lirik itu bahasa inggris, walaupun gak terlalu mempuni sih hehehe. Terus ibaratnya dengan cara seperti di musik Hip Hop, nah kan biasanya ada proses sampling tuh jadi ada lagu yang sudah jadi diambil beberapa bagian yang bagus untuk dikembangkan lagi. Nah proses seperti itu juga saya terapkan di beberapa lagu yang saya buat di Olly Oxen, jadi nih ada satu kalimat yang bagus, terus saya rangkum dalam sudut pandang saya lagi. Nah dari situ tuh dari baca – baca banyak hal, waktu itu saya nemu artikel tentang anak – anak, lagu pertama tuh temanya tentang anak – anak, terus ekplorasi lagi di internet dapat lagi ada istilah Olly Olly Oxen Free. Jadi itu tuh istilah dalam permainan petak umpetnya orang Eropa untuk memanggil “Calling Y’all Out in Free” jadi artinya memanggil orang dalam kebebasan. Dari situ bagus nih filosofinya untuk dipakai nama, dulu namanya kepingin Olly Olly Oxen Free tapi kami rasa itu kepanjangan, lalu kami persingkat menjadi Olly Oxen walaupun itu tidak merangkum semuanya tapi kata Olly Oxen cukup mewakili pandangan dari kata itu. Jadi begitu sih dari berselancar di internet terus dapat artikel dan ada kata bagus lalu diutarakan ke temen – temen dan mereka setuju.

Bisa diceritakan enggak tentang empat lagu milik kalian menceritakan tentang apa ?

Sebenarnya keempat lagu ini keterkaitannya erat sih, lagu pertama Adult’s Dreams of Violation dan Bad Mantra saya memerankan tokoh protagonis dan antagonis, katakan si anak kecilnya itu protagonis dan si Bad Mantranya ini nih tokoh jahatnya, lalu selanjutnya di lagu ketiga ada Self Preaching yaitu kita udah mana yang baik dan mana yang buruk, lalu kita mengambil sikap untuk menceramahi diri sendiri dulu. Lalu setelah melihat itu semua kita berada pada titik tidak ada tahu apa yang harus dilakukan, udahlah jangan ambil kesimpulan, toh sebuah karyapun pada saat menimbulkan pertanyaan buat teman – teman lain menyadarkan ada yang harus dipertanyakan itupun fungsi dari sebuah karya. Jadi Mr. Dunnowattudu itu seakan menutup dengan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kalian kemarin sempat rilis di event Record Store Day, nah disitu ada Remix Adult’s Dreams is Violationdari salah satu beat makerkondang dari semarang Greedys. Nah ceritanya sendiri gimana tuh?

Itu sebenarnya kemarin kita kepingin rilis EP Bad Mantra pas bertepatan dengan Record Store Day, Cuma kerasa kurang matang nih. Tapi event Record Store Day sayang kalau dilewatkan dan kita harus ngasih sesuatu yang unik gitu, ada satu lagu kita yang udah dikeluarin yang menurut kita masih bisa di otak – atik. Nah dari situ sayakan juga satu grup sama Greedys di Legit, apa yang kita bisa lakuin dengan Croos Genre, akhirnya cobalah ngajak sampling lagu Adult’s Dreams is Violation. terus jadilah Remix itu, kepingin cari yang Fresh aja sih. Dan kemarin kita juga dalam format kaset, alhamdullilah sold out kurang dari seminggu.

Sebelum rilis dalam bentuk fisik, kalian melempar karya kalian ke platform digital, nah itu bagaimana respon publik dan dampaknya terhadap kalian ?

Dampak yang paling terlihat platform digital itu dikeluarkan terlebih dahulu terjawab malam ini, terlihat banget di Crowd mereka hafal lagu yang belum dikeluarin di Youtube karna yang paling mudah diakses Youtube dibanding Spotify dan Deezer. nah malem ini mereka semua sing a long, berarti mereka mendengar lagunya dulu baru dateng ke Gigs. Dampaknya sih seperti itu bagi kami, mengeluarkan karya kami ke platform digital terlebih dahulu menurut kami sangat tepat sasaran.

EP Bad Mantra ini dirilis oleh Peculiar Records, nah pertemuannya sendiri gimana ?

Itu kerabat dari Gembi, terus kami kenalan dia suka dengan lagu Adult’s Dreamsis Violation, trus timbul wacana udah Peculiar Friend jangan cuma Brand jadiin Record Label sekalian, ibaratnya aku suka sama musik kalian dan aku mau bantu kalian rilis, kebetulan kami juga penggemar artworknya dia. Jadi begitusih ceritanya terjadi begitu saja.

 Untuk video clip Bad Mantra sendiri siapa yang mengerjakan dan gimanakonsepnya?

Itu sebenarnya Bad Mantra itu sudut pandangnya seperti orang lagi memikirkan apa yang ada disekitar dia, pada saat dia melihat disekitar dia seolah – olah seperti ada naskah yang muncul di otak si perempuan itu, kayaknya ini si orang jahatnya itu petinggi – pertinggi penjahatnya tuh lagi gini nih, pada saat dia berjalan itu sebenarnya proses saya memikirkan lirik itu seperti itu sih kayak nonton atau baca semuanya tiba – tiba muncul jadi satu gitu. Jadi akhirnya si perempuannya dapat cerita nih yang judulnya Bad Mantra, terus digarapnya saya yang Direct juga ada KRN Kukuh dan Epphik tapi Direct Utamanya saya, Camera Operatornya ada Epphik dan Adhyochim bassis Gagak Rimang Stoned, terus editing dikerjakan oleh KRN Kukuh, dan aktris perempuannya ada Parama Prenjana.

Inikan band – band sedang senang rilis vinylya, nah kalian akankan ada agenda kesana ?

Kita menganggap rilis vinyl adalah tanggung jawab yang berat, entah kenapa ya tanpa alasan yang pasti jangan dululah apaan sih ini band baru langsung rilis vinyl. kan enggak semua orang juga punya pemutarnya, ibaratnya kamu harus punya yang bagus dulu sampai pendengarmu rela beli vinyldan pemutarnya, Mungkin kedepan kami akan ada rencana kesana.

Ini kalian baru saja selesai acara peluncuran EP, nah komentar kalian bagaimana ?

 Gila sih, keren. Penonton yang dateng keren, Kita enggak nyangka banget akan dapat dukungan sama band yang udah lama banget di semarang seperti SAL gitu, ibaratnya sebelum saya menginjakkan kaki di Semarang mereka sudah merajai pensi – pensi gitu kan kebetulan saya disini kuliah, baru dateng ke Semarang belum kenal siapa – siapa udah tau SAL gitu. selain itu juga ada Sugar Bitter dan Santi Karisma yang lebih dulu rilis EP, amazing juga dengan temen – temen yang ikut bantu terselenggaranya acara ini, maksutnya berarti karya kita bisa menggerakan banyak orang untuk membantu, alhamdullilah sih.

Malam ini itu ada kejutan ya, band yang udah lama tidak tampil tiba – tiba dipaksa naik panggung oleh para penonton, nah itu bagaimana ceritanya ?

Kejutan sih itu haha, band yang sudah lama tidak tampil yang vokalisnya kami jadikan pembawa acara di acara rilis kami dan personil lainnya datang, yaudah sikat dan mereka berhasil menambah komplit keliaran malam ini hahaha. Tapi selain itu tadi juga ada kolaborasi live dengan Greedys, sama backing vocal yang mendadak cuman latihan tiga kali doang ada Acin sama Riko, itu semua jadi konsep yang menarik sih buat kami.

Langkah Olly Oxen setelah EP ini apa ?

Kita ingin bikin full album sih yang pasti, sambil promoin EP sambil jalan nyicil album, itu dulu sih yang terdekat.

Kalau dekat – dekat ini tur enggak ada ya ?

Belum – belum, kita belum ada rencana mengingat sebentar lagi bulan puasa haha.

Kalau yang ingin disampaikan untuk Longlife Magazine ?

Untuk Longlife Magazine makasih sudah mewadahi anak – anak dari industri kreatif kalian mengambil peran penting dalam satu skena spesifiknya industri kreatif. terima kasih juga sudah wawancara dengan saya dan kita juga bisa sampai sini juga atas bantuan media – media seperti kalian.

Ada yang ingin disampaikan lagi ?

Buat temen – temen yang masih muda khususnya ya karena saya masih muda juga, eksesekusi apa yang ada di pikiran kalian dan eksekusi apa yang bisa menjadi  manfaat untuk lingkungan disekitar kalian, jamannya muda jamannya berkarya habis habisan kalau bisa jangan terburu buru mikirin untung berapa apa gimana yang penting bisa memberi manfaat sebesar besarnya, dan semoga juga Olly Oxen juga bisa memberi manfaat untuk sebuah lingkungan, terima kasih.

foto depan

belakangh 1

belakang 2

Photo by          : Aditya Surya Nugraha

Teks                 : Brigitan Argasiam

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This