1



Tanpa Nada rilis lagu “Bertapa” (doc. whuzzupmagz)

Grup musik asal Semarang, Tanpa Nada meluncurkan karya baru berjudul “Bertapa” pada 26 Juni 2018.

 

Longlifemagz – Kelompok musik yang berdiri pada tahun 2009, Tanpa Nada yang selama ini banyak melakukan eksplorasi musik dan sastra puisi kini kembali menuaikan karya dalam tajuk “Bertapa”. Karya ini hadir setelah sebelumnya mereka meluncurkan album secara daring pada 10 Desember 2017 bertajuk Diorama Kakofoni.

Kelompok yang digawangi Erick (vokal), Fajar “Cepot” Leksono (vokal), Aristyakuver (etnik), Lutfi Firmansyah (Gitar/Vokal), Adi “Kempul” Prasetyo (gitar), Samid (bass), dan Lazuardy “Ambon” Inu (drum), memang tidak ada habis-habisnya dalam mengeksplorasi beragam music dan memperlakukan puisi dalam konteks lirik. Begitupun dengan karya baru yang mereka suguhkan, “Betapa” yang mengeksplorasi berbagai bunyian misterius dengan gaya bahasa puisi yang terbilang abstrak namun memikat.

“Bagi kami nada merupakan aliran yang muncul dari setiap kata dengan bentuk suaranya. Kuncup tersebut kemudian merekah dan kami tangkap sebagai irama. Muncul kolaborasi dari kata, bunyi, hingga olah digital,” kata salah satu personel Tanpanada, Aristyakuver

Dikatakannya, hasil olahan musik tersebut dirangkai di Studio Musik 4WD, Jalan Soekarno-Hatta, Pedurungan, Semarang. “Kami percayakan cita rasa tata suara Sound Engineer, Hamzah Kusbiyanto, yang menangani album kami,”

Di karya-karya terdahulu, musik mereka dikenal kental distori serta teriakan cadas. Tetapi kali ini mereka memilih memasukkan suara akustik di bagian awal lagunya. “Kami anggap akustik merupakan kejernihan. Alat tiup dari Jepang, Shakuhachi melengkapinya. Seruling itu, dalam konsepnya, mempunyai lantunan yang bersinergi dengan air. Aliran yang jernih,” kata Aris.

Sedangkan memasuki menit 2.05, alat musik tradisional bernama Karinding khas Jawa Barat dan Genggong khas Bali menjadi latar deklamasi puisi. Alat musik tradisi persawahan ini membentuk ruang kontemplasi yang dalam. “Lagu Bertapa bagi kami mewakili proses kontemplasi dalam kejernihan diri. Seperti sebuah perjalanan yang tidak pernah berhenti. Mulai lahir, tua, hingga mati,” katanya.

Mengenai pesan apa yang hendak disampaikan, Aris mempersilahkan setiap penikmat karya untuk menyelaminya. “Tentu kami tidak berusaha mengikat kesimpulan. Sebab, setiap penikmat karya memiliki telaah di ruang pribadi. Termasuk melawan pola pikir yang sudah kami simpulkan di masing-masing benak kami,” katanya.

Sedangkan penggarapan video klip, ditangan Tri Setio Anggoro (@anggagemb) dan Panji Rochmat Aprizal (@julpanji), lagu “Bertapa” memiliki cerita berbeda. Video klip menampilkan aktor Kidung Paramadita dan Aristya Kusuma Verdana. Pembuatannya dilakukan di beberapa tempat yakni di Hutan Tinjomoyo, Kota Lama, dan Taman Budaya Raden Saleh.

“Memang membawa konsep warna hitam dan putih, kami mencoba menampilkan gerak tubuh berselaras dengan alunan alam. Manusia hidup di realitas dalam dirinya dan di luar dirinya. Alam, sosial, serta budaya. Kesadaran untuk hidup agar lebih hidup,”

 

Untuk bisa mendengarlan single Tanpa Nada “Bertapa“, kamu dapat melihatnya di kanal youtube official Tanpa Nada.

 

 

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This