doc : Exposure 2019

…Bahkan event yang tanpa dibandrol harga tiket masuk ini sampai menyediakan mantel secara Cuma Cuma kepada para pengunjung yang ingin menonton event mereka….


Longlifemagz  Minggu 17 maret 2019 yang lalu kerumunan manusia berseragam mantel hujan warna warni memadati parkiran Ambarukmo Plaza Yogyakarta, mereka rela menerjang hujan bukan tanpa alasan, karena pada hari itu dan dua hari sebelumnya di tempat tersebut terselenggara Exposure yang merupakan rangkaian acara The 13th Management’s Events yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (IKAMMA FEB UGM).

Exposure menghadirkan thematic curated market pertama dan terbesar di Yogyakarta yang memberi wadah bagi para entrepreneur muda untuk memperkenalkan merek lokal mereka pada masyarakat luas. Pada tahun ini, Exposure bertemakan “HAMEMAYU HAYUNING BAWANA” yang memiliki arti keindahan dunia sebagai pengingat manusia untuk mencerminkan dan memikirkan kembali tujuannya.

Jason ranti, grrrl gang, dan feast adalah salah satu alasan ratusan penonton rela menerjang hujan pada waktu itu, namun ada satu alasan lain yang mungkin lebih dirasakan oleh para penonton, adalah semangat para panitia Exposure yang seolah tak surut ketika event mereka menghadapi sebuah kendala, bayangkan pada hari pertama Jason ranti diputuskan untuk merubah jadwal mainnya menjadi hari terakhir dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, pun di hari terakhir, hujan yang tak kunjung henti dari pagi hingga acara selesai tampak tak menyurutkan semangat panitia.

doc : Exposure 2019

Bahkan event yang tanpa dibandrol harga tiket masuk ini sampai menyediakan mantel secara Cuma Cuma kepada para pengunjung yang ingin menonton event mereka, dan semangat panitia memang layak mendapatkan apresiasi, dimana feast sebagai penampil terakhir kompak berseragam mantel hujan senada dengan dikenakan para penonton dan membuat atmosfer menjadi lebih dekat seperti tanpa sekat antara penampil dengan penonton.

Penampilan dari band lokal pun tidak kalah ramai. Di hari pertama, penampilan velvet dream berlangsung walaupun hujan singgah dan cukup awet hingga penampilan musisi lainnya harus ditunda pada Minggu 17 maret 2019. Tercatat walaupun hujan, pengunjung parkir timur mencapai 1.889 orang di hari itu. Di hari kedua, Stationary dan Astera membuka penampilan dengan elok. Dilanjutkan oleh Putra Timur dan Sal Priadi yang membuat anomali senandung pengunjung riuh. Dihari ketiga, Makna dan Define soul membuka penampilan pada pukul lima sore. Penampilan dilanjutkan kembali pada pukul tujuh malam oleh Skandal, Grrrl Gang, Jason Ranti, dan Feast. Penggemar pun memadati Parkir Timur Plaza ditengah hujan yang turun.

doc : Exposure 2019

Namun Exposure ini bukan hanyalah  event musik yang biasa dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa atau kampus-kampus lain, selama pelaksanaannya, Exposure berlangsung di Atrium dan Parkir Timur Plaza Ambarrukmo Yogyakarta. Merek lokal apparel dan lifestyle  bertempat di Atrium, sedangkan penampilan musik dan kuliner berada di Parkir Timur Plaza Ambarrukmo. Didalam atrium selain berbelanja, pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni di pintu masuk Atrium oleh Geger Boyo. Seni dengan warna dominan merah dan hitam ini dapat pula diabadikan menjadi foto kekinian. Terdapat pula instalasi seni dari Ian Pramananta dengan  nama Botani yang bertempat pada jantung Atrium. Instalasi berbentuk tanaman yang ditembak animasi tersebut merupakan gebrakan baru dalam dunia seni yang hanya dapat dinikmati pengunjung Exposure.

doc : Exposure 2019

Selain itu kegiatan di dalam atrium ini pula terdapat kegiatan juga tak kalah menarik, dimana diadakannya lokakarya bagi para pengunjung, Lokakarya pada hari pertama pembuatan kokedama bersama Karplanter. Pada hari kedua pembuatan totebag  bersama Bhisma Diandra. Hari terakhir membuat aksesoris dengan sentuhan Bali bersama Pix and Stacy.  Pengunjung yang ingin mendapatkan merchandise edisi khusus Exposure bisa didapatkan di lokakarya bersama Taka Craft secara gratis. “Selain jualan ada workshopnya juga, jadi ada nilai-nilai edukasinya,” jawab Isser James, founder Badass Monkey, soal Exposure.

doc : Exposure 2019

Jean Tora salah seorang founder Darahku biru, komunitas denim terbesar di Indonesia, juga menyempatkan singgah untuk melihat keramaian yang terjadi selama Exposure. “Kita gak expect akan seramai ini,” jelasnya.   Merek lokal yang berpartisipasi pada Exposure juga membagikan keseruannya. “Terima kasih atas antusiasnya selama tiga hari, kami akan menimbang untuk membuka cabang di Jogja,” jelas akun Skhope Culture.