1



Mastodon

Mereka kembali untuk mencengkeram lebih kuat.

Dazzled and Gazed ! Kira-kira begitulah sensasi yang didapatkan setelah mendengar album termutakhir dari Mastodon yang bertitel “Emperor of the Sand”. Album yang keluar pada bulan Maret tahun ini merupakan sebuah follow-up dari album mereka “Once More ‘Round the Sun” yang rilis sekitar 3 tahun lalu, dimana dalam album tersebut “sedikit” mengurangi kesan raw ala Mastodon dan lebih bereksperimen ke arah alt-rock/progressive/psychedelic, namun tetap ada cita rasa khas mereka di dalamnya.

Kembali ke “Emperor of the Sand”, mereka untuk kesekian kalinya membuat sebuah concept album, dimana kali ini mereka menceritakan seputar perjalanan kisah seorang pengembara gurun pasir yang telah divonis hukuman mati. Tema seputar kematian dan survival terangkum dalam album ini yang terinspirasi dari perjuangan kerabat dan orang-orang terdekat para personel band yang berjuang melawan kanker.

Sebelum lebih lanjut membahas tentang isi album, tentu banyak dari kita yang cukup penasaran akan seperti apa warna musik yang Mastodon coba tawarkan kali ini, apakah akan lebih banyak isian vokal melodius dan aspek psychedelic seperti dalam “Once More ‘Round the Sun” ? Atau mereka kembali ke roots dan menjadi heavy seperti “Leviathan” ? Atau justru mereka akan kembali membuat sebuah masterpiece layaknya “Crack the Skye” ? Menarik untuk disimak.

Ada beberapa lagu yang membuat kami terkesan di album ini. Lagu pembuka “Sultan’s Curse” adalah sebuah perkenalan untuk album yang cukup solid dengan beat yang langsung membuat kepala ber-headbang ria. Riff di lagu ini terasa heavy, mengingatkan kami pada era “Leviathan” dan “Blood Mountain”, raungan vokal berat dari sang pencabik bas, Troy Sanders cukup untuk membuat para wanita yang mendengarnya menjadi “basah”. Hingga pada bagian reff, mereka kemudian menambah sisi psychedelic dan sludgy, style yang sudah kita saksikan di album “Crack the Skye” dengan bantuan vokal dari sang gitaris Brett Hinds yang mempertajam warna psychedelic itu. Untuk sekedar me-refresh ingatan kita, Mastodon memang terkenal dengan kemampuan para personelnya yang masing-masing mampu menyumbangkan suara mereka, yang menurut kami turut memperkaya musik yang mereka mainkan. Setelahnya, di ujung lagu mereka memainkan harmonisasi gitar selayaknya Iron Maiden. Eargasm !

Berikutnya, ada lagu “Show Yourself” yang sekaligus menjadi salah satu single dalam album ini. Pada lagu ini, Mastodon terlihat bermain aman dan memilih gaya “kekinian” seperti 2 album terakhir mereka. Lagu ini tak se-heavy trek sebelumnya, terasa lebih easy listening, dan sedikit ada sentuhan Queens of the Stone Age di dalamnya. Tipikal lagu yang memang untuk “jualan”, cukup sing along-able. Pada lagu ini, departemen vokal banyak diisi oleh drummer Brann Dailor. Suaranya yang cukup syahdu terasa cocok mengisi di lagu yang cukup melodius ini.

Selanjutnya, ada “Roots Remain” yang merupakan lagu kelima dalam album. Sebuah epic berdurasi 6 menit yang heavy namun bercita rasa seni tinggi. Ini adalah sebuah persembahan dari Mastodon untuk mereka yang merindukan era “Crack the Skye”. Anyway, setelah intro yang lumayan menghipnotis, telinga kita langsung dihajar oleh riff gitar yang sangat keras dan vokal berat. Kami tak kuasa menahan diri untuk tak menganggukkan kepala di lagu ini. Lagu ini benar-benar merupakan perpaduan dari apa yang pernah Mastodon lakukan sebelumnya. Riff-riff gahar bersenyawa dengan part psikedelia yang indah menjadikan lagu ini sebuah obat pelipur lara setelah beberapa album yang soft sebelum ini. Seperti mendengarkan Pink Floyd dalam wujud metal ! Lagu ini adalah lagu yang tak boleh kalian lewatkan di album ini. Highly recommended !

Kemudian, ada “Scorpion Breath” yang langsung dibuka dengan riff gitar yang kencang dan part verse yang cukup padat. Di album ini, juga menghadirkan seorang musisi legend, yakni Scott Kelly dari unit metal Neurosis. Vokal gaharnya mampu menambah kedalaman lagu dan benar-benar berpadu dengan musik yang dibalut cukup berat ini. Pada akhirnya, lagu ini ditutup dengan riff headbang yang cukup groovy.

Phew ! Selesai sudah petualangan “Empror of the Sand” yang disajikan oleh Mastodon kali ini. Overall, it’s been a hell of an adventure. Meskipun begitu, masih ada beberapa lagu yang menurut kami cuma terkesan seperti filler saja dan kurang standout dibanding lagu-lagu yang lain. Tapi, album ini tetap merupakan sebuah album yang patut diperhitungkan bagi kalangan metalheads maupun penggemar musik njelimet ala progressive. Ini adalah sebuah album yang didekasikan untuk kalian yang menyukai Kyuss, Sleep dan juga Pink Floyd. Hail!

Text by : Pradipto

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Keyword :



FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This