Longlife

H-M Head

Debut album dari Chewing Sparkle yang bercerita tentang kehidupan masa lampau dan sisi ‘imajiner’ si vokalis.

Featured Tracks: Far East” (via Soundcloud)

Citra yang pertama kali terbentuk seketika melihat cover dengan gambar witch ditambah fotografi mata pada balik covernya dan juga dengan balutan warna dominan merah, memberikan nuansa dari keseluruhan materi yang relatif gelap. Lagu-lagu yang mereka bawakan ternyata memang memiliki nuansa yang terbilang ‘gelap’ dengan genre rock-alternative a la Arctic Monkeys era Favorite Worst Nightmare dipadukan dengan gaya mereka sendiri.

‘Monster Wink’ dan ‘Running Queen’ lebih kental dengan unsur garage-rock dan juga hentakan punk yang khas dengan power-chord gitar yang menonjol menjadi pengiring utama lagu. Tanpa terduga, ternyata mereka memasukkan sedikit lick rock ’n’ roll pada lagu ‘Running Queen’ yang bernuansa mayor. ‘Summerstorm’ yang merupakan single terbaru mereka sebelum perilisan album ini, memiliki tingkat musikalitas yang lebih baik dibanding track lainnya dan juga perpaduan suara yang lebih manis. Sound gitar pada lagu ini juga terdengar lebih sophisticated dengan adanya permainan panning suara dan beragam modulasi.

‘Strange Sunday Drama’ bisa jadi merupakan track yang paling ‘enak’ bagi kalangan umum, terbukti dengan jumlah streaming di Spotify yang melebihi angka 10.000. Namun, saat mendengar lagu ini, seketika saya teringat pada ‘The Bakery’-nya Arctic Monkeys karena memiliki tingkat kemiripan yang lumayan tinggi. Sedangkan ‘Telescopic Sailing’, lagu yang bernuansa tenang dan pelan, terasa sangat cocok untuk menjadi penutup album ini ditambah dengan adanya efek suara-suara orang yang bertumpukan pada outro seiring dengan fade away lagu tersebut. Sayangnya, lagu ini memiliki karakter sound yang sedikit timpang dengan lainnya. Atau mungkin ini merupakan pengantar untuk karakter sound pada rilisan-rilisan berikutnya?

Track ‘Far East’ merupakan yang paling matang dan kompleks diantara yang lain yang padahal ini merupakan single sekaligus rilisan pertama dari band ini. Nuansa yang ‘gelap’ tercipta dengan baik di sini karena tangga nada yang mereka gunakan terdengar berbeda dari tangga nada minor pada umumnya dan juga terdengar lebih ‘miring’ yang kemudian memberikan nuansa lebih kelam lagi. Apalagi ketika memasuki bagian interlude lagu, mereka menggunakan tempo dan ritme yang berbeda. Kedua melodi gitar yang bersinkronisasi dengan efek psychedelic, makin membungkus visualisasi pendengar dengan alam imajiner yang horor.

Nilai tambah yang paling tinggi dari Hugger-Mugger terletak pada liriknya. Bagi para pemerhati lirik lagu, mereka pasti senang berselancar dalam prosa-prosa metafor coretan si vokalis, Ryanda Rahardjo. Banyak subjek atau objek yang ia metaforkan, seperti ‘Far East’ yang nampaknya menggambarkan sebuah dunia imajiner jauh diluar sana. Tema lirik yang digunakan di album debut mereka ini memang menarik yakni alam imajiner dari sang pembuat lirik itu sendiri. ‘Summerstorm’ dan ‘Far East’ menjadi favorit dari segi makna dan bahasa liriknya.

Secara keseluruhan, ibarat pertandingan bola, yang menjadi man of the match-nya adalah si pemain bass, Nabyl Rahardjo. Dia dapat dengan cerdik memberikan line-line bass yang tidak hanya menjadi latar belakang pengiring drum, tetapi juga menjadi lead pada bagian-bagian tertentu tanpa bertabrakan dengan gitar yang menjadi lead utama. Sayangnya, bass yang cukup berkarakter tersebut kurang terekspos karena penggunaan sound yang lebih menempatkan bass sebagai latar belakang saja. Kemudian, jenis suara vokal masih terlalu halus untuk lagu-lagu rock dengan irama agresif a la punk. Seperti pada lagu ‘Running Queen’ di mana saya mengharapkan vokal seketika masuk dengan tipe yang sedikit kasar, menghentak, dan liar, sesuai dengan musiknya. Namun, memang untuk lagu pelan seperti ‘Strange Sunday Drama’ dan ‘Telescopic Sailing’, karakter vokalnya terasa pas.

Teks: A. Luthfi Maajid

Baca Juga: Album Review : Sugar Bitter – Spark Plug

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Keyword :



FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This