Cover art by Garna Raditya


SEMARANG – Grup band Tiderays belum lama ini meluncurkan single terbarunya di tahun 2019 berjudul “At the Eleventh Hour”. Single tersebut diambil dari album penuh bertajuk 401 yang akan rilils pekan depan melalui label Samstrong Records.

“Adapun 401 adalah akronim dari For No One; Nihil dan tak bertuan. Bebas saja jika ingin mengaitkan dengan paradigma Nihilisme milik Nietzche. Toh, pada akhirnya, kita juga saling tak punya kesepakatan siapa tuan dari berbagai permasalahan,” terang gitaris band, DF Ahmad.

Photo by Brigitan Arga

Setidaknya butuh waktu selama 6 bulan bagi Tiderays untuk melakukan produksi mulai dari membuat konsep hingga pengumpulan materi sejak September lalu.

Keseluruhan lagu di album 401 adalah gugusan bahan peledak yang terdiri dari beragam fragmentasi hardcore, punk, crust, doom, sludge, hingga death metal. Singkatnya, Tiderays bermain hardcore di ranah yang paling muram.

Proses rekaman untuk kedelapan buah instrumen di album ini dilakukan di Watchtower Studio Yogyakarta sejak April 2019. Sementara sesi rekaman untuk vokal dilakukan di Paw Studio Semarang pada bulan Mei 2019 lalu.

Dibantu Bable Sagala pada divisi teknis dan juga Made Dharma selaku Sound Engineer, membuat kemasan album 401 semakin eksploratif. Tiderays turut menggaet seniman sekaligus musisi, Garna Raditya (AK//47) untuk menorehkan karya visualnya dalam sampul album yang penuh nuansa kelam.

Album 401 akan dirilis bersama dengan acara peluncuran pada tanggal 1 Juli 2019 di Gosty Lounge, Semarang. Turut dimeriahkan dengan sederet penampil yakni Hellexist (Malaysia), Peace Or Annihilation (Jakarta), Nightfall (Batang) dan Hearted. (*)

 

Dengarkan album penuh Tiderays – 401 versi digital:
https://samstrongrecords.bandcamp.com/album/401

https://www.instagram.com/tiderayscrust/
https://www.facebook.com/tiderays401/
https://tiderays.bandcamp.com/