SEMARANG, Juli 2019 – PyongPyong memang bukanlah sebuah brand makanan atau restoran yang menyajikan cita rasa masakan oriental atau Chinese food, melainkan sebuah nama band yang dikenal akan sajian music Pop Punk. Setelah melakukan penjelajahan spiritual dari panggung ke pangung sekitar 20 tahun, serta melakukan berbagai perombakan komposisi bahan dari literasi para personil, dan bereksperimen di dapur hingga menghasilkan empat album sebelumnya, PyongPyong kini telah menemukan sebuah format ramuan resep terbaru untuk sajian musiknya.

Adit (Bass/Vocal) selaku founder sekaligus front-line grup ini, telah menemukan komposisi dengan kulinernya dan menciptakan menu baru di PyongPyong. Boxset album Pigza adalah sebuah transformasi dari sajian music PyongPyong setelah dua decade menjalani karir di kancah music independen. Hidangan ini terinspirasi dari bahan baku tradisional berupa pengalaman sehari-hari yang diolah dengan perasaan, serta musik secara kerja kelompok dua personil baru yaitu Bayu (Drum) dan Pandu (Guitar).

Komposisi Pigza sendiri terbentuk dari beberapa campuran bahan utama yang unik,seperti 04:45/sendok teh MEREKA (hasil dari rendaman kepahitan selama dua dasawarsa yang dibalut oleh sepaket cacian makian akan sebuah proses); 04:49/sendok makan KURANG PIKNIK yang syarat akan citarasa asam dari kisah seorang teman sebagai perkerja
kantoran; 03:44/kepal KAMI INGIN DAMAI (bentuk kolaborasi bumbu rahasia hasil olahan bersama Memet vokalis dari Ras Gokil asal kota Yogyakarta tentang situasi yang kini tengah terjadi di lingkungan social); 02:31/ gram ANUGERAH YANG TERINDAH PERNAH KUMILIKI; dan 03:11/ons JIKA (hasil eksperimen cita rasa manis dan dinamis ala Hi-Standard asal Jepang).

Pigza merupakan sebuah hidangan berupa 5 buah track yang tersaji dalam sebuah Flashdisk dengan isian: video klip Kurang Piknik, dan film Bagong sebagai sentuhan cita rasa tradisional Indonesia, lengkap dengan toping t-shirt, taburan pick guitar beserta gantungan kunci berbentuk stick drum yang menambah kerenyahannya. Sebagai tambahan Chef Adit bersama kawan-kawan juga menghadirkan sajian penutup berupa format minus-one lagu JIKA agar dapat dinikmati bersama handai taulan.

Tentang PyongPyong
PyongPyong adalah grup band asal kota Semarang yang berdiri sejak 30 Desember 1999. Sebagai band Pop Punk, PyongPyong selama 20 tahun telah melahirkan “Stuck” (EP) pada tahun 2003 yang berisikan 5 track lagu, kemudian “Keluarga Babi” (EP) yang berisikan 5 track lagu pada tahun 2005 ; “Presiden Superstar” (Full album) berisikan 10 track lagu pada tahun 2009, dan beberapa single yang terdapat pada beberapa album kompilasi kumpulan band-band
sejenis. Salah satu kesuksesan terbesar mereka kala itu adalah Single “My Wife is a Lesbian” yang tergabung dalam album kompilasi “Berpacu dalam Melodic” bersama My Pet Sally dan 11 grup band dari beberapa kota di Indonesia. Album kompilasi yang didapuri oleh Tony Track dan Pongky Barata (ex-Jikustik) ini dirilis pada tahun 2005 dan sempat sukses membawa nama PyongPyong di kancah musik nasional. Video klip “My Wife is a Lesbian” pun kerap berseliweran di MTV Indonesia kala itu.

Tentang Boxset Pigza
Pigza merupakan album kelima PyongPyong yang akan dirilis pada akhir bulan Juli 2019. Album ini berisikan 5 track, yaitu ANUGERAH TERINDAH YANG PERNAH KUMILIKI, KURANG PIKNIK, MEREKA, KAMI INGIN HIDUP DAMAI dan JIKA yang menjadi single-nya. Album Pigza dikemas dengan bentuk Boxset yang di dalamnya terdapat 1 buah flashdisk berisikan lagu PyongPyong, video klip, film bagong, T-shirt, pick guitar, gantungan kunci stick drum, sticker pack, dan bonus track lagu minus-one untuk memfasilitasi para Keluarga Babi (sebutan fanbas PyongPyong) ber-karaoke. Boxset Pigza ini persembahan PyongPyong 20 tahun berkarir di kancah music independen kepada Keluarga Babi, dan diproduksi secara terbatas hanya 50 buah dengan dibandrol Rp. 225,000.

For further information:
Pyong Pyong Management
Phone : +62 821 9714 9471 / +62 898 9898 996
pyongpyongrock@gmail.com