DDHEAR

Photo by: kasetlalu.com

 

Kolaborasi Dua Raksasa Indie Folk Tanah Air yang Menyejukkan


 

Longlifemagz – Bila disuruh menyebutkan siapa saja grup band beraliran indie folk lokal yang paling diperhitungkan, tak afdol rasanya bila tak menyebutkan nama Dialog Dini Hari dan juga Endah N Rhesa. Dua grup musik yang memang sudah cukup lama malang melintang di genrenya ini selalu mampu memberikan karya-karya yang mampu menenangkan jiwa dengan lagu-lagunya yang damai dan bisa dibilang ear-catching.

Namun, apa jadinya bila mereka berdua berkolaborasi ? Tentu saja hasilnya adalah sebuah album (mini album tepatnya) yang bisa dibilang sarat akan kualitas dengan judul Parahita. Mini album dari proyek yang dinamakan DDHEAR, yang merupakan akronim dari kedua nama band jika digabungkan ini berhasil menjawab ekspektasi dengan cukup baik dan secara musikalitas bisa dibilang unik dengan menghadirkan dua bassist dan dua gitaris yang secara style berbeda, ditambah dengan satu drummer.

Baca : Album Review : The Trees and the Wild – Zaman, Zaman

EP ini dibuka dengan lantang oleh nomor “Jangan Berhenti Engkau Bernyanyi” yang mengajak pendengarnya untuk terus bermimpi dan terus menggantungkan asa di tengah rintangan yang ada. Yang menjadi highlight dari lagu ini adalah bassline yang cukup ciamik dari Rhesa Aditya, dengan suara gitar yang saling mengisi antara Dadang SH Pranoto a.k.a. Pohon Tua dan Endah Widiastuti. Tidak salah rasanya jika lagu ini dipilih menjadi single pertama sekaligus perkenalan dengan “supergroup” ini.

Yang juga menarik dari EP ini adalah dua lagu lama yang kemudian coba diinterpretasikan ulang sesuai dengan karakter masing-masing band yang tergabung dalam proyek ini, salah satu diantaranya adalah “Temui Diri” yang asalnya adalah lagu dari Dialog Dini Hari yang termaktub dalam rilisan terakhir mereka, Tentang Rumahku. Meskipun begitu, interpretasi ulang ini menjadi agak sedikit berbeda dengan style ala Endah N Rhesa.

Baca : Album Review – Shura – Nothing’s Real

Lalu, di nomor selanjutnya ada “Terang, Berpijar Harapan” yang juga menjadi single kedua dari EP ini. Di lagu ini nuansa yang dihadirkan cukup melankolis dengan Brozio Orah yang berprofesi awal bassist dari Dialog Dini Hari, mencoba mengeluarkan kepiawaiannya memainkan piano ditambah sedikit bebunyian slide gitar dari Dadang. Liriknya pun membuat kita untuk mencoba meresapi lagunya saat mereka sedikit berfilosofis dalam bait “sederhana tanpa arti dan tak seindah puisi melipur sepi”.

Sebagai penutup perjalanan yang cukup singkat ini hadir sebuah repertoar yang tak asing buat penggemar Endah N Rhesa, yakni “Wish You Were Here” yang ada di album kedua mereka, Look What We’ve Found. Namun, apabila pada lagu “Temui Diri” yang dimainkan dengan style ala Endah N Rhesa, maka di tembang penutup ini, lagu ini dihadirkan dan digubah sesuai dengan style ala Dialog Dini Hari. Dimulai dengan denting nada piano yang murung kemudian diikuti permainan drum yang haunting lalu perlahan-lahan atmosfer lagu ini terbangun hingga akhirnya memudar dan berakhirlah petualangan indah bersama proyek kolaborasi yang tercipta dari sebuah festival di Bali ini.

 

 

mahasis(w)a semester dua digit, music digger, classic movie maniac, regular reader

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This