Photo by: NME

Sebuah diari harian gadis nerd yang diramu dengan musik 80’s electropop 


Longlifemagz – Saya tak  pernah akan bisa melupakan sebuah kebetulan yang mempertemukan telinga saya dengan musik indah nan menghanyutkan dari seorang musisi electro-pop wanita yang menurut saya akan menjadi the next big thing, Shura. Tak pernah terbersit satu pun keraguan saat pertama kali mendengarkan salah satu lagunya yang bertitel “2Shy”, dimana dalam lagu yang bertempo agak sendu ini wanita keturunan Inggris-Rusia mampu langsung membius saya. Fyi, lagu tersebut bersama 2 lagu lainnya yang masing-masing berjudul “White Light” dan “Indecision” adalah lagu-lagu yang termasuk dalam mini albumnya, White Light, untuk kemudian dimasukkan lagi ke dalam one of the most anticipating albums in 2016, Nothing’s Real.

Ada semacam perasaan nostalgic yet magical ketika mendengarkan album ini. Wajar saja, karena saat anda mulai mendengarkan album ini maka anda seperti ziarah waktu dan dibawa ke suasana 80’s vibes dimana suara-suara dari synthesizer menjadi pondasi utama sebuah lagu, diikuti gitar yang minimalis dan drum machine tentunya dengan mengambil influence dari beberapa nama seperti Madonna, Janet Jackson, Prince. Namun, tetap di sisi lain tak menghilangkan sisi ke-modernitasannya dengan mengambil Blood Orange dan HAIM sebagai patokan. Ringan tapi memikat.

Baca : Album Review: Panic! at the Disco – Death of a Bachelor

Lagu-lagunya begitu terdengar lugu dan kadang menggebu seperti liriknya yang menceritakan keluh kesah lika-liku percintaan remaja dengan lugas, dimana ia melantunkan “if you’ve got feelings for me, you’ve got to speak honestly” dalam lagu “What’s It Gonna Be?”.  Dalam lagu ini, Shura yang memiliki nama asli Aleksandra Lilah Denton mencoba mengeluarkan curahan hatinya dengan dibalut musik yang cukup simpel dan danceable. Tapi tetap terdengar easy listening mengingatkan saya sekilas akan Carly Rae Jepsen ataupun Sky Ferreira.

Di beberapa kesempatan, terselip beberapa breakup song ala Shura yang cukup menyayat, di antaranya “Kidz N Stuff”, “What Happened to Us?”, “Nothing’s Real”. Overall, album yang memuat 13 lagu (termasuk sebuah secret track berjudul “311215”) ini tak bisa dipandang sebelah mata dan layak mendapat spotlight dan apresiasi karena Shura berhasil menampilkan musik 80’s pop revivalist  dengan ramuan yang pas, tidak ada yang dilebih lebihkan juga tidak berasa kurang. Dari segi lirik yang sebagian besar ia tulis sendiri juga tak ada masalah yang berarti, dengan lirik lirik yang mudah dicerna, ini akan memudahkan orang-orang yang mendengarnya menjadi semacam terkait dengan lagunya.

Baca : Album Review: The Trees and the Wild – Zaman, Zaman

Untuk anda yang mengalami insomnia, dan banyak deadline yang menghantui anda, maka rasakan kemagisan album ini di tengah malam hari dengan segelas susu hangat dan sebatang cokelat. You can thank me later.

 

 

mahasis(w)a semester dua digit, music digger, classic movie maniac, regular reader

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This