1



klikhotelcomPhoto by pedomanwisata.com

Cerita, Keajaiban dan Pesona di Kaki Gunung Agung Bali

 

Longlifemagz – Membicarakan mengenai potensi wisata di Indonesia memang tidak akan ada habisnya, pasalnya memang Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai segudang tempat wisata. Pada tiap tahunnya selalu saja ada tempat pariwisata baru yang berdiri maupun ditemukan oleh masyarakat dan dijadikan tempat wisata. Bahkan beberapa tempat wisata di Indonesia juga menjadi sejarah bagi perkembangan sosial di wilayah tersebut, serta menjadi salah satu warisan Dunia UNESCO.

Pulau Dewata Bali memang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Keindahan yang memukau dan kekentalan budaya yang masih melekat, membuat Bali menjadi begitu istimewa di mata dunia. Termasuk sebagian besar masyarakat di dalamnya sebagai pemeluk agama Hindu yang kuat.

Agama Hindu yang dianut oleh hampir seluruh masyarakat disini berawal dari sebuah area pura yang berdiri tegak dan megah di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem,  Bali ini. Pura ini merupakan tempat cikal bakal munculnya agama Hindu di Bali karena di tempat inilah untuk pertama kalinya diterima wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Maarkendya.

Pura Besakih merupakan kompleks pura terbesar di Indonesia. Pura ini memang sudah terkenal akan keindahan arsitekturnya dan panorama alamnya, serta dilatarbelakangi oleh Gunung Agung yang tak kalah elok. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri dimata para wisatawan. Selain itu, Pura ini juga menjadi salah satu warisan dunia UNESCO sejak tahun 1995.

thisisbaliblogspot

Kata “Besakih” merupakan terusan dari kata “Basuki” yang artinya adalah selamat. Sesuai dengan namanya, fungsi utama dari pura ini adalah tempat untuk memohon keselamatan bagi para umat Hindu. Pura Besakih ini menjadi pusat kegiatan dari semua pura yang berada di Bali. Terdapat kurang lebih 46 buah pura yang terbagi ke dalam 3 bagian tertata rapi di dalam kompleks tersebut, disertai dengan ornamen dan patung-patung dewa yang menambah kekentalan suasana religius didalamnya.

Baca : Ngarai Sianok, Lembah yang Berprestasi

Untuk dapat berkunjung ke tempat wisata ini tidaklah sulit. Para wisatawan dapat menggunakan transportasi sewaan dari Kuta atau bemo dari kota Denpasar dengan jarak 25 km ke arah utara. Jalan alternatif lainnya pengunjung dapat dari kota Semarapura (Kabupaten Klungkung), ke arah Pura Besakih dan sesampainya di Kecamatan Rendang disarankan agar tidak turun di Desa Besakih melainkan di gerbang masuk pura, kemudian dari pintu gerbang pengunjung dapat berjalan kaki menuju Pura Besakih. Sedangkan untuk nominal biaya masuk ke dalam Pura ini hanya sekitar US$1.

Demi menjaga kesakralan tempat ini, ada satu persyaratan untuk masuk ke dalamnya. Para wisatawan diwajibkan untuk mengenakan kain panjang atau sarung khas Bali. Para wisatawan juga lebih baik tidak memakai pakaian-pakaian ketat atau mini demi menghormati adat masyarakat sekitar. Namun bagi pengunjung yang tidak memiliki sarung tersebut tentunya tidak perlu khawatir, karena disana akan disediakan tempat penyewaan sarung khas Bali ini dengan harga sekitar Rp 3.000,00. s.d. Rp 5.000,00. Sedangkan bagi para pengunjung yang penasaran dengan cerita dibalik Pura terbesar di Bali ini,  akan tersedia juga sewa jasa guide yang siap mengantar pengunjung berkeliling sambil menceritakan tentang seluk-beluk Pura ini dengan biaya sekitar US$1.

So, tunggu apalagi? Penasaran dengan pesonanya? Pulau Dewata siap menyambut anda!

pedomanwisatacom

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This