1


Catatan B-Movie Night di Atlas & Co

Enam Film B Pertama yang menggugah

 

Longlifemagz – Kamis malam (26/7) kemarin bisa saya sebut sebagai salah satu malam bersejarah dalam hidup. Atlas & Co Banyumanik mengadaken pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI horor yang saya kira, akan hambar dan cepat terlupakan. Nyatanya, “bioskop” yang cuma seukuran ruang tengah kos tersebut sanggup membawa saya ke awang-awang, tanah yang dijanjikan, nirwana, atau apalah sebutannya itu.

Bahwa saya mengambil pensil dan mencorat-coret di buku catatan kecil, itu hanyalah kebetulan belaka. Dan bahwa saya memutuskan mengalihwujudkan catatan itu ke majalah ini, itu hanya keisengan semata. Pensilnya milik orang lain, sedang nyangkut di tas karena suatu tugas penting, buku catata baru kembali ke tangan setelah dua tahun hilang, laptop untuk mengolahnya pun bukan punya saya, jadi ini sejujurnya memang benar keisengan saja .

Namun izinkan saya menyampaikan coretan tentang enam Film B saya tersebut setelah kalimat ini berakhir.

 

Rengasdengklok

Ini adalah satu-satunya film berlatar sejarah di pertunjukan kemarin (26/7). Narasinya pendek: pemindahan (tokoh yang esok hari akan menjadi) sang proklamator ke Rengasdengklok. Bung Besar harus dibawa dengan selamat ke pos akhir. Karena rencana pemindahan menggunakan mobil gagal, Bung Besar harus dikawal dengan berjalan kaki.

Bukan Film B namanya jika tak ada keganjilan. Di sini, pihak musuh yang harusnya tentara Jepang, diubah sang kreator menjadi puluhan zombie layaknya serial The Walking Dead. Bung Besar dan pengawalnya terpojok, lalu terjadi “pertempuran” antara the living dan the dead.

Sebagai penonton Film B, kita memang tidak bisa menuntut kesempurnaan penulisan naskah atau sinematografi. Di Rengasdengklok, yang notabene berlokasi di Jawa Barat, kita justru tidak mendengar dialog berbau Sunda. Penjelasan bahwa tentara Indonesia waktu itu banyak yang ditarik dari Jawa mungkin bisa diterima, tapi wajarkah semua pasukan dikondisikan seakan fasih bahasa Jawa?

Satu lagi, adakah yang mencuri pandang ke perut salah seorang korban zombie, tepat ketika plastik penyimpan jeroan terlihat?

 

Monika

Masih berkutat dengan karakter zombie. Dunia yang sudah aman dari wabah berangsur pulih, termasuk kehidupan di sekitar Monika. Gebetannya melamar tepat di hari pengumuman kembali hidupnya kota mereka. Namun, Monika ternyata punya rahasia. Ia masih memelihara zombie, yang semasa hidup merupakan adiknya. Terdengar seperti zombie peliharaan The Governor di The Walking Dead?

Saya tidak mencatat terlalu banyak tentang film ini. Saya hanya berandai-andai, jika tepat sebelum adegan kencan kita disuguhkan momen ketika Monika mendekati zombie, lalu dia melakukan sesuatu yang berpotensi menyebabkan pengikat zombie peliharaannya lepas, maka kedatangan zombie saat Monika hendak dilamar bisa sedikit lebih masuk akal.

 

Mandi Darah Goyang Kubur

Tiga orang sahabat memperingati kematian temannya dengan bergoyang di malam yang penuh sambaran petir. Setelah pesta mini itu usai, giliran tiga orang tersebut yang mendapat teror dari sang pembunuh.

Ketika terdengar ketokan pintu dan ternyata orang yang membukakan pintu akhirnya menjadi korban berikutnya, saya menganggap keputusan dua orang tersisa untuk ke luar rumah mencari temannya ialah hal yang begitu bodoh. Jika saja terdapat dialog, atau paling tidak tatapan mata yang komunikatif bahwa mereka sepakat mencari dan menyelamatkan sang teman, maka kegusaran saya bisa terhalau. Mereka baru ditinggal dua temannya dan mengetahui ada pembunuh berkeliaran di sekitar mereka, kenapa mereka malah mereka mengendap-endap ke tempat sang pembunuh?

Kriptonit dalam bentuk dildo mungkin menyediakan efek kejut, tapi kita tak pernah mendapat penjelasan mengapa sang pembunuh alergi terhadap benda itu.

Mr. Bombastic

Ini film favorit saya. Pergulatan emosional seorang pria tanggung yang diejek akibat punya (titit) kecil. Hal menarik yang bisa ditemui dalam film ini antara lain: Alur nonlinier. Kita tak bisa menentukan alur cerita secara kronologis. Kira-kira lebih dulu mana, pemukulan di lahan kosong, momen singkat bersama pacar, atau bisik-bisik pem-bully-an di kampus?; Banyak sinematografi berupa kilasan ke masa lampau. Layar berganti secara cepat mengikuti iringan narasi dari karakter utama; Karakter utama tidak terlalu sehat dalam hal psikologis. Ia mengalami depresi akibat pem-bully-an.

Sebentar, ini saya baru menikmati karya Rafif Sujatmoko atau Christopher Nolan?

Darah untuk Anakku

Di awal, saya khawatir akan disuguhi film horor dengan formula deus ex machina, yakni ketika kekuatan spiritual (Tuhan) dipakai untuk menangkis segala rintangan, termasuk the main villain (dalam hal ini berarti setan). Pada akhirnya yang terjadi memang demikian, tetapi kita sedikit dikagetkan dengan plot twist saat karakter Ustad ternyata terbunuh juga.

Elemen suara serigala terdengar di bagian pembuka, tapi jika melihat latar perumahan, auman tersebut terasa cukup ganjil. Elemen dentingan jam juga dipakai, tapi saya bertanya-tanya mengapa sang kreator film tidak menampakkan jam tersebut sebagai upaya meyakinkan keaslian bunyi tersebut, di samping jam denting juga dapat menambah kesan mistis.

 

Pocong Hiu Unleashed

Film ini mungkin paling mendeskripsikan bagaimana kekuatan Film B: animasi tak molek, keganjilan jalan cerita, dan diumbarnya banyak darah. Keheranan di benak saya hanya muncul saat dua korban pocong pertama malah terlihat mencekik dan berusaha menghalau sang pocong “memakan” korban ketiga. Asumsi saya, mereka sudah tewas setelah digigit sang pocong.

Pertanyaan menyoal bagaimana bisa pocong menyemburkan laser tak perlu muncul. Ini Film B, Bung!

Tepuk tangan meriah untuk para filmmaker.

 

 

 

 

 

 

SEKUEL YANG MELINTASI ZAMAN

Kontinuitas cerita dari sebuah film yang selalu ditunggu para penikmatnya.


 

Longlifemagz – Film sekuel sampai kini masih tetap menjadi primadona dan andalan bagi para rumah produksi. Film yang banyak menceritakan kisah kelanjutan dari film yang sudah ditayangkan sebelumnya ini selalu mempunyai tempat tersendiri dihati para pemirsa setianya dan ditunggu kehadiran ceritanya.

Beberapa film memang sengaja dibuat dengan jenis sekuel, tak jarang pula film ini sengaja dibuat dalam rentang waktu yang lama. Entah apa tujuanya, mungkin agar penonton lebih gregetan dan penasaran, sehingga begitu sekuel barunya keluar antusiasme penonton menjadi tinggi.

Sebut saja Ada Apa Dengan Cinta, kisah laki – laki puitis bernama Rangga yang harus pergi ke luar negeri dan meninggalkan Cinta, telah membuat penggemarnya penasaran hampir 14 tahun. Kemudian muncul kembali film sekuelnya, dan meraih kesuksesan.

Selain Ada Apa Dengan Cinta, berikut beberapa sekuel yang paling ditunggu oleh penggemarnya masing – masing..

 

  1. Bangun Lagi Dong Lupus

Bagi generasi 90-anan pasti kenal dengan Lupus, anak SMA yang suka sekali makan permen karet. Ini adalah salah satu film yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama.

Pada tahun 2000-an Lupus juga menyapa penggemarnya lewat televisi dalam bentuk sinetron. Tokoh Lupus ini bisa dibilang cukup banyak dirindukan, akhirnya pada tahun 2013 kemarin munculah sekuelnya berjudul “Bangun Lagi Dong Lupus”.

 

  1. Naga Bonar Jadi 2

Naga Bonar Jadi 2 adalah sekuel dari film Naga Bonar terdahulu yang di produksi 1987. film ini cukup berbeda dengan yang terdahulu. Jika dahulu bercerita tentang komedi dalam bentuk tukang copet yang melawan pasukan Belanda paska Kemerdekaan, kali ini film Naga Bonar Jadi 2 bercerita tentang anak dari Naga Bonar yang bernama Bonaga, pengusaha muda metropolis yang berniat menjual lahan peninggalan ayahnya untuk proyek perusahaanya sendiri. Aroma ketradisian dan nasionalis begitu terasa di film ini.

 

  1. Ayat – Ayat Cinta 2

Salah satu pencetus trend film religi Indonesia, film yang rilis tahun 2008 ini sukses memukai penontonya, bahkan masuk ke dalam salah satu film terlaris sepanjang masa. Kini setelah 9 tahun berselang, Ayat – Ayat Cinta 2 siap kembali meramaikan perfilman Indonesia. film ini akan tayang 21 Desember 2017.

 

  1. Eiffel I’m Love 2

Kali ini giliran angkatan 2003an yang bersiap reuni denga kehadiran Eiffel I’m Love. Masih ingat kisah cinta Tita dan Adit? Film yang melambungkan nama Shandy Aulia dan Samuel Rizal ini juga akan segera rilis.

Film ini akan tayang pada 14 Februari 2018 mendatang. Pas banget sama moment valentine gak sih ? hahaha. Film ini layak untuk ditunggu, kisah cinta romantis yang berlatar belakang Kota Paris akan segera mengobati kerinduan kalian.

 

  1. Ada Apa dengan Cinta 2

Mengangkat kisah cinta klasik, kisah kasih saat sekolah. Kisah yang selalu diibaratkan menjadi kisah cinta paling menyenangkan, yang itu berhasil ditampilkan dengan baik oleh Rangga dan Cinta.

Sungguh, siapa yang tak kenal mereka. Pasangan teromantis dalam perfilman Indonesia. Tak heran perjalanan cinta mereka pun sampai ditunggu selama 14 tahun, gilee brooo. Hingga Akhirnya Ada Apa dengan Cinta 2 pun diluncurkan 2016 lalu.

 

  1. Fast And Furious 8

Sebuah film aksi tentang dunia balapan liar dan perampokan ini mampu menyedot perhatian dunia. Selain karena jalan cerita yang menarik, bisa jadi Fast and Furious 8 ini meledak karena para penggemarnya ingin menonton akting terakhir Paul Walker yang meninggal karena kecelakaan tragis. Film ini pertama kali di buat tahun 2001 dengan judul Fast and Furious lalu selanjutnya menyusul 7 sekuel lanjutanya.

 

  1. Toy Story 4

Toy Story 4 adalah film komedi percintaan, sebuah film animasi komputer 3d. banyak yang merasa film ini tak perlu, karena Toy Story 3 telah dianggap berhasil menutup kisah woody, buzz, dan Andi dengan manis

Namun Toy Story 4 dikabarkan akan mengangkat kisah rahasia yang selama ini menjadi spekulasi para penggemar, salah satunya akan membahas ayah Sandy. Film ini dijanjikan akan lebih emosional oleh Chief Creative Officer dari Pixar Animation Studios. Film ini dikabarkan akan dirilis pada 15 Juni 2018 mendatang

Sumber foto mydirtsheet.com, inspiratorfreak.com, youtube, upstation.id, liputan 6.com, allwrestling.com, slashfilm.com

FILM REBORN, SEBUAH USAHA “BALIKAN” ALA PRODUSER FILM

Ingatlah bahwa dari dalam kenangan, suara mantan akan lebih keras daripada waktu pacaran.

Longlifemagz – Mungkin benar, bangsa kita ini adalah bangsa yang gagal move on. Bangsa yang suka sekali mengulas, mengenang, dan terus merawat ingatan akan hal – hal di masa lalu. Tak heran pemuda – pemudi masa kini pun ketularan, terbukti novel – novel bergenre sendu dari Tere Liye, Fiersa Besari, Wiranagara selalu masuk dalam deretan best seller. Tabik!

Mari kita bicarakan satu – satu. Mulai dari bidang olahraga, kita seringkali mendengar komentator bola berkata bahwa sepakbola Indonesia pernah berhasil tembus ke Piala Dunia, bahkan jadi Negara Asia pertama yang berhasil lolos ke ajang bergengsi tersebut. Ya meski itu dulu, jaman masih bernama Hindia Belanda. Atau saat – saat kejayaan Susi Susanti yang menjuarai Olimpiade Barcelona 1992 yang terus diucap berulang kali pada saat ada pertandingan bulutangkis.

Beberapa waktu yang lalu juga televisi kita sempat menayangkan sinetron-sinetron yang pernah booming di masa lalu, ini adalah bukti selanjutnya bertajuk “Sebuah Usaha Balikan” yang dicoba pihak televisi dengan menayangkan sinetron seperti Jin dan Jun, Tuyul dan Mbak Yul, maupun Jinny Oh Jinny.

Kini industri perfilman pun mulai melakukan hal yang sama, “sebuah usaha balikan” dengan meremake ulang film-film yang sudah ditayangkan sebelumnya. Membuat film reborn suatu hal yang mempunyai keasyikan sendiri, karena bayangan akan antusiasme penontonnya sudah terlihat. Penonton akan diajak nostalgia, bak ajakan balikan dari mantan pacar yang sudah lama hilang, tiba-tiba hadir sembari memberikan senyuman.

Banyak film reborn yang diproduksi kembali baik yang sudah ditayangkan atau yang belum, mulai dari yang bergenre cinta, komedi, sampai horor. Semua rata-rata mendulang kesuksesan dan dapat mengajak penonton kembali untuk bernostalgia.

Berikut adalah film-film Reborn yang menghiasi layar bioskop Indonesia satu dekade terakhir…

 

  1. Galih dan Ratna

Film drama remaja Indonesia yang dirilis pada 9 Maret 2017 dan disutradarai oleh Lucky Kuswandi. Film ini adalah remake dari film Gita Cinta dari SMA yang dibuat tahun 1979, dengan pemeran Rano Karno dan Yessy Gusman. Sebuah film yang mengingatkan akan romantisnya benda “mix tape” pada masa itu.

 

2. Warkop DKI Reborn

Ini dia nih, kiblat kelucuan negara, Imam Besar komedi Indonesia. Film yang tak pernah bosan di tonton berulang kali, dan parahnya tetap lucu, magis memang ni film!

Bukan hanya komedi yang ditampilkan di film ini tapi kritik sosial pun diselipkan di dalamnya. Hal – hal seperti itulah yang bikin kangen sama film ini, selain “warkop angels” nya tentunya, hahah. Film Warkop DKI Reborn mendulang kesuksesan besar. Terbukti, Film Warkop DKI Reborn pertama tembus sampai 7 juta penonton, sedangkan Warkop DKI Reborn 2 berhasil mencapai 4 jutaan penonton. Mantaps.

Baca : Gimmick Politik Bikin Hidup Makin Asik

 

3. Pengabdi Setan

Film Pengabdi Setan yang disutradarai oleh Joko Anwar merupakan reborn dari film berjudul sama yang dirilis pada tahun 1980. Film Pengabdi Setan berkisah tentang keluarga yang ditinggal mati oleh Ibu (Ayu Laksmi) setelah sakit selama tiga tahun.

Berbagai kejadian aneh muncul dalam keluarga tersebut, selepas Ibu meninggal. Lewat akun Instagram-nya, sutradara Joko Anwar mengumumkan bahwa film yang digarap rumah produksi Rapi Films itu memperoleh 4.100.468 jumlah penonton sejak dirilis pada 28 September 2017.

Baca : Film ‘Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak’ Siap Tayang 16 November 2017

 

4. Wiro Sableng

“Wiro Sableng mewarisi sebuah senjata sakti berupa kapak bermata dua berhulu satu berkepala naga kapak naga geni 212 namanya, senjata pamungkasnya Wiro Sableng yang hebat yang siap membasmi orang orang jahat.”. Kalau kamu baca kalimat sebelumnya sambil nyanyi. Yaudah berarti kamu angkatan tua, hahaha.

kisah pendekar yang gagah, berani, tapi juga mempunyai kearifan lokal, namanya ialah Wiro Sableng. Pendekar yang terkenal dengan tulisan 212 di dadanya itu kini akan hadir kembali. Tak tanggung – tanggung produser Fox internasional production (FIP) berhasil digandeng untuk membuat film ini, nama film nya pun menjadi “212 warior”

Siapa yang akan memerankan Wiro Sableng ?  Vino G Bastian dikabarkan yang akan memerankanta. Beberapa artis kenamaan seperti Marsha Timothy dan Sherina Munaf juga masuk ke dalam daftar cast.

Film yang layak kita tunggu, kita sudahi era seriga – serigala dan macan, kini saatnya kembali ke wiro sableng dan sinto gendeng. Pembasmi kejahatan panutanq

 

Text by : Chelsea Venda

Photo by AADC2, BookMyShow, Liputan 6, Hai,Tribunnews

Film ‘Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Bapak’ Siap Tayang 16 November 2017

Photo by Doc. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Mengarungi berbagai festival film Internasional mulai dari Cannes sampai Toronto, ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ berlabuh juga di Indonesia.

 

Longlifemagz – Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak arahan Mouly Surya telah dipastikan mendapat tanggal tayang di Indonesia. Setelah ditayangkandiberbagai festival Internasional, film ini akan tayang di Indonesia mulai 16 November.

Sebelumnya, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak ditayangkan perdana secara global di program Directors’ Fortnight dalam festival film bergengsi Cannes 2017. Film yang dibintangi Marsha Timothy ini kemudian disirkan juga dalam program Contemporary World Cinema pada festival film Toronto 2017.

Selain Marsha Timothy, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak juga diperankan oleh Dea Panendra, Egi Fedly, dan Yoga Pratama. Naskah dibuat oleh Mouly Surya dan Rama Adi berdasarkan ide cerita dari Garin Nugroho. Berbagai pencapaian telah diraih oleh film ini, diantaranya masuk dalam festival film Internasional Selandia Baru dan festival film Melbourne.

Baca : Cholil Mahfud Mengisi Soundtrack Film ‘Marlina Si pembunuh Dalam Empat Babak’

Menuju pemutaran di Indonesia, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak bakal melakukan penayangan perdana di Asia lewat festival film Busan 2017 yang digelar pertengahan Oktober. Festival lain yang rencananya juga akan disambangi adalah festival film internasional Vancouver dan festival film fantastis internasional Sitges.

Film yang memiliki judul asli, Marlina the Murderer in Four Acts ini berkisah tentang Marlina, seorang janda muda yang diserang dan dirampok ternaknya. Atas nama pembelaan diri, ia membunuh beberapa orang dari kawanan perampok itu. Mencari keadilan, ia melakukan perjalanan untuk menebusnya. Namun perjalanan panjang dan korban-korbannya yang tanpa kepala mulai menghantui dirinya sepanjang hidupnya.

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Cholil Mahfud Mengisi Soundtrack Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Turut diaransemen oleh Zeke Khaseli (Zeke & The Popo) dan  Yudhi  Arfani (Everybody Loves Irene).

 

Longlifemagz – Cholil Mahmud (Vocalis Efek Rumah Kaca) menjadi pengisi soundtrack film Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak. Ia menyumbangkan vokal dan lirik untuk lagu berjudul ‘Lazuardi’. Lagu ini berkolaborasi juga degan beberapa musisi indie, seperti Giovanni Rahmadeva (drummer Polka Wars, Marsh Kids) dan Riko Prayitno (gitaris Mocca).

Perilisan lagu ini merupakan pemanasan awal menuju rilisnya film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ di Indonesia yang jatuh pada tanggal 16 November. Film ini telah lebih dulu melakukan rangkaian tur festival yang dimulai sejak Mei lalu di Cannes Film Festival. Belum lama ini film tersebut juga tayang di Busan International Film Festival, sebagai pemutaran perdana di Asia.

‘Lazuardi’ sudah dapat didengar diberbagai platform musik digital, seperti iTunes dan Spotify. Video musik juga sudah dapat disaksikan dikanal YouTube resmi Cinesurya, rumah produksi yang merilis film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak.

 

 

Text by redaksi

Photo by Doc. Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak

 

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest