THE GOOD OLD DAYS 4: BERNYANYI BERSAMA DENGAN MUSIK BERTAJUK “EMO NIGHT”

Photo by docs. Forkicks

Moshpit dan body surfing pun tak dapat terhindarkan.

 

Longlifemagz – Kamis (8/3) bertempat di Lot 28, meneruskan acara-acara mereka sebelumnya yang terhitung cukup sukses menarik massa, Forkicks Event mengawali tahun 2018 dengan mengusung tema The Good Old Days “Emo Night”. Sejak aktif pada tahun 2015, Forkicks Event selalu menyuguhkan tema-tema yang berbeda dan kreatif dalam tiap event yang telah mereka helat. Acara hari itu cukup spesial karena membawa para pelaku yang terlibat di dalamnya ke dalam era keemasan kaum “poni lempar” dan musik emo nya pada medio 2000an untuk sejenak.

Dalam event kali ini, Forkicks berkolaborasi dengan kolektif kreatif Bejana Karya. Selain itu, terdapat beberapa lapak yang turut meramaikan event, diantaranya adalah Peta Pita yang menjual CD dan kaset, ada juga Tripin, yang khsuus menjual pin, Pharalland, Olly Oxen dan Bejana Karya pun tak ketinggalan untuk membuka lapaknya di acara tersebut.

Jam 7 tepat acara pada malam itu dibuka dengan penampilan dari rrefal yang membawakan beberapa lagu cover salah satunya lagu dari Paramore berjudul “The Only Exception” membuat para penonton bernyanyi bersama-sama dan lagu dari mereka sendiri. Lalu dilanjutkan dengan penampilan dari band Semarang yang lain yakni Indra & Brothers dan Domestic Sin, keduanya mulai memanaskan suasana malam itu yang diselimuti kepulan asap rokok.

Malam semakin larut dan venue pun semakin dipadati oleh para penonton yang datang. Kemudian, Sink 90’s semakin memanaskan suasana dengan lagu-lagu dari Blink-182, Panic! at the Disco, Fall Out Boy. Tak berselang lama setelah mereka, ada Undersky yang membawakan dua lagu dari Bring Me the Horizon dalam repertoar mereka, yakni “Can You Feel My Heart” dan “Drown”.

Tak ketinggalan, mereka menghadirkan vokalis dari band grindcore Sergapanmalam, Afri ke atas panggung untuk menyanyikan emo anthem dari My Chemical Romance, “I Don’t Love You”. Terakhir, sebuah cover dari track terpopuler Saosin hingga saat ini, yakni “Seven Years” menutup perjalanan Undersky malam itu dengan cukup manis dan cukup emosional yang memancing koor massal dari crowd. Memorable.

Venue semakin penuh sesak ketika band terakhir yang sedang naik daun saat ini, Olly Oxen tampil. Band rock anyar yang digawangi oleh Mere (Vokal), Inu (Bass), Gembz (Gitar), dan Gawank pada drum yang pada tahun kemarin baru saja merilis mini album. Ditengah-tengah penampilannya, mereka pun mengumumkan bahwa pada tahun ini mereka akan melakukan tour,

Mereka mengawali penampilan pada malam itu dengan “Teenagers”, sebuah lagu dari My Chemical Romance yang terdapat pada album The Black Parade. Penonton yang telah terbiasa dengan lagu-lagu mereka pun menggila saat “Bad Mantra”, “Mr. Dunnowattudu” dimainkan. Hasilnya moshpit, body surfing pun tak dapat dihindari lagi. Olly Oxen pun akhirnya mengakhiri acara malam itu dengan salah satu lagu milik Fall Out Boy, “This Ain’t a Scene, It’s An Arms Race”.

Acara malam itu terhitung sukses dilihat dari jumlah penonton yang datang menghadiri venue. Harapan kami ke depan, semoga akan terus ada insan kreatif yang semakin memajukan dunia musik dan memberikan suguhan berkualitas bagi para penikmatnya.

 

 


FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest