1


5 PENAMPIL SPESIAL JAVA JAZZ FESTIVAL YANG BERHASIL MEMBAWA NOSTALGIA

Photo by doc pophariini.com

Suguhan para penampil legend yang membuat penonton terbius nostalgia romansa semasa muda.

 

 

Longlifemagz – Perhelatan yang diselenggarakan selama 3 hari, sedari tanggal 2-4 Maret 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta berhasil menarik puluhan ribu pengunjung. Tidak habis-habisnya Java Jazz Festival memberi berbagai kejutan bagi para penikmatnya.

Kali ini dengan peluru, suguhan para penampil legend yang membuat penonton terbius nostalgia romansa  semasa muda. Begitupula dengan berbagai kombinasi atau kolaborasi penampil yang mereka suguhkan kala mendendangkan hits lagu-lagu pamungkas era 70-90an nya.

Berbagai penyanyi legenda, kolaborasi maupun kombinasi lintas usia maupun genre mereka suguhkan dengan berbagai cara, dengan spesial membawakan tembang-tembang hits semasa dulu. Berikut diantaranya kami rangkum, mereka-mereka yang dengan epic mengajak penonton bernostalgia bersama.

  1. The Music of Chandra Darusman

Chandra Darusman dan Erwin Gutawa dalam Karimata saat tampil di Java Jazz Festival ll Photo by Beritatagar

The Music of Chandra Darusman adalah Salah satu penampil yang berhasil meraup ribuan orang. Bagaiaman tidak sekaliber Chandra Darusman, musisi legend 70-an dengan berbagai hit seperti “kau dan kekagumanku”, pastilah ditunggu kehadirannya di BHI hall, Java Jazz Festival. Terdapat pula sederet artis yang menyanyikan lagunya pada saat itu, mulai dari Mondo Gascaro, Monita Tahalea, sampai Adikara.

Kejutan tak kunjung surut kala Karimata dan Chaseiro hadir dalam satu panggung. Terlihat Erwin Gutawa yang asik melakukan atraksi solo bassnya disambut oleh kebolehan skill dari Candra Darusman di piano. Decak kagum tak kunjung surut terpancar dari wajah penonton, kala melihat atraksi mereka. Hingga diakhir performance The Music of Chandra Darusman ditutup dengan lagu “Pemuda” oleh Chaseiro dan para penampil-penampil lain. Dan sing-along dari penonton tidak terbantahkan.

 

  1. Java Jive X Fariz Rm

Fariz RM on stage ll Photo by doc. Java Jazz Festival

Nostalgia kembali terjadi Java Jazz Festival 2018, tepat di Garuda Indonesia stage malam itu (03/03), Java Jive dan Faris RM tampil. On stage tepat pukul 23.00 Wib, Java Jive yang mengambil alih panggung terlebih dahulu. “Sisa Semalam”, “Kau Yang Terindah” sampai “Keliru” sederet obat mutakhir, membuat penonton terbuai dan kembali ingatannya kemasa lalu.

Sampai akhirnya, Faris RM pun turut on stage, terciptalah kolaborasi diantara mereka berdua. “Gadis Malam” adalah lagu pembuka kebersamaan mereka berdua. Hingga tiba di tiga lagu pamungkas, “Sakura”, “Barcelona”, dan ”Dansa Yo Dansa” penampilan mereka masih terbayang dan berkesan.

  1. The Rollies

Penampilan The Rollies saat di Java Jazz Festival ll Photo by doc detik

Mereka adalah salah satu panutan dijamannya, hadir memberi warna baru di belantika music Indonesia era 60-80an akhir, terkhusus bagi genre jazz rock, pop, dan soul funk. Kehadiran mereka malam itu (04/03) di Avrist hall, Java Jazz Festival disambut hangat oleh para penonton yang sudah mengerubungi stage.

Sederet nomor-nomor andalan mereka lancarkan, mulai dari Ke “Astuti”, “Kau Yang Ku Sayang”, “Kemarau”, sampai “Dansa Yo Dansa”. Nostalgia terjadi tak tertahan, sing along terdengar tak terbendung. Diantara penonton yang menikmati penampilan The Rollies, adalah Rhesa bassist dari Endah And Rhesa yang sumriah melihat penampilan mereka.

Baca : Live Review: Warna-Warni Java Jazz 2018

  1. Indonesian Legend Reuni: 80/90

Memes dan Addie Ms, kala menghibur penonton di BNI hall ll Photo by doc tempo

Bagaimana bila sederet legenda Indonesia dihadirkan dalam waktu yang bersamaan ditempat yang sama? Ya, sama halnya seperti kamu memasuki lorong waktu dan kembali kemasa lalu. Begitupun yang terjadi di Tebs hall, Java Jazz Festival, malam itu (04/03). Bagaimana tidak, sekaliber Fariz RM, Mus Mudjiono, Deddy Dhukun,Christe, Kinan Nasution, Addie MS, sampai Memes berada di satu panggung.

Hasilnya, hall crowded, penuh dan riuh yang terasa. Membawakan tembang-tembang hit dijamannya, “Terlanjur Sayang” yang dibawakan oleh duet emas Memes dan Addie MS, “Masih Ada” duet Deddy dan Christe, Fariz RM dengan “Sakura”, hingga “Arti Kehidupan” dari Mus Mudjiono yang menutup manis malam itu dibantu dengan penampil legend lainnya.

  1. Iwa K X Neutronic

Iwa K x Neurotic on stage MLD spot hall ll Photo by doc metronews

Tampil dihari terakhir (04/03) dengan sederet hideliner dipanggung berbeda, tidak menyebabkan Iwa K kehilangan masanya. Terlihat penonton sudah memadati MLD spot hall, stage Iwa K dan Neutronic tampil.

Sederet lagu mereka hempaskan kepenonton, namun tetap yang paling epic didua lagu penutup, “Bebas” dan “Malam Ini Indah”. Crowd yang sebelumnya sedikit tenang, kian bergolak kala lagu itu dimainkan. Generasi 90-an yang girang bukan kepalang, hadir memberi warna baru.

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

LIVE REVIEW: WARNA-WARNI JAVA JAZZ 2018

 Perpaduan perhelatan festival jazz dan berbagai genre yang penuh daya pikat.


 

Longlifemagz Sudah 3 minggu lamanya perhelatan festival jazz terbesar di Asia Tenggara, Java Jazz Festival (FFS) 2018 digelar,. Selama itu pula momen-momen dan keseruan acaranya masih terekam di dalam benak kepala setiap penontonnya.

Ya, Java Jazz Festival (JJF), tahun ini diselenggakan sedari tanggal 2-4 Maret 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Menyuguhkan lebih dari 300 penampil penuh performance art yang menghibur dan memukau, dengan paduan sound dan pertunjukan warna lighthing yang indah, ditambah dengan spot-spot area maupun dekorasi tematik penuh konsep, menyambut kehadiran puluhan ribu penonton yang memadati pagelaran umat Jazz setiap tahunnya.

Lebih dari 11 stage diantaranya Demajor Stage, Garuda Indonesia Stage, MLD Stage Bus, Tebs Hall, sampai BNI Hall, lengkap dengan berbagai konsep yang ditawarkan, hadir diperhelatan ini. Mulai dari berkonsep outdoor, mini bus, sampai ekslusif vip didalam hall, memberi warna dan artmosphere tersendiri.

Walau terdapat sekitar 300 penampil, terdiri dari 3 hari dengan jumlah 11 panggung, tidak membuat JJF keteteran soal waktu, alias on time secara keseluruhan diwaktu tampil setiap pengisi acaranya. Ini salah satu yang patut diapresiasi, ketelitian crew dalam me-manage waktu patut diacungi jempol!

Sederet hideliner terpampang menghibur memberi pertunjukan yang menawan dan penuh daya pikat. Dira Sugandi, Mateus Asato, Glenn Fredly, Larry Carlton, Fariz RM, Andien, Tohpati, The Rollies, Incognito, sampai Chandra Darusman. Berhasil memuaskan hasrat ribuan pengunjung untuk bernyanyi dalam alunan pertunjukan atau mendengar lantunan suara dan menonton performance art sederet artis.

Tidak hanya sekedar jazz, para musisi baik skala nasional atau internasional dari genre lain juga hadir menyemarakan festival ini, dari pop, blues, folk, hip-hop/ Rnb, sampai rock. Mulai dari Gugun Blues Shelter, Daniel Caesar, Fourtwnty, Lauv, Iwa K X Neurotric, sampai Goo Goo Dolls tidak kalah spektakulernya berhasil meraup crowd yang banyak.

Memang perhelatan JJF tidak hanya menyajikan para penampil bergenre jazz saja, dan dibeberapa live performance penampil diluar Jazz mampu menyedot ribuan pengunjung. Seakaan JJF tidak percaya diri untuk berkreatifitas sendiri dan mesti merangkul penampil multi genre. Namun ini strategi yang baik, demi untuk mengembangkan pangsa pasar baru, dan yang terpenting dapat menghibur dan mengedukasi para pengunjung tentang musik jazz dan gaya hidupnya, membuat upaya regenerasi diperhatikan oleh JJF ini. Dan itu penting bagi keberlangsungan musik ini di tanah air Indonesia.

Tidak sekedar itu, sajian JJF bak ibarat makanan mewah lengkap dengan dessert manis pelengkap. Begitupun yang dihadirkan dalam tahun ini, tidak hanya penampilan, namun juga dekorasi stage lengkap dengan warna-warna paduan lighthing, spot-spot maupun area lengkap dengan tema yang disuguhkan, sampai kerjasama yang baik antara pihak eo (Java Festival production) dan sponsor dimana setiap sponsor patut bersaing, menghias booth-nya masing-masing, lengkap dengan acara maupun live performance artis yang ditawarkan. Ini membuat JJF kian semarak.

Beberapa Diantara Yang Memukau

Sejak hari pertama (02/03) JJF sudah dipadati pengunjung, kian malam pengunjung makin terlihat memenuhi crowd beberapa penampil. Diantaranya adalah penampilan dari Dira Sugandi, di Mitsubishi Hall. Tampil dengan menawan, Dira Sugandi melancarkan tembang-tembang andalannya. Disela-sela performance, tak luput ia menyanyikan sebuah lagu untuk anaknya yang sedang berulang tahun pada malam itu, kian membuat pertunjukan lebih manis dan hangat akan kekeluargaan.

Dilain sisi terlihat juga Nona Ria di Java Jazz Stage, yang berhasil menceriakan suasana malam itu. Sayur Lodeh, adalah diantara nomor cantik yang dimainkan. Tak terasa penonton ikut terhanyut dalam suasana riang, kadang kala ikut berdendang.

Glenn Fredly tidak kalah kerennya memukau Garuda Indonesia Stage. Walau ia terbilang sebagai salah satu artis yang sudah sering bermain di JJF disetiap tahunnya, namun panggungnya selalu dipadati penonton. Kala itu ia membawakan beberapa nomor-nomor hits dari Slank, dan berhasil mengajak penonton bernostalgia dengannya, terlebih singalong bersama.

Menuju tengah malah, giliran Kunto Aji menutup panggung Kopi Kapal Api Hall. Diantaranya adalah lagu hit “Terlalu Lama Sendiri” yang jadi pamungkasnya.

“Katanya orang-orang jomblo itu kuat karena teman-temannya sendiri karena teman-temannya sama-sama jomblo juga. Tapi emang jujur, teman-teman itu membantu kita untuk lupa akan kesendirian. Tapi kadang ada juga teman kita yang reseh yang bertanya seperti ini..” ujar disela lagu Kunto Aji.

Ia meneruskan sapanya dengan lirik, ‘teman-temanku berkata yang kau cari seperti apa, kuhanya bisa tertawa nanti pasti ada waktunya..’.

Hari kedua JJF (03/03) dibuka apik oleh Tashoora, Petra Sihombing, dan Syaharani & QueenFireworks di panggung berbeda. 

Tashoora band asal Jogja yang cukup menawan. “Kami mengajak teman-teman semua kembali ke zaman Ahmad Dhani masih waras,” kata Gusti Arirang sang bassist, sebelum membawakan lagu cover “Roman Picisan”.

Dipanggung berbeda terdapat kolaborasi yang memukau, Glenn Fredly, Tompi, Andra Ramadhan,Sandhy Sandoro, dan Kavin Sultani dengan nama Yamaha Music Project di BNI Hall dan Yura Yunita with Ron King Horn Section di MLD spot hall.

Begitupun Daniel Caesar, salah satu hideliner yang ditunggu-tunggu kehadirannya di BNI hall,yang sudah dipadati ribuan pengunjung. Ketika ia onstage, riuh suara penonton hysteris menyambutnya terdengar menggema. Sederet nomor sakti, “Neuroses”, “Transfrom”, “We Find Love”, sampai “Blessed”, tidak henti-hentinya membuat penonton ikut bernyanyi bersama.

Keseluruhan penampil di BNI Hall hari kedua ditutup The Music of Candra Darusman yang menampilkan Monita Tahalea, Teddy Adhitya, Danilla, Mondo Gascaro, Adikara Fardy, dan Nina Tamam serta penampilan khusus Chaisero dan Karimata dan Chaisero. Diakhir performance mereka ditutup dengan lagu “Pemuda”, Chaisero yang dinyanyikan oleh semua artis. Kunjung hal itu membuat penonton nostalgia dan turut pula ber singalong ria.

Java Jazz Festival dihari keempat ini (04/03) sangat berkesan. Andien dengan ribuan penonton yang memadati di MLD spot hall, The Rollies yang berhasil membuat mengajak penong bersing along bersama, sampai BJ The Chicago yang turun panggung menghampiri penonton dan bergoyang bersama mereka. Lauv yang berhasil menyihir ribuan penonton lewat aksinya di BNI hall dan Goo Goo Dolls yang mewarnai JJF dengan nuansa rock n roll nya.

Hingga ditutup oleh Maliq & D’Essentials dan Iwa K x Neurotic dipanggung yang berbeda, menandakan selesainya perhelatan JJF tahun ini dengan beragam warna yang membuat berkesan dimana-mana.

 

Selain project serabutan, mencoba peruntungan pula sebagai penulis lepas, buruh event, dan usaha kecil clothing.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest