1


“ Checkpoint ” bersama Sade Susanto

Doc : Sade Susanto

Album “ Checkpoint ” Sade Susanto merupakan proyek garapan grup kolektif asal semarang Hills Collective yang fokus pada genre RnB dan Hip hop. Sade Susanto sendiri menekuni genre RnB/Pop sebagai aliran bermusiknya.


BACA : VETERAN HARDCORE SEMARANG, DON’T LOOK BACK RILIS ALBUM “LEKANG DAN HILANG”

Longlifemagz – Penggarapan album “Checkpoint” membutuhkan waktu yang tidak singkat. terhitung dari april 2018,   penggarapan album “Checkpoint” memakan waktu selama enam bulan sebelum merilis album tersebut. Sebagai bagian dari suatu kolektif, Sade harus menunggu gilirannya untuk unjuk sisi musikalitasnya kepada publik. “Checkpoint“ sendiri mendapatkan gilran ke 2 dari 4  episode dari season pertama dari kolektifnya. Sebelum album ini di Larungkan, sade mengeluarkan dua single yaitu “ The Man Who Has Hurt Me “, “ Excuses “ dan menjadi pelengkap dari album yang akhirnya rilis pada 21 Oktober 2018.

Doc : Sade Susanto

Sebagai album yang syarat dengan laju hidup seorang Sade Susanto, “Checkpoint” menyuarakan berbagai pengalaman yang menuntunnya pada suatu titik penyadaran akan kemandirian diri yang terbebas dari ekspektasi orang lain.

Lima dari tujuh lagu dalam “Checkpoint” bercerita tentang patah hati. Kejadian yang seringkali melarutkan orang-orang pada kesedihan semata justru dijadikan momentum untuk mengenali diri seorang Sade Susanto


Lagu ini ditulis oleh Sade Susanto (http://instagram.com/sadesusanto )
Lagu ini kemudian di produksi oleh Luthfi Adianto/Cosmicburp (http://instagram.com/mellonzz )
Lagu ini didistribusikan melalui dan bersama Hills Collective (http://instagram.com/hills.collective) dan Berdandia (http://instagram.com/berdandia)
Lagu ini direkam di Lofos Studio (http://instagram.com/lofosstudio )
Artwork/visual album ini di kerjakan oleh Wildandon (http://instagram.com/wildandon)
Sade susanto berencana untuk mengadakan Showcase pada akhir bulan oktober ini
Cp : Dimas Ragil ( 0812 8745 9911 )

 

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Jazz Melena di Daerah Istimewa

IMG-20180821-WA0010

Doc : Fadhil Umar

Kali kedua Boyzone sambangi Indonesia


Minggu 19 agustus 2018 menjadi kali keduanya grup vokal legendaris Boyzone kembali menjajaki panggung di Indonesia, 21 tahun yang lalu tepatnya pada bulan September 1997 grup vokal asal Irlandia ini pernah menjajal panggung Indonesia pada gelaran “A Different Beat Asian Tour”, bertempat di depan megahnya warisan budaya dunia yaitu Candi Prambanan Boyzone mengajak para penonton untuk bernostalgia ke-era 90an dengan menyanyikan lagu lagu hits mereka sekaligus menutup hangatnya gelaran “prambanan jazz festival 4”

Gelaran ke-4 yang di organisir oleh “Rajawali Indonesia Communication” ini menjadi pesta tahunan bukan hanya bagi para penikmat musik jazz saja, melainkan untuk semua kalangan, buktinya pada gelaran kali ini prambanan jazz festival turut serta menampilkan musisi musisi lintas genre, mulai dari pop, hip-hop, rock, hingga folk, bahkan pada gelaan ini juga menjadi panggung reuni band legendaris Indonesia yaitu dewa 19, berlatar belakang megahnya candi prambanan musisi kawakan Indonesia itu memainkan lagu lagu legendaris mereka.

BACA : SYNCHRONIZE FESTIVAL, PESTA MUSIK INDIE YANG SELALU DINANTI

Prambanan jazz festival ini diadakan selama 3 hari, yaitu tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2018, menampilkan musisi-musisi nasional bahkan internasional, dengan total 27 penampil Prambanan Jazz Festival sukses membuat para pengunjung terlena dengan penampilan mereka, selama 3 hari itu pula para pengunjung dimanjakan dengan cantiknya Candi Prambanan, juga sedapnya makanan makanan khas Yogyakarta pada bagian “pasar kangen”. Ya, pada gelaran kali ini rajawali Indonesia communication sengaja menambahkan sebuah “wahana” yang berisikan makanan makanan khas Yogyakarta dan juga makanan makanan “jaman dulu” yang memanjakan lidah para pengunjung dengan harga yang cukup murah.

027524200_1534587758-Marcell_di_Prambanan_Jazz_foto_by_Bambang_E_Ros__1_

Doc : : Liputan6

Prambanan Jazz Festival kali ini juga menjadi ajang kolaborasi para musisi musisi contohnya pada hari pertama ada dedengkot instrumental jazz Indonesia yang berkolaborasi dengan Sheila majid, Marcell, dan Rio febrian, kemudian ada kolaborasi unik dengan dua grup vocal lintas generasi yaitu ada kahitna dan RAN yang menamai kolaborasi mereka dengan nama KahitRAN. Pada hari kedua juga tak kalah menarik, dimana ada kolaborasi ayah dan anak yaitu Yovie Widianto dan Arsy Widianto yang juga sekaligus menggandeng jebolan idol Indonesia asal Yogyakarta yaitu Brisia Jodie, ada juga kolaborasi antara Tompi yang menggaet musisi jazz muda Nadya Fatira, kemudian keyboardist kenamaan Indonesia yaitu Indra Lesmana yang berkolaborasi dengan Eva Celia, kemudian hari kedua ditutup dengan legenda jazz dunia asal Kanada yaitu Diana Krall, pianis sekaligus penyanyi jazz ini menjadi salah satu bintang tamu utama dalam gelaran Prambanan Jazz festival tahun ini.

BACA : RAISA PECAHKAN SUASANA SCOOTER 2018

Hari ketiga yang seolah menjadi pamungkas gelaran ini terlaksana dengan sangat meriah, diawali dengan penampilan band MLD Jazz Project di panggung Hanoman Stage, band bentukan program audisi MLD Jazz Project ini menampilkan musik musik dengan swing yang sangat terasa dan juga dengan jeritan saxophone yang begitu indah, membuat teriknya matahari seolah tak terasa.

Dilanjutkan dengan penampilan band pop Jikustik yang membuat para pengunjung ikut bergerak mengikuti irama musik musik Jikustik yang hits, bersamaan dengan itu di Rorojongrang stage juga tak kalah seru dimana ada penampilan dari Sierra  Soetedjo. Pelantun lagu “The Only One” ini menampilkan lagu lagunya dengan suara yang sangat indah.

Menjelang tenggelamnya matahari band yang sedang memproses album baru, Barasuara menghantarkan penonton menikmati indahnya sore hari di Prambanan, dengan latar belakang sunset prambanan yang begitu indah Barasuara seolah mendapatkan energi lebih untuk membawakan lagu lagu mereka, bahkan beberapa materi lagu pada album mereka yang akan datang juga turut serta dibawakan, bersamaan dengan itu pula di Rorojongrang stage ada penampilan kolaborasi dari Idang Rasjidi yang berkolaborasi dengan Syaharani.

BACA :  ALL TIME LOW AKHIRI FESTIVAL MUSIK HODGEPODGE SUPERFEST 2018

Menjelang malam hari duo folk tuan rumah yaitu Stars and Rabbit menaiki panggung, dengan nada vokal suara tinggi yang khas, Stars and Rabbit sukses membuat para penonton merinding dengan lengkingan lengkingan khas nya, dengan format fullband dan juga ditambahkan dengan iringan iringan gesekan biola dan cello membuat stars and rabbit sangat berkelas, bersamaan dengan itu di Rorojongrang Stage juga ada penampilan dari band kawakan Indonesia yaitu GIGI, dengan beberapa gubahan lagunya yang diarransemen menjadi “sedikit” lebih jazzy, GIGI sukses membuat penonton seolah bingung, karena pada saat yang bersamaan band idola mereka tampil dalam panggung yang berbeda, tak jarang terlihat beberapa orang berlarian berpindah lokasi agar tetap dapat menonton kedua band favoritnya tersebut.

Seusai lagu “man upon the hill” giliran solois jazz pop Indonesia yaitu Glenn fredly menguasai Hanoman Stage, solois yang bergabung dalam Trio Lestari ini juga sukses membuat para penonton berteriak kegirangan.

Seusai itu giliran solois pop indonesia Tulus menaiki panggung, dengan lagu lagunya yang hits tulus sukses membuat penonton hanyut dalam alunan lagu dan turut bernyanyi bersama, sebut saja lagu lagu tulus seperti “gajah”, “monokrom”, “sepatu” dan lain lain yang tak lagi asing di telinga para penikmat musik indonesia.

Bersamaan dengan berpamitanya Tulus dari panggung ternyata saudah terlihat antrian yang mengular menuju Rorojongrang stage dimana Special show akan dilaksanakan.

DYbNy14VAI

Doc : Medcom.Id

Special show dibuka dengan penampilan reuni dari band kawakan indonesia yaitu Dewa 19 dengan vokalisnya yaitu Ari lasso dengan membawakan lagu “restoe boemi”, dilanjutkan dengan deretan lagu hits mereka seperti “cukup siti nurbaya”, “satu hati”, “kangen”, “kirana”, dan “separuh nafas”. dalam penampilannya

Dewa 19 juga kedatangan “bintang tamu” lain yaitu sang anak dari Ahmad Dhani yaitu Al ghazali, dalam kesempatan itu Al ghazali ingin berkolaborasi dengan Dewa 19 dengan memegang instrument drum, jadilah mereka berkolaborasi dengan “roman picisan” sebagai lagunya.

BACA : 180 MENIT BERSAMA EFEK RUMAH KACA DI COMFEST 2018

Seusai penampilan ciamik dari Dewa 19, sang bintang tamu terakhir malam itu mendapat giliran manaiki panggung, grup vokal Boyzone sebagai pamungkas Prambanan Jazz Festival ini merupakan penampilan yang sangat special.

Bagaimana tidak, selain ini adalah kedatangan mereka setelah 21 tahun yang lalu mereka menyambangi indonesia dalam rangkaian tour asia mereka, aini juga merupakan salah satu penampilan terakhir mereka sebelum mereka bubar tahun depan.

Tampil dengan personil lengkap Boyzone membawakan lagu lagu mereka mereka yang hits pada era 90an dengan sangat sempurna, sebut saja “words”, dan “love me for a reason”. Grup vokal yang sedang proses pembuatan album baru sekaligus pamungkas mereka juga membawakan single mereka yang akan ada pada album tersebut, lagu yang berjudul “because” tersebut ternyata merupakan ciptaan salah satu penguasa billboard yaitu Ed Sheeran.

Hingga seusai mereka memberikan ucapan tanda pamit yang membuat para penonton bersedih ternyata mereka sengaja membuat sebuah kejutan, dengan memberikan 3 lagu tambahan sebelum akhirnya mereka benar benar menuruni panggung Rorojongrang Stage, bersamaan dengan itu para pengunjung terlihat mulai meninggalkan venue.

Ada satu hal yang menarik pada gelaran Prambanan Jazz Festival kali ini, yaitu launching buku “100 KONSER MUSIK DI INDONESIA” buku karya “Anas Syahrul Alimi” yang sekaligus menjadi CEO Rajawali Indonesia Communication ini berisi review konser konser musik yang ada di indonesia, mulai dari 1929 sampai dengan konser musik yang akan datang hingga tahun 2019.

berkolaborasi dengan Muhidin M Dahlan yaitu pendiri Radiobuku  dan Warung arsip buku ini diluncurkan bersamaan dengan event Prambanan Jazz Festival tersebut, dan uniknya buku ini seluruh pendapatannya akan di sumbangkan pada bencana gempa bumi Lombok, review buku tersebut akan ada pada artikel lain.

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Endah N Rhesa Luncurkan Lagu Terbaru ‘Long-Lost Friend’

Perjalanan tur bersepeda dari Kota di Jawa Tengah sampai Jawa Timur, buahkan lagu terbaru yang amat personal.

 

 

Longlifemagz – Duo pop akustik, Endah N Rhesa, pada Kamis (26/10) kemarin memperkenalkan lagu terbaru mereka, ‘Long-Lost Friend’. Lagu ini merupakan soundtrack dari video seri dokumenter Endah n Rhesa Indie Ride 2017, menceritakan tentang keseruan Endah Widiastuti (vokal/gitar) dan Rhesa Aditya (bass/vokal) menjalani tur dengan bersepeda dari kota ke kota.

Endah N Rhesa Indie Ride adalah sebuah event perjalanan bersepeda antar kota di Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Mereka mengkayuh tujuh daerah untuk disambangi, mulai dari Semarang, Salatiga, Solo, Jogja, Malang, Sidorajo, sampai Surabaya pada akhir Juli dan awal Agustus bulan lalu.

Baca :

Mocca Rilis Ulang Lagu “I Remember” Dalam Format Digital

Padi Akan Reuni Melangsungkan Tur 4 Titik di Indonesia

Dilansir dari siaran persnya, ‘Long-Lost Friend’ diciptakan dari pengalaman personal yang terjadi di kamar hotel di kota terakhir. “Begitu bangun pagi, saya teringat kembali kesan di setiap perjalanan. Perjuangan menaklukan tanjakan sepanjang Semarang-Salatiga, meluncur hingga seakan melayang di Malang-Surabaya. Kehujanan di perjalanan Solo-Yogyakarta, kemudian mengharu biru saat melihat lokasi lumpur Lapindo di Sidoarjo. Kontras sekali dengan pemandangan sawah yang hijau begitu sampai di Salatiga.” Ujar Endah.

Lagu “Long-Lost Friend” menggunakan perspektif cerita nostalgia saat berjumpa kembali dengan sahabat lama, kemudian mengejar mimpi bersama-sama. “Seperti sepeda, sebenarnya dari kecil kami akrab dengan sepeda. Tapi menjelang remaja hingga menjadi musisi, kami lama tidak menggunakan sepeda. Jadi ketika sekarang bersepeda lagi rasanya seperti bertemu teman lama. Senang sekali bisa melakukan perjalanan bersama-sama,” ujar Rhesa.

Lagu “Long-Lost Friend” sudah dapat didengar divideo seri dokumenter Endah N Rhesa Indie Ride 2017 yang terdapat diplatform media sosial youtube Endah N Rhesa. Lagu ini juga sudah tertera di berbagai layanan musik digital lainnya.

 

 

Text by Redaksi

Photo by doc. Endah N Rhesa

 

 

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

Indonesian Jazz Festival

Sejalan dengan visi acara sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap musisi jazz Indonesia, Indonesian Jazz Festival menjadi wadah berkumpulnya para pecinta musik jazz, para musisi menciptakan sensasi baru dalam menikmati musik jazz dalam negeri. Indonesian Jazz Festival mengusung semangat nasionalisme dan menyalurkan melalui kegiatan kreatif yang positif. Acara ini juga merupakan wujud kontribusi anak negeri untuk persatuan bangsa melalui musik, khususnya musik jazz Indonesia.

indonesianjazzfestival2015h

Dengan nominasi warna merah dan putih perlambang “Sang Saka Merah Putih”, logo Indonesia Jazz Festival menggambarkan seorang pemusik sedang memainkan contrabass yang identic dengan jazz. Acara ini akan diadakan pada bulan Agustus 2015 bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia.

Alba Production selaku inisiator dan penyelenggara Indonesia Jazz Festival 2015 mengambil tempat di Istora Senayan Jakarta tanggal 29-30 Agustus 2015 dan membuka 5 panggung yang akan menampilkan sekitar 120 musisi jazz tanah air antara lain Yovie & his friends (feat. Rio Febrian, Marcell Siahaan, Hedi Yunus, Mario Ginanjar, Titi DJ, Mike Mohede, 5 Romeo), Maliq & D’Essentials, Kunto Aji, RAN, The Groove, Be3, Eva Celia, Soulvibe, Syaharani & Queenfireworks, Isyana Sarasvati, Radhini, Yura Yunita, Dian Pramana Putra, Indro Hardjodikoro, The Fingers feat. Tompi, Gugun Blues Shelter, BLP, dan masih banyak lagi.

unnamed
Indonesia Jazz Festival juga bekerja sama dengan MNC Playmedia untuk fasilitas Wifi Gratis sehingga pengunjung dapat mengunggah foto/video/status secara langsung ke akun sosial media mereka dengan hashtag #indojazzfest.

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest