1



IMG-20180821-WA0010

Doc : Fadhil Umar

Minggu 19 agustus 2018 menjadi kali keduanya grup vokal legendaris Boyzone kembali menjajaki panggung di Indonesia, 21 tahun yang lalu tepatnya pada bulan September 1997 grup vokal asal Irlandia ini pernah menjajal panggung Indonesia pada gelaran “A Different Beat Asian Tour”, bertempat di depan megahnya warisan budaya dunia yaitu Candi Prambanan Boyzone mengajak para penonton untuk bernostalgia ke-era 90an dengan menyanyikan lagu lagu hits mereka sekaligus menutup hangatnya gelaran “prambanan jazz festival 4”

Gelaran ke-4 yang di organisir oleh “Rajawali Indonesia Communication” ini menjadi pesta tahunan bukan hanya bagi para penikmat musik jazz saja, melainkan untuk semua kalangan, buktinya pada gelaran kali ini prambanan jazz festival turut serta menampilkan musisi musisi lintas genre, mulai dari pop, hip-hop, rock, hingga folk, bahkan pada gelaan ini juga menjadi panggung reuni band legendaris Indonesia yaitu dewa 19, berlatar belakang megahnya candi prambanan musisi kawakan Indonesia itu memainkan lagu lagu legendaris mereka.

Prambanan jazz festival ini diadakan selama 3 hari, yaitu tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2018, menampilkan musisi-musisi nasional bahkan internasional, dengan total 27 penampil Prambanan Jazz Festival sukses membuat para pengunjung terlena dengan penampilan mereka, selama 3 hari itu pula para pengunjung dimanjakan dengan cantiknya Candi Prambanan, juga sedapnya makanan makanan khas Yogyakarta pada bagian “pasar kangen”. Ya, pada gelaran kali ini rajawali Indonesia communication sengaja menambahkan sebuah “wahana” yang berisikan makanan makanan khas Yogyakarta dan juga makanan makanan “jaman dulu” yang memanjakan lidah para pengunjung dengan harga yang cukup murah.

027524200_1534587758-Marcell_di_Prambanan_Jazz_foto_by_Bambang_E_Ros__1_

Doc : : Liputan6

Prambanan Jazz Festival kali ini juga menjadi ajang kolaborasi para musisi musisi contohnya pada hari pertama ada dedengkot instrumental jazz Indonesia yang berkolaborasi dengan Sheila majid, Marcell, dan Rio febrian, kemudian ada kolaborasi unik dengan dua grup vocal lintas generasi yaitu ada kahitna dan RAN yang menamai kolaborasi mereka dengan nama KahitRAN. Pada hari kedua juga tak kalah menarik, dimana ada kolaborasi ayah dan anak yaitu Yovie Widianto dan Arsy Widianto yang juga sekaligus menggandeng jebolan idol Indonesia asal Yogyakarta yaitu Brisia Jodie, ada juga kolaborasi antara Tompi yang menggaet musisi jazz muda Nadya Fatira, kemudian keyboardist kenamaan Indonesia yaitu Indra Lesmana yang berkolaborasi dengan Eva Celia, kemudian hari kedua ditutup dengan legenda jazz dunia asal Kanada yaitu Diana Krall, pianis sekaligus penyanyi jazz ini menjadi salah satu bintang tamu utama dalam gelaran Prambanan Jazz festival tahun ini.

Hari ketiga yang seolah menjadi pamungkas gelaran ini terlaksana dengan sangat meriah, diawali dengan penampilan band MLD Jazz Project di panggung Hanoman Stage, band bentukan program audisi MLD Jazz Project ini menampilkan musik musik dengan swing yang sangat terasa dan juga dengan jeritan saxophone yang begitu indah, membuat teriknya matahari seolah tak terasa. Dilanjutkan dengan penampilan band pop Jikustik yang membuat para pengunjung ikut bergerak mengikuti irama musik musik Jikustik yang hits, bersamaan dengan itu di Rorojongrang stage juga tak kalah seru dimana ada penampilan dari Sierra  Soetedjo. Pelantun lagu “The Only One” ini menampilkan lagu lagunya dengan suara yang sangat indah. Menjelang tenggelamnya matahari band yang sedang memproses album baru, Barasuara menghantarkan penonton menikmati indahnya sore hari di Prambanan, dengan latar belakang sunset prambanan yang begitu indah Barasuara seolah mendapatkan energi lebih untuk membawakan lagu lagu mereka, bahkan beberapa materi lagu pada album mereka yang akan datang juga turut serta dibawakan, bersamaan dengan itu pula di Rorojongrang stage ada penampilan kolaborasi dari Idang Rasjidi yang berkolaborasi dengan Syaharani.

Menjelang malam hari duo folk tuan rumah yaitu Stars and Rabbit menaiki panggung, dengan nada vokal suara tinggi yang khas, Stars and Rabbit sukses membuat para penonton merinding dengan lengkingan lengkingan khas nya, dengan format fullband dan juga ditambahkan dengan iringan iringan gesekan biola dan cello membuat stars and rabbit sangat berkelas, bersamaan dengan itu di Rorojongrang Stage juga ada penampilan dari band kawakan Indonesia yaitu GIGI, dengan beberapa gubahan lagunya yang diarransemen menjadi “sedikit” lebih jazzy, GIGI sukses membuat penonton seolah bingung, karena pada saat yang bersamaan band idola mereka tampil dalam panggung yang berbeda, tak jarang terlihat beberapa orang berlarian berpindah lokasi agar tetap dapat menonton kedua band favoritnya tersebut.

Seusai lagu “man upon the hill” giliran solois jazz pop Indonesia yaitu Glenn fredly menguasai Hanoman Stage, solois yang bergabung dalam Trio Lestari ini juga sukses membuat para penonton berteriak kegirangan. Seusai itu giliran solois pop indonesia Tulus menaiki panggung, dengan lagu lagunya yang hits tulus sukses membuat penonton hanyut dalam alunan lagu dan turut bernyanyi bersama, sebut saja lagu lagu tulus seperti “gajah”, “monokrom”, “sepatu” dan lain lain yang tak lagi asing di telinga para penikmat musik indonesia. Bersamaan dengan berpamitanya Tulus dari panggung ternyata saudah terlihat antrian yang mengular menuju Rorojongrang stage dimana Special show akan dilaksanakan.

DYbNy14VAI

Doc : Medcom.Id

Special show dibuka dengan penampilan reuni dari band kawakan indonesia yaitu Dewa 19 dengan vokalisnya yaitu Ari lasso dengan membawakan lagu “restoe boemi”, dilanjutkan dengan deretan lagu hits mereka seperti “cukup siti nurbaya”, “satu hati”, “kangen”, “kirana”, dan “separuh nafas”. dalam penampilannya Dewa 19 juga kedatangan “bintang tamu” lain yaitu sang anak dari Ahmad Dhani yaitu Al ghazali, dalam kesempatan itu Al ghazali ingin berkolaborasi dengan Dewa 19 dengan memegang instrument drum, jadilah mereka berkolaborasi dengan “roman picisan” sebagai lagunya.

Seusai penampilan ciamik dari Dewa 19, sang bintang tamu terakhir malam itu mendapat giliran manaiki panggung, grup vokal Boyzone sebagai pamungkas Prambanan Jazz Festival ini merupakan penampilan yang sangat special, bagaimana tidak, selain ini adalah kedatangan mereka setelah 21 tahun yang lalu mereka menyambangi indonesia dalam rangkaian tour asia mereka, aini juga merupakan salah satu penampilan terakhir mereka sebelum mereka bubar tahun depan. Tampil dengan personil lengkap Boyzone membawakan lagu lagu mereka mereka yang hits pada era 90an dengan sangat sempurna, sebut saja “words”, dan “love me for a reason”. Grup vokal yang sedang proses pembuatan album baru sekaligus pamungkas mereka juga membawakan single mereka yang akan ada pada album tersebut, lagu yang berjudul “because” tersebut ternyata merupakan ciptaan salah satu penguasa billboard yaitu Ed Sheeran.

Hingga seusai mereka memberikan ucapan tanda pamit yang membuat para penonton bersedih ternyata mereka sengaja membuat sebuah kejutan, dengan memberikan 3 lagu tambahan sebelum akhirnya mereka benar benar menuruni panggung Rorojongrang Stage, bersamaan dengan itu para pengunjung terlihat mulai meninggalkan venue. Ada satu hal yang menarik pada gelaran Prambanan Jazz Festival kali ini, yaitu launching buku “100 KONSER MUSIK DI INDONESIA” buku karya “Anas Syahrul Alimi” yang sekaligus menjadi CEO Rajawali Indonesia Communication ini berisi review konser konser musik yang ada di indonesia, mulai dari 1929 sampai dengan konser musik yang akan datang hingga tahun 2019, berkolaborasi dengan Muhidin M Dahlan yaitu pendiri Radiobuku  dan Warung arsip buku ini diluncurkan bersamaan dengan event Prambanan Jazz Festival tersebut, dan uniknya buku ini seluruh pendapatannya akan di sumbangkan pada bencana gempa bumi Lombok, review buku tersebut akan ada pada artikel lain.

Salah satu media digital yang membahas berita seputar lifestyle remaja terkini.

FIND US ON

ABOUT US

Longlife Magazine merupakan salah satu media digital seputar lifestyle remaja terkini. Kami memiliki beberapa rubrik mengenai lifestyle, event terkini, dan cerita inspirasi  dari para pelaku industri kreatif yang menarik untuk kalian ikuti.

Media ini diterbitkan sejak Februari 2015 sebagai media alternatif, efektif dan strategis yang memuat aneka ragam informasi bagi para pembacanya.

 

Pin It on Pinterest

Share This